Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 116


__ADS_3

Setelah selesai membeli sate, kini Angga dan Widia langsung pulang ke rumah mereka. Dan nampak Andi tengah makan di temani oleh simbok.


"Andi." Panggil ibunya.


"Ibu." Jawab Andi sambil mencium tangan ayah dan ibunya.


"Ini ibu bawakan kamu sate sapi." Ucap Widia sambil menyerahkan bungkusan yang berisi sate.


Lalu Andi langsung membuka bungkusan tersebut dan tanpa basa basi Andi langsung memakan sate tersebut dengan lahap karena Andi sangat suka dengan sate sapi.


"Dan ini untuk simbok." Ucap Widia sambil memberikan bungkusan sate.


"Makasih nyonya." Ucap simbok.


"Sama-sama, ya udah sanah simbok makan aja di belakang. Andi biar saya yang urus." Ucap Widia. Lalu simbok langsung pamit ke belakang untuk makan makanan dari Widia.


"Makannya pelan-pelan, nak." Ucap Angga yang melihat Andi makan dengan buru-buru. Dan Andi langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Tadi ayah sama ibu udah pergi darimana?" Tanya Andi dengan mulut yang masih penuh.


"Kalau bicara makanan di Telen dulu dong." Ucap Widia, lalu Andi langsung mengunyah makanannya dan menelannya.


"Iya, ibu sama ayah udah pergi dari mana?" Tanya Andi.


"Ibu sama ayah tadi pergi ke dokter sayang." Jawab Widia.


"Buat apa? Ibu sakit atau ayah yang sakit?" Tanya Andi.

__ADS_1


"Bukan sayang, ibu tadi meriksain kandungan ibu." Ucap Widia menjelaskan.


"Terus?" Tanya Andi.


"Terus, janinnya baik nak. Dan mungkin nanti kau akan dapat seorang adik yang tampan atau mungkin cantik." Ucap Angga.


"Beneran yah. Horre.. Tapi.." Ucap Andi.


"Tapi apa nak?" Tanya Angga.


"Andi gak mau kalau Adik Andi ganteng." Ucap Andi.


"Kenapa sayang." Tanya Widia.


"Kalau dia ganteng nanti Andi kalah dong, Andi gak mau kegentengan Andi tersaingi." Ucap Andi.


Di tempat lain...


Nampak Yasmin tengah menunggu taksi yang lewat. Karena mobilnya sedang di perbaiki di bangkel jadi dia harus menggunakan taksi dan tak ada satu pun taksi yang lewat.


Lalu terlihat sebuah mobil hitam berhenti di hadapan Yasmin, dan sang pengemudi langsung menurunkan kaca mobilnya.


"Butuh tumpangan?" Tanya Irwan.


"Tak perlu, saya tak ingin merepotkan pak Irwan." Ucap Yasmin.


"Gak kok, enggak ngerepotin." Ucap Irwan. Mendengar hal itu lalu Yasmin langsung menaiki mobil Irwan.

__ADS_1


"Mau di anterin kemana?" Tanya Irwan.


"Ke apartemen ku saja." Ucap Yasmin.


Mendengar hal itu Irwan langsung mengemudikan mobilnya menuju apartemen Yasmin.


"Khem. Yasmin." Panggil Irwan.


"Iya, ada apa?" Tanya Yasmin.


"Aku melihatmu sangat dekat dengan model pria yang baru. Apakah kalian punya hubungan spesial?" Tanya Irwan.


"Tidak kami hanya teman." Jawab Yasmin. Dan Irwan hanya menganggukkan kepalany sebagai jawaban.


Setelah itu tak ada lagi obrolan antara mereka berdua, keduanya lebih memilih diam satu sama lain.


Lalu tak beberapa lama mobil Irwan sudah berhenti di depan apartemen milik Yasmin.


"Terimakasih atas tumpangan nya pak Irwan." Ucap Yasmin sambil menundukkan kepalanya.


"Sama-sama, apakah kau tak ingin mengajakku masuk?" Tanya Irwan.


"Maaf, tapi tak baik mengajak seorang pria main ke rumah wanita tanpa di dampingi orang lain." Ucap Yasmin.


"Oke, baiklah aku mengerti. Kalau begitu aku pamit." Ucap Irwan.


Lalu Yasmin langsung turun dari mobil Irwan, dan Irwan langsung melajukan mobilnya tapi sebelum itu Irwan memberikan sebuah senyuman manis pada Yasmin. Dan Yasmin hanya diam terpaku melihat senyuman Irwan karena senyumannya berbeda dengan senyuman nya yang biasa, seperti sebuah senyuman untu seseorang yang dia sayangi.

__ADS_1


__ADS_2