Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps.23


__ADS_3

Tak ingin terus memikirkan hal-hal konyol itu, angga lebih memilih ikut membaringkan tubuh nya di samping widia sambil tangan nya memeluk pinggang ramping widia dan kemudian ikut memejamkan mata dan tertidur menuju alam mimpi.


Di pagi hari yang cerah, nampak widia mulai membuka mata nya dari tidur nya yang cukup nyenyak tapi sebelum itu dia merasakan ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya dan saat widia melihat seseorang yang tengah tertidur nyenyak sambil memeluk pinggangnya.


"Ahhkkkkkkkk......." Terdengar jeritan widia membuat angga terbangun dari tidurnya.


"Berisik, pagi-pagi sudah membuat keributan." Ucap angga masih dalam keadaam mengantuk.


"Apa yang kau lakukan pada ku?"


"Menurutmu."


Lalu widia melihat tubuhnya, sontak dia sangat terkejut ketika dia mendapati dirinya sudah tak memakai sehelai benang sedikit pun.


"Kau... Apa yang telah kau lakukan? beraninya kau..." Teriak widia sambil memukul angga.


"Hey.. Hentikan." Ucap angga.


"Tak akan ku hentikan, beraninya kau menyentuh ku lagi." Teriak widia sambil terus memukul-mukul tubuh angga.


Angga langsung menangkap pergelangan tangan widia dan menahan pergerakannya, widia yang melihat angga berada di atas nya langsung memberontak.

__ADS_1


"Sebaiknya kau berhenti memberontak dan sebaik nya kau berterima kasih kepada ku."


"Berterima kasih untuk apa?"


"Jika bukan karena aku menyelamatkan mu dari bandot tua itu, mungkin tadi malam kau pasti sudah habis di lahap oleh bandot tua itu."


Widia yang mendengar ucapan angga, mulai mengingat kejadian tadi malam dia pergi ke bar bersama sovi dan di beri minuman setelah itu dia tak ingat apa-apa.


Widia tak menyangka jika sovi yang dia anggap sebagai sahabat nya tega memberikan obat tidur di minumannya dan membuat dia hampir menghabiskan malam dengan bandot tua itu.


Angga yang melihat widia bungkam, merasa tak enak lalu dia melepaskan tangan widia dan beranjak pergi ke kamar mandi.


Setela kepergian angga, terlihat widia meneteskan air mata orang mana yang tak akan sakit hati jika sahabat sendiri mengkhianati nya dan bahkan tega memberikan nya pada om-om.


"Mandilah."


"Hmmm..."


Setelah itu widia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi...

__ADS_1


Terlihat widia tengah menatap pantulan diri nya di cermin. Dia merasa hidupnya sangat hancur ketika orang yang di anggap sahabat nya bisa melakukan hal yang sangat tak terpuji.


Tak ingin berlama-lama terus memikirkan tentang kejadian malam tadi, widia langsung memulai aktivitas mandinya sesekali dia melirik leher dan dadanya tapi tak ada bekas ******.


"Apa mungkin dia tak menyentuh ku?" Ucap widia pada dirinya sendiri.


"Jika benar dia tak menyentuh ku maka itu bagus." Pikir widia.


Sudah merasa cukup, widia langsung mengakhiri acara mandinya lalu dia berjalan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang hanya menutupi bagian-bagian tertentu.


Angga yang melihat widia sudah keluar dari kamar mandi langsung memberikan pakaian wanita untuk widia kenakan.


"Pakai ini."


"iyah."


Lalu widia kembali ke kamar mandi untuk menggunakan pakaian yang di berikan angga.


Tak beberapa lama widia sudah selesai mengenakan pakaian yang di berikan oleh angga.


"Ukurannya pas, bagaimana dia tahu semua ukuran pakaian ku." Pikir widia.

__ADS_1


Lalu widia keluar dari kamar mandi dan angga yang melihat widia keluar dengan pakaian yang dia berikan sontak terkejut dengan apa yang dia lihat.


__ADS_2