
Hari sudah menjelang malam terlihat widia tengah menyandarkan kepalanya di dada bidang milik angga.
"Angga." Panggil widia tapi angga tak menjawab. "Hey." Teriak widia di telinga angga.
"Tak perlu teriak-teriak."
"Iyah kamunya kenapa di panggil gak jawab."
"Aku tak suka jika kau memanggil namaku."
"Terus kau ingin ku panggil apa?"
"Yah terserah, yang jelas harus panggilan sayang."
"Hemm, apa yah?" Pikir widia. "Bagaimana kalau 'sayang' aja. Oke."
"Hem, baiklah." Jawab angga.
"Yang." Panggil widia.
"Apa ibu negara." Jawab angga sambil mencubit hidung mancung milik widia.
"Dih, kok ibu negara?"
"Kan panggilan sayang."
"Dasar, kamu tuh udah tua umur udah 29 tahun tapi kelakuan kaya ABG." Maki widia.
__ADS_1
"Walau umur udah tua tapi wajah kaya anak muda, iyahkan?"
"Wajah kamu tuh kaya kakek-kakek." Ucap widia.
"Tapi wajah kaya kakek-kakek gini kamu cinta mati banget sama aku. Hahaha."
"Dasar.. Hem, Yang. Aku sebenernya masih ada rasa penasaran yang masih menganjal di hati."
"Rasa penasaran apa?" Tanya angga sambil perut widia.
"Aku penasaran sama orang yang ngirimin foto aku sama cowok lain ke kamu."
"Hem,nanti aku suruh orang buat lacak WA orang itu."
Dan widia hanya menganggu sebagai jawaban.
"Sayang." Panggil angga.
"Kan kita gak bertemu hampir 8 tahun lebih, selama itu apa yang kau lakukan?"
"Hem, apa yah? Selama 8 tahun aku tinggal di bandung, terus ngelahirin andi. Lalu setelah melahirkan andi karena kondisi ekonomi yang kurang baik jadi aku harus cari kerja terus aku ketemu sama mbak lala karena suara aku merdu kemudian mbak lala nawarin jadi penyanyi di tempat orang yang nikahan gitu. Yah aku setuju aja. Tak beberapa lama banyak job yang nawarin aku manggung, kemudian mbak lala nawarin jadi model di perusahaan. Saat itu aku lupa kalau itu perusahaanmu dan aku juga lupa sama riko maklum selama 8 tahun aku berusaha ngelupain semua kenangan yang ada di jakarta."
"Oh, seperti itu. Lalu saat bertemu lagi denganku bagaimana perasaanmu?"
"Perasaanku? Gimana yah? Saat itu aku benci, aku jijik lihat kamu."
"Kok bisa?"
__ADS_1
"Pake nanya lagi. Yah kamu bayangin aja kalau kamu jadi aku gimana? Sakit tahu gak. Saat itu aku mau nikah sama mas irwan lalu aku hamil anak kamu. Bayangin aja mimpi aku nikah sama orang yang aku cintai hancur gitu aja." Maki widia.
Terlihat angga langsung melotot mendengar ucapan widia. "Oh jadi kamu nyesel..." Sebelum angga melanjutkan ucapannya widia langsung memotong ucapannya.
"Tapi itu dulu." Sambil menatap angga dan memberikan senyuman terbaik miliknya.
"Baiklah, lalu saat kita menikah bagaimana perasaanmu?"
"Aku? Gimana yah? Jujur aja, saat aku nikah sih belum mikirin tentang kebahagiaan aku, yang terpenting kebahagiaan andi, yang penting dia punya keluarga yang lengkap kadang dulu saat di kampung banyak anak yang seumurnya gak mau main sama andi karena dia gak punya ayah. Mereka bilang kalau andi anak yang gak punya ayah. Kadang suka sedih lihat andi gak punya temen tapi mau bagaimana lagi, lalu saat kamu ngajak nikah, yah udah aku setuju aja yang penting andi bahagia."
Lalu angga memeluk tubuh widia dengan penuh perasaan. "Maafkan aku."
Terlihat tangan widia membelai pipi angga. "Tak apa, lagi pula itu sudah berlalu. Kita sama-sama manusia jadi tak luput akan kesalahan yang terpenting kamu ada niat untuk mengubah diri kamu dan memperbaiki kesalahan yang kamu buat. Itu udah cukup kok." Ucap widia.
Lalu angga membenamkan kepalanya pada leher widia. "Widia sayang."
"Apa lagi?"
"Punyaku tegang."
"Kebiasaan, kapan sih punyamu gak tegang, peluk dikit tegang, lihat aku mandi tegang. Lagi momen kaya gini juga tegang."
"Tegang itu wajar sayang, emang kamu mau punya suami yang gak tegang. Terus aku puasin kamu pake apa? Pake jari, pake terong, pake mentimun?"
"Ih, dasar otak mesum." Maki widia sambil memukul angga dengan bantal.
Lalu angga menarik tangan widia dan di peluknya tubuh widia dengan lembut. "Simpan tenagamu karena aku tak mau kau kehabisan tenaga saat aku belum puas."
__ADS_1
Widia tak menjawab dia lebih memilih memejamkan matanya.
"Tenang aku bakalan pelan-pelan kok, aku gak mau jika janin yang ada di perut kamu ke ganggu." Ucap angga. Lalu angga langsung memulai tugasnya sebagai suami yang baik.