
Dengan raut wajah marah yang tak bisa di sembunyikan lagi, pak nugraha langsung memasuki kamar putra tunggalnya itu.
Brakkk...
Terdengar suara pintu di tendang dengan keras dan membuat si penghuni kamar yang tengah tertidur langsung bangun karena kaget.
"Apaan sih Pah, ganggu orang lagi tidur aja." Ucap rudi sambil kembali tertidur.
"Bangun kau dasar anak tak berguna." Bentak pak nugraha seraya menyered rudi dari atas ranjang.
"Papah gila! Datang-datang gangguin orang yang lagi tidur." Bentak rudi.
"Kamu tuh yah, kerjaannya hanya ngabisin uang orang tua dan gara-gara kamu juga perusahaan ayah hampir bangkrut." Ucap pak nugraha marah.
"Apaan sih Pah, perusahaan papah yang bangkrut kok nyalahin ke rudi." Tanya rudi setengah berteriak tak terima.
"Dasar anak kurang ajar." Ucap pak nugraha seraya menampar rudi.
Nampak rudi memegangi pipinya yang di tampar oleh ayahnya, lalu tak beberapa lama datang ibu rudi.
__ADS_1
"Ada apa ini pah, kenapa ribut-ribut." Tanya ibunya rudi.
"Tanya ke anak kamu, dia sudah melakukan kesalahan apa." Jawab pak nugraha seraya menunjuk rudi.
"Kamu ngelakuin apa rud?" Tanya ibunya.
"Rudi gak ngelakuin apa-apa mah, papah aja yang gila. Perusahaan bangkrut nyalah-nyalahin ka anak." Ucap rudi.
"Dasar anak gak punya sopan santun." Ucap pak nugraha seraya hendak memukul rudi.
"Hentikan pah, hentikan." Ucap ibu rudi memohon.
"Emang rudi salah apa pah?" Tanya istrinya.
"Anak ini telah malu-maluin adik angga, sehingga dia memutuskan kerja sama dengan perusahaan papah." Jelasnya.
"Apa maksud papah?" Tany rudi.
"Pake nanya kamu yah, gara-gara kamu malu-maluin adiknya angga di depan umum sehingga dia memutuskan kerja sama dengan papah." Jelasnya sekali lagi.
__ADS_1
"Maksud papah, sonia." Tanya rudi.
"Iya, siapa lagi. Dan sekarang kamu harus meminta maaf pada wanita itu. Dan papah gak mau tahu kamu harus buat angga mau bekerja sama dengan papah lagi." Ucap pak nugraha. Lalu pak nugraha menyuruh anak buahnya untuk memegangi tangan rudi.
"Apa-apaan ini pah, kenapa tangan rudi di pegangi kaya gitu." Tanya ibunya rudi khawatir.
"Diam mah, anak ini harus di didik agar lebih sopan santun dan tahu diri." Ucapnya lalu pak nugraha menyuruh anak buahnya untuk memukuli rudi hingga babak belur.
Nampak ibunya rudi terus meronta-ronta ingin menghalangi anaknya yang terus di pukuli tapi suaminya memegangi tangannya sehingga dia tak bisa menghampiri rudi.
Setelah selesai, nampak rudi tergeletak tak berdaya di atas lantai dengan darah di hidung dan juga di ujung bibirnya.
"Rudi..." Teriak ibunya. "Bangun nak, hiks, hiks, hiks..." Ucapnya sambil menangis. "Kamu tega pah, demi uang kamu tega celakain anak kita sampai seperti ini." Ucap ibunya rudi sambil menatap marah suaminya.
"Dia pantas mendapatkan semua itu, kalau bukan karena dia. Perusahaan papah gak agak bangkrut mah." Ucapnya.
"Di otakmu itu hanya ada uang, uang dan uang saja pah." Ucap ibunya rudi.
Tak ingin berdebat lagi, pak nugraha lebih memilih pergi meninggalkan kamar rudi, lalu dia berpesan pada pembantunya jangan sampai mengobati luka rudi.
__ADS_1
Dan di dalam kamar nampak ibunya rudi hanya bisa menangis melihat nasib putranya yang malang itu, karena ulah suami serakahnya itu sehingga putranya menjadi korban.