Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 151


__ADS_3

2 Bulan kemudian...


Nampak Widia tengah duduk sambil melihat majalah, entah kenapa tiba-tiba perutnya terasa sakit.


"Aww..." Rintih Widia sambil memegangi perutnya yang sedang sakit.


"Ada apa wi?" Tanya Bu Rahayu yang baru datang.


"Enggak tahu Bu, perut aku sakit." Ucap Widia.


"Kayanya kamu mau lahiran wi." Ucap Bu Rahayu.


"Iya Bu, Bu tolong telpon mas Angga. Suruh dia pulang." Ucap Widia. Lalu Bu Rahayu langsung menelpon Angga.


Di ruang rapat...


Nampak suasa tengah mencekam, nampak para karyawan tengah duduk gelisah tak lupa juga dengan keringat dingin berkucuran di setiap orang yang ada di ruangan rapat tersebut.


Karena hari ini Angga dalam keadaan yang tidak baik, dia terus memarahi para karyawan habis-habisan.


"Apa kalian sudah bosan bekerja di sini?" Tanya Angga.


Tak ada jawaban dari para karyawan Angga.


Drett.. Drett.. Drett..


Handphone milik Angga nampak bergetar, lalu Angga langsung melihat handphone miliknya dan ternyata ibu mertuanya yang menelpon.


"Hallo Bu, ada apa?"


"Kamu dimana?"


"Angga lagi di kantornya."


"Cepetan pulang, Widia mau lahiran. Bantu ibu buat bawa Widia ke rumah sakit."


"Widia mau lahiran, baik. Angga akan pulang sekarang."

__ADS_1


Lalu Angga pun langsung memutuskan panggilan tersebut, dan dia pun langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Hari ini rapat sampai di sini saja. Karena istri saya akan segera melahirkan." Ucap Angga.


"Selamat pak Angga." Ucap Semua orang.


Dan Angga pun tersenyum, "Do'akan istri saya melahirkan dengan selamat, dan kalian semua akan mendapatkan bonus." Ucap Angga.


Dan semuanya orang langsung mendoakan istri Angga, sementara Angga segera pergi ke rumahnya untuk menjemput Widia.


Tak beberapa lama Angga pun sudah sampai di rumahnya, dengan langkah cepat Angga langsung menghampiri Widia.


"Ayo." Ajak Angga. Dan Angga pun langsung memapah Widia menuju mobil miliknya, tak lupa Bu Rahayu pun ikut bersama dengan Angga.


Perjalanan menuju rumah sakit cukup memakan waktu yang lama, karena jalanan macet.


Tak beberapa lama Angga pun sampai di rumah sakit, dan para suster pun langsung membawa Widia ke ruang bersalin.


"Maaf yang bisa masuk hanya suaminya saja." Ucap suster tersebut.


"Baiklah, mari ikut saja pak." Ajak suster tersebut.


Lalu Angga pun langsung masuk ke ruang bersalin tersebut.


Sementara Bu Rahayu hanya menunggu di luar, dan saat Bu Rahayu tengah menunggu tak beberapa lama datang Sonia dan juga ibunda Lili.


"Bagaimana apakah Widia sudah melahirkan?" Tanya Ibunda Lili.


"Belum." Jawab Bu Rahayu.


Lalu ibunda Lili dan Sonia langsung duduk di samping Bu Rahayu, sementara Andi tengah berada di jalan menuju rumah sakit. Karena hari ini di pergi ke sekolah dan Angga pun langsung menyuruh supir Andi untuk langsung mengantarkan Andi ke rumah sakit.


Di dalam ruang bersalin...


Nampak Widia sudah siap untuk mengeluarkan semua tenaganya, dan dokter pun sudah ada di dalam ruangan untuk membantu Widia. Sementara Angga dengan senan tiasa menggenggam tangan Widia.


"Baik Bu, sekarang dorong." Ucap dokter tersebut.

__ADS_1


"Arggg..." Nampak Widia mulai berusaha mengeluarkan tenaganya.


Sementara Angga hanya berusaha menahan sakit karena tangannya di cengkram kuat oleh Widia.


"Dorong terus Bu, kepalanya sudah mau keluar." Ucap dokter tersebut.


"Arggg..." Nampak Widia terus mengeluarkan tenaganya, sakit itu yang di rasakan oleh Widia.


Angga sebenarnya tak tega melihat istrinya kesakitan seperti ini, tapi mau bagaimana lagi. Ini merupakan resiko menjadi seorang wanita.


Setelah mempertaruhkan nyawanya, kini terdengar tangisan seorang bayi. Widia yang mendengar hal itu langsung lemas seketika dan terlihat sebuah senyuman bahagia saat mendengar tangisan bayi kecilnya itu.


Bu Rahayu, ibunda Lili, Sonia dan Andi langsung senang saat mereka mendengar suaranya tangisan bayi.


Setelah bayi itu di bersihkan, Widia langsung memeluk bayinya.


"Panggil Andi kemari." Ucap Widia.


Lalu Angga pun langsung memanggil Andi untuk menemui ibunya dan juga adik barunya.


"Ibu." Panggil Andi.


"Lihat sayang, ini adik kamu." Ucap Widia.


Nampak Angga, Andi dan juga Widia tersenyum bahagia, meski wajah Widia masih pucat karena lelah.


"Siapa namanya?" Tanya Widia.


"Nabila Aulia Dzikrat." Ucap Angga.


"Nama yang bagus." Jawab Widia.


"Iya, Andi juga suka nama itu. Nabila." Ucap Andi.


Lalu Andi dan juga Angga langsung memeluk widia dan juga Nabila dengan penuh kebahagiaan.


•••••••••• TAMAT •••••••••••

__ADS_1


__ADS_2