
Kini Andi dan Angga sudah pulang ke rumah, nampak Andi pulang sore karena harus menyelesaikan hukuman yang di berikan oleh gurunya.
Dan secara kebetulan Angga dan Andi sampai di rumah secara bersamaan. Melihat ayahnya yang keluar dari dalam mobil Andi langsung menghampiri ayahnya dan mencium tangan ayahnya.
Lalu Angga dan Andi langsung masuk ke dalam rumah, dan di dalam rumah sudah ada Widia menanti mereka.
"Ah, anak dan suami ku sudah pulang rupanya." Ucap Widia sambil menebar senyuman manis.
"Iya Bu." Ucap Andi sambil mencium tangan ibunya.
Lalu Angga dan Andi hendak pergi ke kamar mereka masing-masing. Tapi...
"Hey, hey, hey.. Mau kemana kalian berdua." Ucap Widia.
"Kami mau ke kamar, kami lelah. Cape, ya kan Andi." Ucap Angga.
"Iya Bu, kami cape." Jawab Andi membenarkan ucapan Angga.
"Mau gak lelah gimana orang kalian berdua begadang." Ucap Widia.
Lalu Angga dan Andi hanya meneguk ludah mereka masing-masing.
"Apa yang kamu katakan sayang, kami gak gadang." Ucap Angga.
"Iya ibu, ibu jangan memfitnah aku sama ayah. Mana buktinya kalau kami berdua bergadang." Ucap Andi.
__ADS_1
"Tuh, dengerin Andi. Mana buktinya." Ucap Angga membenarkan ucapan Andi.
Nampak Widia menatap tak suka pada ayah dan anak itu, "Rupanya mereka berdua bersekongkol." Ucap Widia di dalam hati.
"Terus kenapa kamu Andi bisa ketiduran di kelas saat jam pelajaran berlangsung." Tanya Widia pada putranya itu.
"Ah..." Dan Andi tak bisa menjawab pertanyaan dari ibunya itu.
"Kenapa kau tak bisa jawab? Lalu suamiku tersayang kenapa saat rapat penting kau malah ketiduran dan membuat para klien hampir membatalkan kontrak kerja sama kalian." Tanya Widia pada suaminya tercinta.
"Aku..." Angga nampak tak bisa menjawab pertanyaan dari Widia.
"Kenapa kalian berdua tak bisa menjawab? Kalau Kalian tak bisa menjawab biar aku saja menjawab. Pasti kalian berdua bergadang dan tidur sangat malam. Iya kan?" Ucap Widia.
"Andi sayang." Ucap Widia.
"Iya Bu." Jawab Andi.
"Kamu jawab yang jujur, kenapa kamu bergadang sayang." Tanya Widia.
"Ini semua salah ayah Bu, ayah ngajak Andi buat main game. Andi udah nolak tapi ayah maksa Bu." Ucap Andi melempar semua kesalahan pada ayahnya, dan Angga yang mendengar hal itu hanya bisa membulatkan matanya.
"Kok kamu bilang gitu sih, kan Andi yang ngajak ayah. Widia aku tak mungkin mengajarkan anakku bergadang dan bermain game gak jelas yang bisa merusak otaknya." Ucap Angga membela.
"Bohong Bu, ayah yang ngajak Andi." Ucap Andi membela dirinya.
__ADS_1
"Jangan di dengar, Andi yang mengajak aku." Ucap Angga membela dirinya.
Pusing mendengar pembelaan antara Angga dan juga Andi.
"STOP..." Teriak Widia.
Lalu Angga dan Andi langsung membungkam mulut mereka, kemudian Widia mengambil handphone milik Angga dan juga Andi.
"Agar kalian tak ribut lagi dan tak lagi bergadang. Lebih baik kita Uninstall aja permainan game online kalian berdua." Ucap Widia sambil mengUnistall game online di handphone Angga dan Andi.
Nampak Angga dan Andi saling bertatap muka satu sama lain, dan mereka hanya bisa bungkam saat Widia mengUnistall aplikasi game online mereka.
"Sudah, gamenya sudah tak ada lagi. Dan sekarang tak ada lagi alasan untuk kalian berdua bisa ketiduran." Ucap Widia. Angga dan Andi hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Baiklah, jika kalian melakukan kesalahan lagi, aku tak segan-segan menghukum kalian berdua dengan cara yang kejam." Ucap Widia. Angga dan Andi hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bagus, sekarang kalian bisa beristirahat." Ucap Widia tak lupa dia juga mengembalikan handphone Angga dan juga Andi.
Pertahankan tradisi like and Vote sebelum baca... 😊😊
Jangan lupa mampir juga di Nove author.
√ Terpaksa menikahi Pria Tuli
√ Cinta si Gadis Buta
__ADS_1