
Kini Andi sudah berada di rumah, nampak dia sudah di sambut hangat oleh ibu tercintanya itu. Lalu Andi langsung mencium tangan ibunya.
"Uh.. Anak ibu yang ganteng udah pulang sekolah pasti cape yah, sini biar ibu bawakan tasnya." Ucap Widia sambil mengambil tas milik Andi.
"Ayah kemana Bu?" Tanya Andi.
"Ayah, ayahmu masih di kantor. Katanya dia bakalan pulang telat, soalnya masih banyak kerjaan." Jelas Widia.
Lalu Andi langsung berjalan menuju ke kamarnya, dan Widia hanya tersenyum melihat putranya itu. Sikap dan wataknya sangat mirip dengan Angga.
Lalu Widia melihat isi tas milik Andi, karena sudah kebiasaan Widia selalu melihat hasil belajar putranya, tapi dia melihat sebuah bungkusan kado di tas milik Andi.
"Apaan ini?" Tanya Widia pada dirinya sendiri.
Karena Widia merupakan orang yang memiliki tingkat ke kepoan yang sangat tinggi, lalu dia langsung membuka bungkusan tersebut.
Lalu matanya langsung melihat sebuah syal yang berwarna ungu, dengan sebuah ukiran nama.
"Andi Wahyudi." Ucap Widia yang membaca tulisan tersebut. Lalu di sebelahnya ada ukiran inisial "N. Siapa itu 'N'." Ucap Widia.
Lalu dia langsung berjalan menuju kamar putranya itu, di lihatnya Andi tengah berbaring di atas ranjang miliknya.
__ADS_1
"Uh, anak ibu ternyata udah ada yang suka, sampe bisa ngeluluhin hati seorang wanita." Ucap Widia sambil memeluk putranya.
"Apaan sih Bu." Ucap Andi.
Lalu Widia langsung memperlihatkan syal tersebut. "Ini hadiah dari siapa nak, syalnya bagus banget." Ucap Widia.
Lalu Andi langsung membulatkan matanya, dia lupa jika kado dari gadis itu masih ada di dalam tasnya.
"Gak tahu Bu, buang aja. Lagi pula Andi gak butuh barang jelek kaya gitu." Ucap Andi sambil menyembunyikan wajahnya dia balik bantal.
"Ih, gak boleh gitu. Ini bagus loh. Kalau kamu gak mau nyimpen biar ibu aja yang nyimpen. Siapa tahukan nanti kalau kamu udah gede kamu nanyain ini lagi." Ucap Widia. Dan Andi tak menjawab ucapan dari ibunya itu, lalu Widia langsung berjalan keluar dari kamar Andi tak lupa dia juga membawa syal tersebut.
Flashback on.
"Dasar anak haram.." Ucap salah satu gadis itu yang tak lain adalah kakak tirinya.
Nampak gadis kecil itu hanya bisa menangis, lalu teman dari kakak tirinya langsung menarik tas gadis kecil itu dan mengeluarkan semua isi tasnya.
"Hahaha..." Terdengar tawa senang dari ketiga gadis kecil itu.
Andi yang kebetulan ada di sana hanya bisa menatap jengkel pada ketiga gadis itu, lalu dengan langkah santai dia menghampiri mereka.
__ADS_1
"Hey, apa yang sedang kalian lakukan." Tanya Andi.
Ketiga gadis kecil itu langsung melihat ke arah Andi, "Bukan urusanmu, aku di sini sedang mendidik adik tersayang agar menjadi anak baik." Ucap gadis itu yang merupakan kakak tiri gadis yang sedang di tindas.
"Mendidik tidak seperti itu juga caranya, kau ingin aku laporkan pada kepala sekolah." Ancam Andi.
"Aku tak takut." Ucap gadis itu, lalu temannya berbisik padanya.
"Sebaiknya kita pergi, ku dengar dia anak dari pengusaha terkenal." Bisik temannya. Lalu ketiga gadis itu langsung pergi meninggalkan Andi dan juga gadis itu.
"Kau tak apa?" Tanya Andi. Dan gadis itu langsung mengangguk kepalanya, dan Andi ingat jika gadis yang ada di hadapannya adalah teman sekelasnya tapi Andi tak tahu namanya.
"Terimakasih." Ucap gadis itu pelan.
"Siapa namamu." Ucap Andi.
"Aku Ni..." Sebalum gadis itu menyebutkan namanya supir pribadi Andi sudah memanggilnya.
"Maaf aku harus pergi." Ucap Andi sambil berjalan menghampiri supir pribadinya.
Sementara gadis kecil itu, nampak tersenyum sambil menatap kepergian Andi.
__ADS_1
Flashback off.