Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 101


__ADS_3

Keesokan harinya, nampak pak nugraha tengah berjalan ke tempat janjiannya dengan angga tak lupa dia juga membawa rudi yang sudah babak belur.


Di dalam ruangan nampak angga dan sonia tengah duduk, "Kita mau apa sih kak?" Tanya sonia karena dia tak tahu untuk apa kakaknya mengajaknya ke tempat seperti ini.


"Nanti kamu juga bakalan tahu sendiri." Jawab angga.


"Tuan pak nugraha sudah datang." Ucap riko.


"Suruh dia langsung masuk saja." Jawab Angga.


Lalu tak beberapa lama pak nugraha datang dan langsung memasuki ruangan. Nampak sonia bingung saat melihat bapak-bapak memasuki ruangan yang mereka tempati, sementara angga hanya tersenyum puas melihat hal itu.


"Apa kau bawa yang aku minta?" Tanya angga.


"Tentu, saya bawa yang anda minta." Jawabnya.


Lalu pak nugraha memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa rudi, betapa terkejutnya sonia saat melihat mantan kekasihnya babak belur seperti itu.


"Apa maksudnya ini kak?" Tanya sonia.


"Pria itu kan yang telah mempermalukanmu?" Tanya angga.


"Iya memang dia, tapi kenapa kakak membuatnya menjadi seperti itu?" Tanya sonia.


"Kakak, tak melakukan apa-apa. Ayahnya sendiri yang membuatnya babak belur." Jawab angga.

__ADS_1


Lalu mata sonia langsung menatap pak nugraha. "Anda ayahnya?" Tanya sonia.


"Iya, saya ayahnya." Jawab pak nugraha.


"Kenapa kau sampai hati memukuli putramu sendiri." Tanya sonia.


"Karena sa..ya.. Mendengar bahwa nona sonia di permalukan oleh anak saya dan saya hanya ingin memberi pelajaran pada anak saya agar bisa menghargai perempuan." Jelasnya.


"Jika kau ingin memberi pelajaran pada putramu kenapa kau harus membawanya kemari?" Tanya sonia.


"Ah, karena ini permintaan dari kakak mu." Ucapnya.


Lalu mata sonia langsung menatap tajam kakaknya itu, sementara angga hanya mengangkat bahunya acuh.


"Apa yang di berikan oleh kakakku?" Tanya sonia.


Dan sonia menatap tak percaya pria yang ada di hadapannya itu, hanya karena uang sampai tega membuat anaknya menderita.


"Apa kau benar ayahnya rudi?" Tanya sonia.


"Iya, benar saya ayahnya." Jawab pak nugraha.


"Hahaha... Kau bahkan tak pantas untuk di sebut ayah, dimana hati nuranimu sebagai seorang ayah. Dengan teganya kau menyakiti anakmu sampai seperti ini hanya karena uang? Bahkan harimau yang ganas pun tak akan menyakiti anaknya sendiri. Tapi kau..? Kau bahkan lebih hina dari seekor binatang." Ucap sonia.


Dan pak nugraha hanya menatap kesal wanita yang telah memakinya itu, tapi sekuat mungkin pak nugraha tak akan melawan karena dia tak ingin jika kerja sama dengan angga akan gagal lagi.

__ADS_1


"Riko." Panggil sonia.


"Iya, nona muda." Tanya riko.


"Bantu aku bawa rudi ke rumah sakit." Ucap sonia.


Lalu riko menatap angga dan angga langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Kemudian, riko dan 2 anak buah angga membawa rudi ke rumah sakit.


Kini hanya ada angga dan pak nugraha.


"Bagaimana pak angga?" Tanya pak nugraha.


"Bagaimana apa?" Tanya angga.


"Tentang kerja sama kita." Ucap pak nugraha.


"Oh, soal itu. Kau lihakan adikku tersayang tak puas dengan hasil kerja mu itu. Jadi tak ada perjanjian kerja sama di antara kita." Ucap angga santai.


"Kau... Menipuku." Teriak pak nugraha.


"Aku tak menipumu." Ucap angga.


"Bedebah kau angga akan ku bunuh kau." Ucap pak nugraha seraya berjalan hendak memukul angga tapi dengan cepat angga menangkis serangan tersebut. Dan malah pak nugraha yang terkena pukulan dari angga.


"Itu salahmu sendiri yang terlalu serakah." Ucap angga sambil berjalan pergi meninggalkan pak nugraga.

__ADS_1


Nampak pak nugraha hanya bisa menangis menyesali apa yang telah dia lakukan pada rudi.


__ADS_2