
Dan irwan hanya tersenyum ketika melihat tingkah lucu widia, dan irwan langsung memangang tangan widia dan mengajaknya keluar dari gedung ini.
Setelah 1 bulan dari kejadian tersebut, kini hubungan antara widia dan irwan semakin dekat.
Mereka bagaikan sepasang kekasih, karena selalu menghabiskan waktu bersama.
Puncaknya pada malam sabtu, terlihat kini widia tengah merias diri karena irwan mengajaknya ke suatu tempat.
"Sepertinya udah cukup deh." Ucap widia pada dirinya sambil melihat dirinya di pantulan cermin.
Setelah di rasa cukup kini widia langsung keluar dari kamarnya, terlihat irwan tengah duduk di ruang keluarga sambil berbicang-bincang dengan ibunya.
"Khem." Dehem widia.
Lalu irwan langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
"Kamu sudah siap." Tanya irwan.
"Iyah mas." Jawab widia sambil tersenyum.
"Ya udah, bu irwan sama widia berangkat dulu yah." Ucap irwan sambil mencium tangan bu rahayu.
"Iyah den, hati-hati di jalannya." Jawab bu rahayu sambil tersenyum.
"Widia berangkat dulu yah bu. Assalamu'alaikum." Ucap widia memberi salam.
Lalu keduanya berangkat ke suatu tempat, terlihat irwan lebih pokus ke jalanan, sementara widia memilih melihat pemandangan kota jakarta di malam hari.
__ADS_1
"Kita akan kemana sih mas." Tanya widia.
"Kita akan makan malam wi." Jawab irwan.
"Dimana mas." Tanya widia.
"Yah di restoran masa di kuburan." Jawab irwan sambil tertawa.
"Ih, aku serius mas." Ucap widia.
"Gak usah banyak tanya, bentar lagi kita akan sampai kok." Ucap irwan.
Setelah pembicaraan itu, widia lebih memilih kembali melihat keindahan kota jakarta.
Skip.
"Makasih." Ucap widia sambil tersenyum.
"Sama-sama tuan putri." Jawab irwan.
Lalu irwan menggandeng tangan widia dan membawanya masuk ke restoran tersebut.
Terlihat kini mereka duduk di pojok restoran yang langsung menghadap ke pemandangan kota jakarta.
"Indah bukan." Tanya irwan.
"Iyah indah." Jawab widia sambil terus melihat keindahan kota jakarta di malam hari.
__ADS_1
Dan tak beberapa lama pesanan yang di pesan oleh irwan telah datang, pesanan tersebut yaitu sebuah kue berbentuk kucing.
"Lucukan kuenya." Ucap irwan.
"Iyah lucu banget, aku gak tega buat makannya." Ucap widia sambil terus memandang kue tersebut.
Irwan hanya tersenyum melihat tingah widia.
"Ini potong." Ucap irwan sambil menyidorkan sebuah pisau pemotong kue.
"Hmmm.." Dengan terpaksa widia memotong kue tersebut. "Eh kok keras." Ucap widia.
Karena penasaran widia memotong semua kue tersebut dan terlihat sebuah kotak kecil berwarna merah, dan widia langsung mengambil kota tersebut.
"Apa ini?" Lalu dia membuka kotak kecil tersebut dan saat widia mengetahui isi dari kota tersebut, terlihat raut wajahnya tak percaya.
"Apa kau suka." Tanya irwan sambil terus menatap widia.
"Ini? apa maksudnya mas." Tanya widia.
Lalu irwan mengambil cincin yang ada di kota tersebut.
"Widia apa kau mau menikah denganku, menjadi istriku, dan menjadi ibu dari anak-anakku nanti." Ucap irwan sambil memegang kedua tangan widia.
Terlihat mata widia berkaca-kaca, dia sangat terharu akan keseriusan irwan.
"Iyah aku mau mas." Ucap widia dengan air mata yang hampir menetes.
__ADS_1
Lalu irwan memasangkan cincin tersebut di salah satu jari widia, dan kemudian irwan langsung memeluk tubuh widia dan mencium keningnya.