
Kini terlihat andi tengah duduk di atas sofa dengan raut wajah cemberut.
"Den andi kenapa?"
"Aku bosan bi, kita main di luar yu."
"Emang boleh sama ibu."
"Boleh bi, kan ada bibi susi jadi gak akan ada apa-apa."
"Ya udah. Ayo."
Lalu andi dan bi susi pergi jalan-jalan keluar, terlihat andi sangat menikmati suasana kota jakarta.
Dan kini mereka berada di taman kota, banyak orang yang berlalu lalang, dan terlihat andi dan bi susi duduk di salah satu bangku yang ada di taman kota.
"Seru yah bi."
"Iyah den."
Andi terus melihat pemandangan taman kota, dan tak jauh dari sana terlihat sepasang ibu dan anak tengah berjalan sambil melihat pemandangan taman kota.
"Bun, ayo kita ke kantor kakak." Ucap si anak perempuan pada ibunya.
"Iyah sebentar lagi, Bunda lagi ngirup udara seger dulu." Jawab wanita yang di ketahui ibu dari anak perempuan tersebut.
BT dengan ibunya yang susah di ajak untuk pergi dari taman, lalu dia mengedarkan pandanganya pada seluruh penjuru taman dan seketika netralnya membulat saat melihat seorang anak lelaki yang tengah duduk di bangku taman.
"Bun, bun. Lihat tuh." Tunjunya pada bocah lelaki yang sedang duduk di bangku taman.
"Apa sonia."
"Bunda lihat bocah lelaki itu gak."
"Iyah, iyah bunda lihat."
"Mirip banget sama kakak, saat masih kecil."
"Iyah mirip banget sonia sama kakak kamu."
"Kita samperin yu bun." Ajak sonia pada ibunya.
Lalu sonia dan ibunya pergi mendekati andi.
__ADS_1
"Permisi." Ucap bu Lili dan sonia.
"Hmm.." Jawab bi susi.
"Bolehkah kami ikut bergabung." Tanya bu Lili.
"Bo..leh." Jawab bi susi.
"Terimakasih." Jawabnya.
Lalu mereka berdua terus memperhatikan andi secara detail, dan benar dari dekat bahkan sangat mirip dengan kakak sonia.
"Bolehkan saya bertanya sesuatu pada ade kecil ini." Tanya bu lili.
"Ada apa tante." Jawab andi.
"Jangan panggil tante, panggil saya omah." Jawab bu Lili.
"Baik oma, ada perlu apa?" Tanya andi.
"Adik kecil ini siapa namanya." Tanya sonia.
"Nama saya andi." Jawab andi.
"Oh, dan apakah ini mamah mu?" Tanya sonia.
"Lalu dimana mamahmu?" Tanya sonia.
"Mamah sedang bekerja." Jawab andi.
"Kalau ayahmu?" Tanya Bu Lili.
Terlihat andi sedikit menunduk saat di tanya soal ayahnya.
"Ada apa andi? kenapa kamu kelihatan sedih." Tanya sonia.
"Andi gak punya ayah, dan andi gak tahu ayah ada dimana." Ucap andi sambil terus menunduk.
Dan terlihat Bu Lili sedang berpikir, apakah anak ini adalah benih yang di tinggalkan oleh putranya kepada wanita-wanita yang suka dia sewa. Tapi bu Lili harus mencari tahu terlebih dahulu, jika benar dia adalah anak dari putranya maka dia harus mendapatkan hak asuh atas andi.
"Hmmm, ya udah kamu jangan sedih, Oh iyah oma sama tante sonia mau pergi dulu yah. Dan ini kartu nama oma jadi jika kamu ada sesuatu kamu bisa telpon omah." Ucap bu Lili sambil menyerahkan kartu namanya pada andi.
"Terimakasih." Ucap andi.
__ADS_1
Lalu bu Lili dan sonia langsung pergi meninggalkan taman kota, dan terlihat kini mereka pergi menuju perusahaan angga.
Dan terlihat andi tengah melihat kartu nama yang di berikan wanita itu.
"Bi, mereka berdua siapa sih?"
"Bibi juga gak tahu den."
Entah kenapa andi merasakan ada perasaan tak asing saat melihat kedua wanita itu.
Di tempat lain...
Terlihat Nyonya Lili dan putrinya sonia tengah memasuki perusahaan putranya dan banyak orang yang menunduk hormat kepada mereka berdua.
Skip.
Dan kini mereka sudah berada di depan pintu ruangan angga, dengan penuh semangat sonia langsung membuka pintu ruangan kakaknya.
"Kakak." Teriak sonia.
Dan yang di panggil langsung terkejut dengan kehadiran kedua wanita yang super cerewet.
"Ada apa?" Tanya angga.
"Ih, kak angga cuek banget gak suka yah adenya mampir kesini." Ucap sonia.
"Apa kamu lagi sibuk nak." Tanya bu lili pada putranya.
"Gak kok bun, angga gak lagi sibuk." Jawab angga.
"Oh, iyah kak tadi pas aku sama bunda lagi di taman kami lihat anak yang mirip kakak loh." Ucap sonia.
Terlihat angga mengerutkan alisnya saat mendengar ucapan dari adiknya itu.
"Mungkin kamu salah lihat." Ucap angga.
"Kta gak salah lihat. Malahan juga kami gobrol sama anak itu." Ucap sonia.
"Iyah, apa jangan-jangan itu benih yang tertinggal di salah satu wanita yang suka kamu sewa." Tanya bu Lili.
"Apaan sih, ngaur kalian semua. Sudah ah jika kalian cuman mau bahas soal itu lebih baik bunda sama sonia pulang sekarang, lagi pula angga lagi banyak kerjaan." Usir angga pada ibu dan adiknya.
"Ya udah bunda pulang, ayo sonia." Ucap bu lili.
__ADS_1
"Bye." Ucap sonia.
Lalu kedua wanita itu pun langsung keluar meninggalkan angga sendirian di ruanganya, kini angga hanya diam memikirkan tentang perkataan ibunya dan dia harus menyelidiki siapa anak itu dan siapa ibu dari anak itu. Dan jika dia benar anaknya, berani sekali wanita yang telah mengandung anaknya tanpa seizin dirinya.