
Kini jam sudah menunjukkan pukul 4 dini hari, terlihat widia bangun dari tempat tidur sambil memegangi perutnya yang sakit. Lalu dengan buru-buru dia langsung beranjak dari tempat tidur.
Dengan wajah pucat pasih widia langsung memuntahkan isi perutnya.
"Angga, angga..." Panggil widia lemah.
Angga yang merasa ada yang memanggilnya, sedikit terganggu lalu dengan mata tertutup dia meraba-raba tempat widia berada. Lalu mata angga langsung terbuka.
"Widia kau dimana?"
Terlihat pintu kamar mandi terbuka lalu angga mengambil handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya lalu berjalan ke arah kamar mandi, betapa terkejutnya dia saat melihat widia sudah duduk lemas di kamar mandi dengan wajah pucat.
"Widia kau kenapa?" Kemudian angga langsung mengangkat tubuh widia dan menidurkannya di atas ranjang.
Lalu angga langsung menelpon dokter pribadinya.
Dokter: "Ada apa kau menelponku pagi-pagi buta seperti ini. Angga."
"Cepat datang ke rumahku, istriku sakit dan kau harus segera memeriksanya."
Dokter: "Bawa saja ke rumah sakit, aku terlalu mengantuk untuk beranjak dari ranjang kesayanganku."
"Dokter reza jika dalam 10 menit kau tidak datang aku pastikan kepalamu menjadi taruhannya."
Ancaman angga yang terdengar mengerikan membuat dokter reza yang notabenya adalah teman angga terpaksa menuruti perintahnya.
Tak beberapa lama datang dokter reza, lalu dia langsung memeriksa kondisi widia.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya angga tak sabar.
"Dia kecapean dan lagi mungkin kau harus lebih pelan dalam melakukan hubungan badan karena itu bisa mempengaruhi janin yang ada dalam kandungannya." Jelas dokter reza.
"Janin? Maksudku istriku hamil." Tanya angga tak percaya.
"Iyah istrimu hamil dan sepertinya kandungannya baru 5 minggu, dan itu masa-masa yang sangat rentan. Jadi kau harus menjaga asupan gizi yang baik untuk istrimu dan lagi saat kau melakukan hubungan badan kau harus sedikit lebih lembut, jangan terlalu bersemangat. Oke." Jelas dokter reza lagi.
__ADS_1
"Oke, terimakasih atas informasinya. Berapa bayaran yang kau minta?" Tanya angga senang.
"Kau serius?"
"Tentu, apakah wajahku terlihat bercanda?"
"Baiklah 5 juta."
"Akan ku transfer ke rekeningmu nanti."
"Aku tunggu, kalau begitu aku pamit dulu." Lalu dokter reza langsung pergi meninggalkan angga.
Terlihat angga mendekati widia,
"Widia bangun, widia." Bisik angga. Terlihat widia sedikit membuka matanya secara perlahan.
"Hemm, kepalaku pusing dan perutku mual, Angga." Keluh widia.
"Itu wajar sayang, karena kau sedang hamil."
"Iyah kau hamil, dan katanya baru 5 minggu."
Terlihat widia memegangi perutnya dan langsung memeluk angga, dan angga kemudian membalas pelukan widia.
"Sekarang aku harus jaga kesehatanmu widia, sekarang kau pake baju hangat aku tak mau nanti kau masuk angin terus sakit."
"Tapi kau yang menyuruhku tak pake baju."
"Itu tadi sebelum aku tahu kau hamil, dan lagi jika kita berhubungan badan kau jangan memintaku untuk menggoyang tubuhmu dengan kencang karena itu bisa membuat janin yang ada di rahim keguguran."
"Aku tak pernah menyuruhmu, kau yang selalu bersemangat dan selalu tak mau berhenti sampai kau puas. Lalu kau selalu menyalahkanku seakan aku yang paling bernafsu." Maki widia.
"Tapi kau yang selalu menikmatinya."
"Aku tak menikmatinya, sebenarnya hatiku selalu menolak tapi apalah daya tubuhku selalu berkata lain."
__ADS_1
"Itu sama saja widia, sekarang kau tidur." Lalu angga mengambil sebuah sweater yang ada di lemari pakaian. "Pakai ini, biar kau hangat." Lalu widia memakai sweater.
Kemudian angga menyelimuti tubuh widia sampai ke bagian leher. "Tapi aku gerah, angga." Ucap widia. Lalu angga menyalakan AC yang ada di kamarnya dan angga langsung ikut berbaring di samping widia dan memeluk tubuh mungil widia.
Kini kepala widia berada di ketiak angga, karena bagi seorang istri tidur di atas ketiak suaminya merupakan sebuah kenyamanan.
"Tidurlah widia, kau harus banyak istrirahat." Lalu angga mencium kening widia.
Kini widia perlahan menutup mata dan langsung terlelap dalam tidur, angga yang menyadari widia sudah tidur langung ikut menutup mata dan ikur tertidur juga.
Di pagi hari yang cerah,
Kini widia tengah meregangkan otot-otot tangannya yang di rasa kaku. Di lihatnya angga sudah tak ada. Mungkin dia sudah ke kantor, pikir widia.
Lalu widia beranjak dari atas ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Tak beberapa lama widia sudah selesai mandi, lalu dia langsung mengambil baju santai miliknya. Setelah selesai berpakaian widia langsung berjalan ke dapur.
Dan kini widia sudah berada di dapur, terlihat di atas meja sudah banyak makanan seperti daging ayam, telur, sayur bayam, ikan, susu dan masih banyak lagi.
"Bi kenapa makanan banyak banget?" Tanya widia heran.
"Itu perintah tuan, katanya nyonya sedang hamil jadi tuan nyuruh saya buat masak ini semua."
Widia hanya bisa tersenyum, saat mendengar ucapan bibi tentang angga.
"Sekarang tuan kemana?"
"Tuan sudah pergi ke kantor, dan berpesan kalau nyonya harus berada di rumah jangan kemana-mana. Nyonya saya ucapan selamat yah, atas kehamilannya."
"Makasih bi." Jawab widia tersenyum. Lalu widia memakan sedikit makanan yang ada di meja makan. Entah kenapa nafsu makananya hilang kadang dia juga suka merasa mual jika saat pagi hari dan itu sangat mengganggu.
Promosi :
Jangan lupa mampir di Novel author judulnya "Cinta si gadis buta" 😊
__ADS_1