
Setelah menyelesaikan urusannya itu angga langsung pulang ke rumah, dia tak sabar untuk bertemu dengan istrinya.
Setelah sampai di rumah.
"Sayang..." Teriak widia sambil nada yang merengek.
Entah kenapa perasaan angga langsung tak enak saat mendengar suara widia.
"Ada apa?" Tanya angga.
"Kamu mau kan ngabulin permintaan aku?" Tanya widia.
"Sudah ku duga." Ucap angga di dalam hati. "Memangnya kamu mau apa sayang."
"Aku mau sate." Rengek widia.
"Baiklah nanti aku nyuruh simbok belikan untukmu." Ucap angga.
"Aku gak mau beli, aku mau kamu buatin buat aku." Rengek widia.
Dan angga hanya bisa menepuk jidatnya, "Tak ku sangka jika wanita ngidam sangat menyusahkan, kalau tahu gini aku gak akan buat lagi anak." Ucap angga dalam hati.
"Kamu kenapa sayang." Tanya widia.
"Gak papah kok." Jawab angga.
"Kalau gitu, aku mau nyuruh bibi buat beli bahan-bahan buat bikin satenya yah. Sekarang kamu istirahat aja." Ucap widia sambil berjalan pergi meninggalkan angga.
Angga hanya bisa mengelus dada akibat ulah konyol widia, dosa apa angga lakukan sampai dia di buat kerepotan oleh widia.
Tak ingin ambil pusing, angga kemudian langsung berjalan menuju kamarnya dan sebelum itu dia bertemu dengan andi.
"Ayah kenapa?" Tanya andi.
"Biasa ibumu, bikin ulah lagi." Jawab angga.
"Ibu bikin ulah? Emangnya ibu bikin ulah apa yah?" Tanya andi.
"Ibumu itu lagi ngidam, dan ngidamnya itu suka yang aneh-aneh." Ucap angga.
__ADS_1
"Memangnya sekarang ibu lagi ngidam apa?" Tanya andi.
"Ibumu lagi ngidam sate." Ucap angga.
"Cuman sate kok di bilang aneh." Ucap andi.
"Yah, jelas anehlah. Karena harus ayah yang buatnya. Kamu tahukan ayah itu gak bisa masak, ayah di lahirkan buat ngurus perusahaan bukan ngurus dapur." Ucap angga kesal.
"Itu sih derita ayah." Ejek andi sambil berjalan pergi.
Angga hanya membulatkan mata mendengar ejekan anaknya. "Ibu dan anak gak ada akhlak." Oceh angga dalam hatinya.
Di tempat lain...
Nampak seorang wanita dengan dres mini tengah duduk di sebuah caffe, dia seperti sedang menunggu seseorang.
"Maaf aku terlambat." Ucap orang yang di tunggunya.
"Gak papah kok, lagi pula aku juga baru datang." Jawabnya.
"Kamu udah pesen makanan?" Tanyanya.
"Yasmin, yasmin. Ya udah sekarang kamu pesen makanan." Jawab irwan sambil melambaikan tangan pada pelayan caffe tersebut.
"Mau pesan apa?" Tanya si pelayan.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya irwan ke yasmin.
"Hem, samain aja deh." Jawab yasmin.
"Ya, udah spageti 2, jus mangga 2." Ucap irwan pada palayan tersebut.
Lalu pelayan itu langsung menuliskan pesanan irwan. "Kalau begitu, di tunggu sebentar tuan." Ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkan irwan dan yasmin.
"Mas." Panggil yasmin.
"Ada apa?" Jawab irwan.
"Aku mau ngucapin makasih." Ucap yasmin.
__ADS_1
"Makasih? Makasih buat apa." Tanya irwan.
"Iya makasih, karena mas irwan udah bantu aku dan udah jadiin aku model produk di perusahaanmu. Dan karena itu ekonomi aku jadi kembali stabil lagi." Jelas yasmin.
"Gak udah bilang makasihlah, kan kita teman jadi harus saling bantu." Ucap irwan sambil tersenyum.
Entah kenapa hatinya sedih saat irwan mengatakan 'Kita teman' dan yasmin hanya bisa tersenyum kaku untuk membalas ucapan dari irwan.
Lalu tak beberapa lama pesanan mereka berdua sudah datang. Lalu pelayan itu langsung menyimpan pesanan tersebut ke atas meja.
"Terimakasih." Ucap yasmin.
"Sama-sama. Silahkan di nikmati." Ucap pelayan itu sambil membungkukan tubuhnya lalu setelah itu ia langsung pergi.
"Ayo di makan." Ucap irwan.
Dan yasmin hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, nampak yasmin dan irwan memakan makanannya dengan tenang.
"Hem, mas irwan." Panggil yasmin.
"Ada apa?" Tanya irwan.
"Apa kau sekarang sudah memiliki wanita yang kau cintai?" Tanya yasmin.
"Hem, untuk saat ini belum ada." Jawab irwan.
"Kok bisa?" Tanya yasmin.
"Hem, entahlah. Aku belum terpikir untuk kembali mencintai seorang wanita." Ucap irwan.
"Kenapa?" Tanya yasmin semakin penasaran.
"Kenapa kau terus bertanya tentang masalah percintaanku?" Tanya irwan sambil tersenyum.
Dan wajah yasmin langsung memerah menahan malu. "Tak apa aku hanya penasaran saja." Jawab yasmin.
"Hem, cepat habiskan makananmu." Ucap irwan.
Lalu yasmin dan irwan langsung kembali memakan makanannya dengan tenang dan penuh nikmat, dan setidaknya yasmin menimati makan siang dengan irwan.
__ADS_1
♡Siapa di sini yang setuju jika irwan dengan yasmin. Silahkan komen♡ 😊😊😊