Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps.38


__ADS_3

Kini widia, bu rahayu dan andi sudah siap, dan mereka tinggal menunggu kedatangan mbak lala.


Dan tak beberapa lama mbak lala datang dengan sebuah mobil.


"Maaf yah, udah buat kalian nunggu lama." Ucap mbak lala meminta maaf.


"Iyah mbak gak papa kok." Jawab widia.


"Ya udah, barang-barang kalian bisa di masukkan ke bagasi." Ucap mbak lala.


Lalu widia memasukkan barang-barang miliknya, andi dan ibunya ke dalam bagasi.


Skip.


Kini mobil yang di tumpangi oleh widia sudah berjalan menuju ke jakarta, di sepanjang jalan widia hanya melamun sambil melihat ke luar.


"Kamu kenapa widia." Tanya mbak lala yang masih pokus menyetir.


"Gak papa kok mbak." Jawab widia.


Mbak lala tahu jika widia sangat tak ingin kembali ke jakarta karena jika dia kembali ke jakarta sama saja membuka luka lama yang telah dia kubur dalam-dalam.


"Oh, iyah mbak nanti aku sama keluargaku tinggal dimana?" Tanya widia.

__ADS_1


"Tenang aja, kamu tinggal aja dulu di tempat mbak nanti setelah tanda tangan kontrak kamu bakal dapet apartemen kok." Ucap mbak lala.


"Wih, yang bener mbak." Tanya widia.


"Beneran wi, kan yang mau ngontrak kamu juga bukan perusahaan kecil jika kamu bisa sukses di perusahaan itu bisa aja kamu jadi bintang besar yah kan." Ucap mbak lala.


"Hehehehe, semoga aja. Dan ini juga berkat mbak lala yang selalu dukung aku." Ucap widia.


"Kamu bisa aja." Jawab mbak lala.


Widia sangat bahagia bisa bertemu dengan mbak lala, karena mbak lala sudah widia anggap seperti kakak sendiri dan lagi dia juga yang membantu widia dari nol sampai bisa jadi widia yang sekarang.


Dan terlihat andi sedang tertidur nyenyak dan begitu juga dengan bu rahayu, widia juga sangat bersyukur telah di karunia andi sebagai anaknya meski dulu widia sangat membenci kehadiran andi tapi seiring berjalannya waktu sifat keibuan widia pun muncul.


Terlihat seorang pria tampan tengah melihat-lihat dokumen yang ada di mejanya, dan tak beberapa lama datang seorang pria menghampiri pria yang tengah melihat-lihat dokumen tersebut.


"Tuan."


"Ada apa riko."


"Soal model iklan produk terbaru kita."


"Ada apa? apa ada masalah."

__ADS_1


"Tidak ada, hanya saja mungkin dia akan datang besok atau nanti sore."


"Kenapa?"


"Model produk kita yang sekarang berasal dari bandung."


"Hmmm, yah biarkan saja. Aku mengerti kok dan siapa nama model itu."


"Namanya Widia."


Seketika angga langsung terdiam saat mendengar nama widia, dia jadi teringat akan wanita yang pernah menggoyahkan perasaannya itu. Dan angga sudah sangat lama tak lagi mendengar kabar tentang widia.


"Kalau begitu kau boleh pergi."


"Baik tuan."


Lalu riko langsung pergi meninggalkan ruangan angga, kini terlihat angga sedang melamun memikirkan widia.


"Sangat kebetulan sekali namanya bisa sama, tapi itu tak mungkin widia." Ucap angga pada dirinya sendiri.


Saat angga mendengar kabar bahwa irwan dan widia akan menikah betapah patah hati dirinya dan tak beberapa lama juga terdengar kabar jika irwan tak menikahi widia tapi menikahi wanita lain. Angga sangat penasaran kemana perginya widia, dia bagaikan di telan bumi karena tak ada kabar tentang keberadaannya.


Terlihat angga senyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian waktu dia dan widia menghabiskan malam bersama, meski terbilang pemaksaan tapi angga sangat menikmatinya dan itu adalah pengalamam paling berkesan untuk hidup angga.

__ADS_1


__ADS_2