Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps.32


__ADS_3

Tak ingin memikirkannya lagi, widia langsung beranjak dari kamarnya. Dia hendak pergi ke pasar bersama ibunya untuk membeli beberapa bahan makanan.


Saat di pasar terlihat widia begitu semangat membeli beberapa bahan makanan yang dia sukai.


"Mau beli apa lagi wi." Tanya bu rahayu.


"Hmm." Terlihat widia tengah berpikir sejenak dan sekilas matanya melihat mangga muda, entah kenapa saat melihat mangga muda tersebut liur widia seperti ingin menetes. "Widia pengen beli mangga yah bu." Ajak widia.


Lalu bu rahayu mengikuti langka anaknya menuju tempat buah-buahan.


"Kamu mau beli buah apa wi." Tany bu rahayu sambil melihat-lihat.


"Aku mau mangga ini." Sambil menunjukkan pada mangga muda.


"Tapi itu mangga muda wi, gak enak. Lebih bagus yang ini nih, udah mateng manis lagi kayaknya." Ucap bu rahayu sambil mengambil mangga yang sudang matang.


"Tapi aku mau yang ini bu." Ucap widia.


Bu rahayu sedikit kebingungan dengan anaknya, baru kali ini widia menyukai mangga muda karena biasanya dia tak mau menyentuh mangga muda.


"Kamu itu kaya orang ngidam aja wi. Ya udah jika kamu ngotot mau mangga itu. Ini berapa satu kilonya bang?" Tanya bu rahayu pada si pedangang buah tersebut.


"1 kg. 12 ribu bu." Jawabnya.


"Ya udah 1 kg. aja."


Terlihat widia masih memikirkan ucapan dari ibunya, yang bilang jika dia kaya orang lagi ngidam.


"Wi, widia."


"Ah, yah bu."


"Kamu langi mikirin apa?"

__ADS_1


"Gak lagi mikiran apa-apa kok bu."


"Ya udah nih, bawa mangga kamu."


Lalu bu rahayu dan widia langsung bergegas pulang menuju rumah mereka, dan mereka menggunakan angkutan umum untuk pulang ke rumah mereka yang berada tak jauh dari pasar.


Di sepanjang jalan widia terlihat bengong memikirkan sesuatu.


"Bu, widia mau beli dulu sesuatu yah."


"Kamu mau beli apa wi."


"Ya biasa kebutuhan wanita bu."


"Ya udah, biar ibu anter."


"Gak usah bu, widia bisa sendiri kok."


"Ya udah, kalau udah beli barangnya langsung pulang jangan keluyuran."


Lalu widia memberhentikan angkutan umum yang di tumpanginya, kini widia berjalan ke sebuah apotek untuk membeli sesuatu.


"Permisi mbak."


"Iyah, mau beli apa."


"Saya mau beli tespek."


"Tunggu sebentar yah."


Lalu tak beberapa lama pegawai apotek tersebut datang dengan pesanan yang di pesan oleh widia.


"Ini mbak."

__ADS_1


"Berapa?"


"10 ribu."


Lalu widia mengambil uang 10 ribu dari dompetnya.


"Makasih yah mbak."


"Sama-sama."


Kini widia berjalan pergi, lalu dia menyelipkan tespek tersebut ke dalam dompetnya, widia tak ingin jika ibunya sampai mengetahui jika dirinya membeli tespek.


Sesampainya di rumah, terlihat widia melihat sekeliling rumah dan ternyata ibunya sedang tak ada di rumah, saat widia hendak pergi ke kamar mandi.


"Widia."


Seketika widia terkejut saat ibunya memanggil namanya.


"Iya bu."


"Kamu sudah pulang."


"Udah bu."


"Terus mana barang yang kamu beli."


"Hmmm, barangnya gak ada bu, jadi widia gak beli."


"Oh, ya udah nanti aja kamu beli lagi."


"Ya bu, ya udah widia ke kamar dulu yah."


Lalu widia langsung pergi ke kamarnya, entah kenapa bu rahayu merasa tingkah widia akhir-akhir ini sedikit mencurigakan, dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


Di dalam kamar.


Terlihat keringat widia bercucuran, entah kenapa dia takut jika dirinya benar sedang mengandung tapi kita lihat saja nanti dengan tespek tersebut.


__ADS_2