
Tring, tring, tring...
Terdengar suara pesan masuk ke handphone angga, lalu dia langsung mengambil handphonenya dan melihat siapa yang mengirim pesan. Tapi angga tak mengetahui siapa yang telah mengirim pesan padanya, karena penasaran angga langsung melihat isi pesan tersebut seketika tangannya langsung mengepal saat melihat foto widia bersama seorang pria.
"Beraninya kau widia, bermain di belakangku."
Lalu angga langsung bangkit dari tempat duduknya, dan segera pergi dari perusahaannya dia berniat untuk pulang ke rumah bertemu dengan widia.
Di lain tempat...
Terlihat kini widia tengah berjalan menuju kamar miliknya, karena dia sudah pulang dan ingin langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang
Lalu pikiran widia kembali teringat akan perkataan faizal.
Flasback on.
Kini widia dan faizal tengah duduk berdua karena Angelina pergi ke toilet.
"Hey, nona cantik. Kau harus sedikit hati-hati dengan teman wanitamu itu." Ucap faizal.
"Apa maksudmu." Tanya widia sambil mengerutkan kedua halisnya.
"Seperti yang kau dengar." Ucap faizal.
Dan widia langsung melihat ke arah jalan, dia tak habis pikir jika pria di depannya itu akan berbicara seperti itu tentang temannya.
"Hey, nona. Apa kau sudah tak mengingatku?" Tanya faizal.
"Iyah tentu aku ingat, kau seorang penyanyi caffe." Ucap widia.
"Huh, berarti kau memang sudah melupakanku." Lalu faizal beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi meninggalkan widia dengan wajah yang kebingungan.
Flasback off.
Saat widia tengah memikirkan kejadian saat di caffe, terdengar pintu kamar di banting.
Brak...
__ADS_1
Seketika widia di buat terkejut dengan angga yang membanting pintu. Widia bergidik ngeri saat melihat sorot mata angga yang menatapnya dengan tatapan dingin.
"Apa apa denganmu?" Tanya widia.
Lalu angga berjalan ke arah widia dan meleparkan handphonenya ke arah widia.
"Bisa kau jelaskan, apa maksud foto itu." Ucap angga.
Lalu widia langsung melihat handphone milik angga, seketika widia langsung di buat kaget saat melihat foto yang angga maksud.
"Ini, foto saat aku di caffe." Ucap widia.
"Bertemu dengan seorang pria." Tanya angga dengan sorot mata yang tajam.
"Tidak, dengarkan aku dulu." Lalu widia mengajak angga untuk duduk di tepi ranjang sambil memegang kedua pipi suaminya. "Aku memang bertemu dengan pria itu tapi aku ke sana bersama angelina, dan pria itu datang menghampiri kami. Gitu."
"Lalu kenapa kau tak mengusirnya?" Tanya angga dengan wajah yang masih marah.
"Aku tak tega jika harus mengusir seseorang." Jawab widia. "Percayalah aku tak mungkin selingkuh dari suamiku yang tampan ini." Rayu widia.
Hati angga yang tengah memanas langsung luluh oleh rayuan dari widia.
"Hukuman?" Ucap widia.
"Iyah, kau harus di hukum melayaniku sampai aku puas." Ucap angga sambil tersenyum dengan wajah mesum.
"Dasar mesum." Teriak widia sambil memukul angga dengan sebuah bantal.
Lalu angga melempar bantal tersebut ke sembarang tempat. "Yang penting aku mesum hanya pada istriku bukan pada wanita lain." Ucap angga, seketika wajah widia langsung memerah.
"Anu, emang siapa yang mengirim foto itu?" Tanya widia.
"Aku tak tahu." Jawab angga.
"Kau tak tahu orangnya dan kau malah percaya." Ucap widia dan angga hanya mengangkat kedua bahunya.
"Kau tadi ke caffe dengan siapa, aku lupa?" Tanya angga.
__ADS_1
"Dengan angelina." Jawab widia.
Angga seperti pernah mendengar nama itu, kemudian dia ingat siapa itu angelina.
"Lebih baik kau menjauh darinya." Ucap angga.
"Kenapa?" Tanya angga.
"Sebaiknya kau tanya pada sonia, dia pasti tahu siapa itu Angelina. Karena angelina terkenal di kalangan wanita." Ucap angga.
"Dan kenapa kau mengenalnya?" Tanya widia.
"Dia anak dari rekan bisnisku jadi wajar aku mengenalnya." Jawab angga.
Dan widia hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Mari kita lakukan hukuman untuk kucing kecil yang sudah berani bermain di belakangku." Ucap angga sambil mendekatkan dirinya pada widia.
"Nanti aja, sekarang masih sore." Jawab widia.
"Itu lebih baik, setidaknya kita bisa melakukannya hingga 4 jam lebih." Jawab angga.
"Ih, dasar otak mesum." Ucap widia.
Tapi angga malah mendekatkan dirinya semakin dekat pada widia. "Hentikan angga, aku lemas. Aku lapar, apa kau ingi aku pingsan saat bercinta." Ucap widia sambil menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.
"Lalu kau ingin makan apa?" Tanya angga.
"Aku ingin makan sate, tempe goreng, telur dadar, sama sambel tomat. Aku udah lama gak makan sama sambel." Ucap widia sambil membayangkan dirinya makan dengan sambel pasti sangat enak.
"Baiklah-baiklah. Aku akan suruh bibi untuk membelikannya untukmu." Ucap angga.
"Aku gak mau bibi yang belikan tapi aku mau kamu yang belikan satenya terus kamu yang masak tempe goreng sama telur dadar dan sambel." Ucap widia.
"Tapi aku cape." Ucap angga.
"Ku mohon." Ucap widia sambil memasang wajah memelas, tak tahan melihat wajah widia yang seperti itu angga terpaksa mengalah.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu yang aneh itu." Ucap angga.
"Makasih suamiku tersayang." Ucap widia sambil memeluk tubuh angga. Terlihat angga tersenyum melihat widia tersenyum setidaknya angga bisa membuat widia bahagia meski dalam hal yanh sederhana.