
Cukup lama widia menunggu pesananya tiba, dan tak beberapa lama terdengar suara ketukan di pintu.
Dengan langkah cepat widia langsung membuka pintu, dan ternyata riko telah datang dengan pesanan yang widia pesan tadi.
Lalu widia membantu riko membawa beberapa bungkus plastik yang berisi makanan miliknya.
"Tuan saya sudah membeli makanan yang anda pesan." Ucap riko pada angga.
Lalu mata angga melihat widia yang nampak sangat senang ketika makanan yang dia pesan telah datang.
"Karena istriku senang maka bulan ini akan ku kasih bonus untukmu." Ucap angga.
"Terimakasih tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Kemudian riko berlalu pergi meninggalkan widia dan angga.
Terlihat widia membuka semua bungkusan plastik yang berisi makanan yang dia pesan. Tapi widia hanya melihat makanan itu dan belum menyentuhnya.
"Ada apa wi? Apa makanannya tak sesuai dengan yang kau inginkan."
"Bukan, makanannya sesuai tapi aku bingung harus makan yang mana dulu."
"Widia, widia. Dari pada kau bingung lebih baik kau makan makanan yang aku pesan terlebih dahulu." Sambil menyerahkan makan siang yang tadi angga pesan.
"Gak mau."
"Ini sehat loh wi."
"Nanti aja, aku mau makan mie set dulu." Lalu widia langsung memakan mie set yang tadi dia pesan, sementara angga hanya tersenyum sambil memakan makan siangnya dan sesekali angga juga menyuapi widia dengan makanan yang dia pesan meski widia sesekali menolak makanan tersebut.
Terlihat bibir widia sedikit merah dan matanya berkaca-kaca.
"Ya ampun, pedes banget." Sambil mengibas-ngibas tangannya.
"Kan aku udah bilang jangan makan yang pedes-pedes."
"Kamu itu gak tahu yah mood cewe itu yah makanan pedes."
"Terserah kamu aja wi. Nih minum dulu." Sambil menyodorkan air minum ke widia.
__ADS_1
Dan widia langsung meneguk habis air minum yang di berikan oleh angga.
"Karena mie set udah abis, aku ganti kemana yah? Ah ke sosis bakar aja deh." Sambil mengambil plastik yang berisi sosis bakar.
"Kamu pesen 3 wi?"
"Iyah, emangnya kenapa?"
"Banyak benget wi dan lagi itu ukuran jumbo loh sosianya. Emang perut kamu muat?"
"Yah muat dong, Ah ini 1 buat kamu dan 2 buat aku." Sambil menyodorkan 1 sosis pada angga.
Dan angga hanya menatap sosis itu.
"Ya ampun aku lupa, kamu kan gak boleh makan sosis."
"Kata siapa aku gak boleh makan sosis." Tanya angga keheranan.
"Yah kan kamu punya sosis jadi kalau kamu makan sosis bakar ini, nanti jadi kanibalisme. Hahahaha." Tawa widia terdengar keras.
"Dasar, udah berani bencada yah?" Sambil merangkul pundak widia dan mencubit pipinya.
"Yah soalnya pipi kamu itu bikin aku gak tahan buat nyubit."
"Dasar."
Kini angga dan widia menikmati hari mereka dengan penuh canda dan tawa, dan tak beberapa lama widia sudah menghabiskan seluruh makanan yang tadi dia pesan terkecuali makanan yang angga pesan widia tak mau memakannya.
Karena sudah kenyang widia lalu tertidur pulas dia atas sofa dan angga hanya tersenyum melihat istrinya tengah tertidur. Tak ingin mengganggu widia, angga lebih memilih kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tring, tring, tring...
Suara telpon kantor berbunyi dan angga langsung mengangkatnya.
"Hallo pak angga."
"Iyah ada apa?"
__ADS_1
"Bu yasmin datang kemari dan ingin bertemu dengan anda tapi saya mengatakan jika anda sedang ada rapat dan tak boleh di ganggu."
"Lalu dimana dia sekarang."
"Dia sekarang ada di lobi pak."
"Usir dia keluar dari perusahaanku dan ingat jika dia datang kembali jangan biarkan dia menginjakkan kakinya di perusahaanku."
"Baik pak."
Di lain tempat.
Setelah selesai mengubungi angga, lalu recepsionis itu langsung menyuruh yasmin untuk pergi dari perusahaan.
"Maaf bu, pak angga menyuruh anda untuk segera pergi dari perusahaannya."
"Kamu jangan ngaur yah? Saya ini calon nyonya Angga dan calon pemilik perusahaan ini. Bagaimana bisa angga mengusir saya."
"Tapi ini memang perintah dari pak angga langsung."
"Saya tak percaya, saya harus bertemu dengan angga langsung."
"Maaf bu anda tak bisa menemui pak angga dan lebih baik anda pergi sekarang."
"Pegawai rendahan kaya kamu berani memerintah saya. Saya akan nyuruh angga buat pecat kamu karena kamu udah berani ngusir saya."
"Maaf bu tapi ini memang perintah dari pak angga langsung, lebih baik ibu keluar sekarang atau saya panggil sekuriti."
Bukannya mendengarkan ucapam recepsionis tersebut yasmin malah terus berjalan hendak ke ruangan angga.
"Sekuriti , sekuriti, sekuriti." Teriak sang recepsionis.
"Ada apa?" Tanya 2 orang sekuriti.
"Tolong bawa ibu itu keluar, dia telah membuat keributan di perusahaan ini."
Lalu 2 sekuriti itu langsung memangangi tanga yasmin dan membawanya keluar dari perusahaan angga.
__ADS_1
"Beraninya kalian berdua, lepaskan saya." Teriak yasmin.
Tanpa mendengarkan ocehan yasmin kedua sekuriti itu langsung membawa yasmin keluar dari perusahaan angga.