Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 77


__ADS_3

Kini widia tengah menunggu kedatangan angga yang akan membelikan sate untuknya.


"Lama banget." Ucap widia.


Lalu tak beberapa lama datang angga dengan sebuah kantong plastik yang berisi 50 tusuk sate maranggi.


"Ini." Ucap angga sambil menyerahkan kantong platik tersebut.


"Makasih suamiku." Ucap widia sambil mencium pipi angga. Dan angga langsung tersenyum senang saat widia mencium pipinya. "Lalu sekarang kamu masak telur dadar sama tempe goreng dan sambel tomat."


"Telur dadar itu susah wi, telur biasa aja yah." Ucap angga.


"Baiklah." Jawab widia.


Lalu widia duduk di depan meja makan sambil melihat angga yang tengah memasak, selama hidupnya angga tak pernah berurusan dengan dapur karena dia banyak uang jadi tinggal beli di luar.


Terlihat angga tengah mengiris bawang merah, kemudian mengambil 3 butir telur dan memecahkan cangkang telurnya dan memasukkan isinya ke dalam mangkuk lalu memasukkan bawang merah yang sudah di iris ke dalam telur tersebut lalu mengambil garam dan merica. Dan berjalan ke arah widia.


"Ini bumbui olehmu." Ucap angga sambil menyerahkan mangkok berisi telur tersebut ka widia.


"Kok harus aku. Kan kamu kokinya sekarang."


"Iyah agar makanan ini sesuai rasanya dengan seleramu jadi kau yang bumbuinya."


"Dasar." Lalu widia memberikan garam dan merica secukupnya.


Setelah itu angga berjalan ke arah kompor dan menyimpan wajah yang sudah di isi minyak goreng dan langsung menyalakan kompor tersebut.


"Itu apinya terlalu besar angga." Ucap widia.


"Tak apa biar cepet matang." Jawab angga.

__ADS_1


"Terserahmu saja." Balas widia.


Lalu angga langsung menuangkan telur tersebut ke atas wajahn yang sangat panas sampai mengeluarkan asap.


"Angga itu gosong, matikan kompornya." Teriak widia.


Dengan panik angga langsung mematikan kompor tersebut dan benar saja telurnya gosong sebelah.


Terlihat angga langsung tersenyum pada widia. "Biar bibi saja yang masaknya yah." Ucap angga.


"Baiklah." Ucap widia sambil memalingkan wajahnya dari angga.


Lalu angga menyuruh bibi untuk memasakkan makanan yang widia inginkan.


Tak memakan waktu lama, masakan tersebut pun sudah jadi. Dengan wajah senang widia langsung memakan makanan tersebut.


Dengan lahap widia memakan semua makanan yang dari tadi dia tunggu-tunggu. Sementara angga hanya tersenyum melihat istri kecilnya itu yang sangat rakus seperti orang yang belum makan selama satu minggu.


"Ayo habiskan." Suruh angga.


"Kau ingin perut kecilku ini meledak." Jawab widia.


Angga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya akan tingkah widia yang kadang seperti anak kecil. Lalu angga mengambil satu tusuk sate dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya. Terlihat ada 20 tusuk sate yang masih tersisah. Angga sempat berpikir seberapa luas perut istrinya itu sampai bisa menghabiskan 30 tusuk sate sekaligus.


Terlihat di sekitar bibir widia masih tersisa bekas makanan. Karena tak ada tisu widia ingin membersihkanya dengan baju yang dia pakai.


"Dasar jorok." Maki angga.


"Apaan sih." Tanya widia.


"Jangan bersihkan pake baju. Kamu itu wanita harus berseka."

__ADS_1


"Iyah, iyah aku tahu. Tapi gak ada tisu angga."


"Sini biar aku bersihkan pake lidahku saja." Lalu angga mendekatkan wajahnya pada wajah widia.


"Dasar mesum." Teriak widia sambil menjauhkan wajah angga dari wajahnya lalu widia langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan sisa makan yang ada di mukanya.


Terlihat angga hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol dari istrinya itu.


Setelah selesai makan widia langsung membersihkan tubuhnya dan begitu pun angga. Kini angga sudah berada di dalam kamar dengan hanya menggunakan celana boxser miliknya saja sementara widia masih berada di dalam kamar mandi.


Krettt..


Terdengar suara pintu terbuka menampilkan widia yang hanya menggunakan handuk berwarna putih yang hanya menutupi dari bagian dada sampai paha bagian atas.


Seketika angga hanya bisa menelan ludah, widia yang merasa angga terus memperhatikannya berusaha mengacuhkan angga. Lalu angga mendekat ke arah widia yang tengah membuka lemari baju dan langsung memeluknya dari belakang.


"Apa yang sedang kau lakukan." Tanya angga.


"Yah, seperti yang kau lihat aku sedang mengambil pakaian."


"Untuk apa mengambil pakaian, toh kamu tidur juga gak akan pake baju." Bisik angga di telinga widia yang membuat telinga widia langsung memerah seketika.


"Apaan sih, lepasin angga."


Bukannya melepaskan angga malah menggendong tubuh widia ke atas ranjang dan menidurkan tubuh widia secara perlahan. kini wajah angga berada tepat di atas wajah widia.


Terlihat tangan widia memegangi handuk yang menutupi tubuhnya, angga yang terus melihat wajah widia membuat widia langsung memalingkan wajahnya.


"Kau manis." Ucap angga sambil membenamkan wajahnya di dada milik widia, perlahan tapi pasti angga membuka handuk yang menutupi tubuh widia.


"Kita mulai sekarang?" Tanya angga sambil membelai wajah widia.

__ADS_1


Widia tak menjawab, terlihat wajahnya memerah bagaikan kepiting rebus dan widia langsung menutup mata miliknya. Di rasa mendapat lampu hijau, angga langsung melakukan kewajibannya sebagai suami yaitu memuaskan istrinya di atas ranjang.


__ADS_2