Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 143


__ADS_3

Nampak Bunda Lili tengah berada di sebuah restoran sambil menunggu seseorang, kemarin bunda Lili mendengar kabar jika Reza telah mencelakai Angga. Dan kali ini Bunda Lili ingin menyelesaikan semua masalah yang telah terjadi ini dengan otak dingin dan secara kekeluargaan.


Nampak tak beberapa lama datang Angga dan juga Widia, lalu Angga langsung mencium tangan ibundanya dan juga Widia ikut mencium tangan ibunda Lili.


"Ada apa bunda mengajak kami berdua bertemu di sini?" Tanya Angga.


Nampak Ibunda Lili hanya diam, sementara Widia hanya menatap ke sekeliling mereka.


"Apa perasaanku saja atau memang restoran ini sepi?" Tanya Widia. Dan Angga pun baru menyadari jika di restoran ini hanya ada mereka bertiga saja.


"Bunda?" Tanya Angga lagi.


"Sebenarnya bunda mengajak kalian kemari ada yang ingin bunda katakan." Ucap Ibunda Lili.


"Apa itu?" Tanya Angga.


"Tunggu seseorang lagi, baru bunda akan mengatakannya." Ucap bunda Lili.


"Siapa?" Tanya Angga.


"Nanti kau juga tahu sendiri." Ucap bunda Lili sambil meminum teh miliknya.


Angga dan Widia hanya bisa diam sambil memikirkan siapa orang yang bunda Lili tunggu.


Lalu tak beberapa lama datang seseorang menghampiri mereka bertiga.


"Bundaku." Panggilnya sambil memeluk bunda Lili.


Dan Angga langsung membulatkan matanya melihat orang yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Angga.


"Bunda yang memanggilku kemari." Ucap Reza.


"Bunda kenapa mengajaknya kemari?" Tanya Angga.


"Sudah sayang, tahan emosimu." Ucap Widia. Lalu Angga langsung berusaha menahan emosinya.


"Reza kau duduk." Ucap bunda Lili.


"Aku bukan Reza aku Anggi." Ucapnya.


"Baiklah, sekarang kalian bertiga duduk." Ucap bunda Lili.


Dan mereka pun langsung menuruti ucapan bunda Lili, "Bunda mengumpulkan kalian ke sini untuk meluruskan semua masalah yang terjadi di sini." Ucapnya.


"Hey, jaga bicaramu itu." Ucap Reza tak terima.


"Anggi, bunda dengar kemarin kau mencelakai lagi Angga? Kenapa kau melakukan itu?" Tanya bunda Lili dengan tatapan dingin.


"Aku..." Nampak Reza tak bisa menjawab, karena jika sudah berada di hadapan bunda Lili dia sudah tak bisa mengelak lagi.


"Bunda tahu kau ingin menjadi putra bunda, tapi tidak seperti itu caranya Anggi. Kau tak perlu menjadi Angga, kau cukup jadi dirimu sendiri. Meski kau bukan putraku tapi aku selalu menganggapmu sebagai anakku." Ucap bunda Lili.


"Tapi kenapa dulu kau seperti membenciku." Tanya Reza.


"Aku tak membencimu tapi aku membenci sikap dan kelakuan mu saja." Ucap bunda Lili.


Dan Reza hanya bisa diam, dia hanyalah seorang anak yang ingin mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu dan baginya bunda Lili adalah ibu yang sangat baik untuknya.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi cepat minta maaf." Ucap bunda Lili.


Lalu Reza langsung melihat ke arah Angga. "Aku minta maaf." Ucap Reza.


"Apa kau bilang, aku tak bisa mendengarnya." Ucap Angga.


"Aku minta maaf." Ucap Reza sambil menaikkan nada bicaranya.


"Apakah itu ucapan minta maaf, terdengar seperti tidak tulus." Ucap Angga.


Nampak Reza sudah mulai kesal, "Sudah, kau juga Angga. Minta maaf pada Reza." Ucap bunda Lili.


"Aku? Untuk apa aku minta maaf padanya. Aku tak mau." Ucap Angga.


"Khem.." Nampak bunda Lili menatap Angga dengan tatapan yang mampu membuat Angga bergidik ngeri.


"Baiklah, aku minta maaf." Ucap Angga.


"Apa tadi yang kau bilang aku tidak mendengarnya." Ucap Reza.


"Beraninya kau.." Maki Angga.


"Khem..." Dan sekali lagi deheman bunda Lili mampu membuat kedua orang yang sama keras kepalanya itu langsung tunduk.


"Bunda ingin kalian akur satu sama lain, meski kalian bukan sodara kandung. Tapi bunda menyayangi kalian seperti anak bunda sendiri." Ucap bunda Lili.


Lalu bunda Lili merentangkan kedua tangannya da seketika Angga dan juga Reza langsung memeluk bundanya itu.


Widia yang melihat hal itu hanya bisa menatap takjud pada ibu mertuanya itu, dia mempu melerai permasalahan antara Angga dan juga Reza.

__ADS_1


__ADS_2