Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 104


__ADS_3

"Tuan, tuan."


"Ah.. iya. Ada apa?" Tanya Angga sambil menggosok kedua matanya.


"Ini satenya, tuan." Ucap simbok sambil menyerahkan bungkusan plastik kepada Angga.


"Oke, bawakan piring." Ucap Angga.


Lalu simbok pergi ke dapur untuk mengambil piring. "Ini tuan." Ucap simbok sambil menyodorkan piring tersebut.


Lalu Angga langsung menyimpan sate tersebut ke atas piring. "Sempurna." Ucap Angga sambil menatap sate hasil buatannya.


Kemudian Angga langsung pergi ke kamarnya untuk membangunkan Widia.


"Sayang, bangun ini satenya sudah matang." Ucap Angga.


"Hmmm.. Udah matang?" Tanya Widia sambil menggosok-gosok kedua matanya dengan tangan.


"Ini cepat makan, tapi kamu kamu sikat gigi dulu." Ucap Angga.


Lalu Widia pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi, dan Angga hanya tersenyum melihat sate hasil buatannya.


Tak beberapa lama Widia keluar dari kamar mandi. "Mana satenya?" Ucap Widia.


"Ini sayang. Satenya." Ucap Angga sambil menyodorkan piring yang berisi sate.


Dan Widia mencium wangi sate tersebut. "Hmm.. Dari wanginya enak nih." Ucap Widia lalu dia langsung mengambil satu tusuk sate dan memakannya. "Hmm.. Sayang enak banget. Aku gak nyangka kamu jago bikin sate, kalau tahu kamu jago bikin sate lain kali aku gak udah beli sate lagi. Biar kamu aja kamu yang buat." Ucap Widia sambil memakan sate tersebut.


"Kau tahukan aku sibuk jadi lebih baik kau beli saja." Ucap Angga.


"Ok deh, tapi..." Ucap Widia menggantungkan kata-katanya.


"Tapi apa?" Tanya Angga.


"Rasa satenya kok sama persis sama penjual sate yang ada di depan." Ucap Widia.


Dan Angga hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Mungkin perasaan mu saja." Ucap Angga.


"Kayanya." Jawab Widia sambil kembali memakan sate miliknya.


"Hmmm.. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." Ucap Angga.

__ADS_1


"Sesuatu apa?" Tanya Widia.


"Nanti saja setelah kau makan." Ucap Angga sambil tersenyum memandang Widia. Lalu Widia kembali memakan sate miliknya.


Tak beberapa lama, Widia sudah selesai memakan satenya. Dan kini dia tengah bersandar di dada bidang milik Angga.


"Tadi kau ingin membicarakan apa?" Tanya Widia.


"Ini soal ibumu." Ucap Angga.


"Ibuku, ada apa? Apa kau sudah menemukan keberadaannya." Tanya Widia antusias.


"Iya aku sudah menemukan keberadaannya, tadinya aku ingin kita memuinya kemarin-kemarin tapi karena ada masalah jadi aku tunda dulu. Dan rencana besok atau lusa kita akan pergi ke Bandung untuk menemui ibumu." Ucap Angga menjelaskan.


"Terimakasih sayang." Ucap Widia sambil memeluk Angga, dan Angga membalas pelukan dari Widia.


Di tempat lain...


Nampak Sonia tengah duduk sambil meminum minumannya, dan kini Sonia tengah berada di caffe tempat Faizal selalu bernyanyi.


Entah kenapa pikiran tengah galau, lalu matanya melirik ke kana dan ke kiri. "Dasar orang-orang jahat, beraninya mereka bermesraan di depanku. Aku yang jomblo juga ingin." Oceh Sonia dalam hati.


Tampak di rasa jika Faizal sudah selesai bernyanyi, lalu matanya langsung melihat ke arah Sonia.


Dan Sonia tak menyadari keberadaan Faizal, tatapan Sonia matanya melihat ke arah gelas tapi pikirannya entah melayang kemana.


"Woyyy..." Teriak Faizal di telinga Sonia.


Dan Sonia langsung di buat kaget oleh teriakan Faizal. "Aww, gila kamu yah. Sakit tahu." Ucap Sonia sambil memegangi telinganya yang sakit.


"Hehehe.. maaf, mana yang sakitnya biar aku elus." Ucap Faizal.


Dan wajah Sonia langsung memerah. "Gak makasih, ada apa?" Tanya Sonia dengan wajah sangar.


"Biasa aja wajahnya jangan di sangar-sangarin." Ucap Faizal sambi tertawa.


"Ada apa?" Tanya Sonia langsung to the points.


"Gak pengen aja, emang gak boleh?" Tanya Faizal.


Dan Sonia hanya memutar bola matanya bosan.

__ADS_1


"Kau kenapa?" Tanya Faizal.


"Kenapa apanya?" Tanya Sonia.


"Iya, tadi aku lihatin kamu. Dan dari tadi kamu terus ngelamun, emang lagi ngelamunin apa." Tanya Faizal.


"Bukan urusanmu." Ucap Sonia.


"Dih, jutek amat. Jadi cewek tuh jangan jutek kaya gitu nanti gak ada yang suka loh." Ucap Faizal sambil mencolek dagu Sonia.


"Ih, apaan sih." Ucap Sonia kesal tapi sebenarnya dia senang saat Faizal menjailinya.


"Hahahaha..." Tawa Faizal terdengar, dia menertawakan sikap Sonia.


Drettt... Drettt... Drettt..


Handphone Faizal bergetar lalu dia langsung mengambil handphonenya yang ada di saku celananya.


"Hallo?"


"...."


"Aku ada di caffe, kamu dimana?"


"...."


"Kamu udah ada di depan caffe?"


"...."


"Ya, udah aku ke sana sekarang."


Lalu Faizal langsung menutup panggilan tersebut.


"Aku pergi dulu yah." Ucap Faizal pada Sonia.


"Ya udah pergi aja sanah, kenapa harus bilang-bilang kalau mau pergi, pergi aja." Ucap Sonia acuh.


Dan Faizal hanya tersenyum. "Bye." Ucap Faizal sambil berjalan keluar dari caffe tersebut.


Lalu terselip rasa penasaran, kemudian Sonia melihat dari kaca caffe. Dan terlihat Faizal menghampiri seorang wanita, nampak Sonia menatap jengkel pemandangan yang tengah dia lihat.

__ADS_1


"Dasar cowok playboy, tadi godain aku sekarang malah jalan sama cewek lain." Ucap Sonia jengkel.


__ADS_2