Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 125


__ADS_3

Terlihat Widia tengah menyimpan syal tersebut ke dalam lemari besar miliknya dan dari belakang Angga langsung memeluk.


"Sore sayangku." Bisik Angga di telinga Widia.


"Sore juga." Jawab Widia.


"Kamu lagi ngapain?" Tanya Angga.


"Ini lagi nyimpen syal milik Andi." Jawab Widia.


"Syal? Sejak kapan Andi punya syal." Tanya Angga sambil melepaskan pelukannya pada tubuh widia.


"Ini pemberian seorang gadis." Ucap Widia sambil tersenyum.


"Gadis, aduh memang benar anakku memiliki kharisma seperti ku jadi di usia yang masih kecil dia sudah mampu membuat seorang gadis tergila-gila." Ucap Angga bangga.


Dan Widia hanya memutar bola matanya, Angga memiliki tingkat ke pedean yang sangat tinggi.


Sementara itu...


Kini terlihat Yasmin tengah berada di ruangan Irwan, karena tadi Irwan menyuruhnya untuk pergi ke ruangannya.


"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucap Irwan.


"Iya gak papah kok, BTW, ada apa yah mas nyuruh aku ke sini." Tanya Yasmin.


"Enggak, pengen ngobrol aja. Memangnya gak boleh?" Tanya Irwan.


"Boleh dong." Jawab Yasmin.


"Ini." Ucap Irwan sambil menyerahkan sebuah minuman.


"Untukku?" Tanya Yasmin.

__ADS_1


"Tentu." Jawab Irwan.


Lalu Yasmin menerima minuman dari Irwan, nampak Irwan langsung tersenyum melihat hal itu.


Suasana terasa canggung tak ada obrolan antara Yasmin maupun Irwan, mereka lebih memilih diam satu sama lain.


"Khem, Yasmin." Panggil Irwan.


"Iya ada apa?" Tanya Yasmin.


"Apa kau sudah mempunyai kekasih?" Tanya Irwan.


"Belum." Jawab Yasmin.


Nampak Irwan mulai bingung harus mengatakan apa.


"Hem, apa kau sudah memiliki orang yang kau suka?" Tanya Irwan.


"Siapa?" Tanya Irwan.


"Irwan Setiawan." Jawab Yasmin.


Irwan yang mendengar hal itu langsung menatap tak percaya ke arah Yasmin.


"Maksudmu, aku?" Tanya Irwan masih tak percaya. Dan Yasmin langsung mengangguk kepalanya sambil tersenyum.


"Apa ini sungguhan kau menyukai ku?" Tanya Irwan.


"Iya." jawab Yasmin sambil tersenyum.


"Aku juga menyukai mu." Ucap Irwan.


"Sungguh? Bagaimana bisa." Tanya Yasmin tak percaya.

__ADS_1


"Cinta itu tak bisa di jelaskan dengan kata-kata." Ucap Irwan. Nampak Yasmin menatap Irwan penuh rasa bahagia, baru sekarang Yasmin merasakan bagaimana rasanya di cintai dan mencintai. Karena dulu dia hanya mencintai seseorang karena uang bukan perasaan.


Di lain tempat...


Nampak kini Angelina tengah menyiapkan keperluan untuk pesta pernikahannya, dia menikah dengan teman masa kecilnya dulu.


Tak lupa juga dia sudah membagikan undangan kepada orang-orang termasuk keluarga Angga, dan Irwan.


Dan pernikahan nya akan di adakan besok lusa di salah satu hotel terkenal di Jakarta.


Sementara itu...


Widia juga tengah mencari gaun untuk menghadiri acara pernikahan Angelina, tapi dia sedang malas untuk pergi ke mall membeli gaun.


"Kau kenapa sayang." Tanya Angga.


"Aku ingin membeli gaun, tapi aku malas keluar rumah." Jelas Widia.


"Oh, kalau begitu biar aku suruh orangku untuk membawa beberapa gaun yang bagus untukmu. Dan kau tinggal pilih." Ucap Angga sambil mengambil handphonenya.


"Uhh,, makasih sayangku." Ucap Widia.


"Aku sudah menghubungi bawahanku, jadi kau tinggal tunggu di sini saja." Jelas Angga.


"Iya. Hem, nanti hari Minggu anter yah ke dokter kandungan." Ucap Widia.


"Untuk apa?" Tanya Angga.


"Untuk memeriksa gigi. Ya jelas meriksain kandungan ku lah." Ucap Widia.


"Iya sayang aku tahu, jangan marah-marah terus. Ibu hamil gak baik kalau marah-marah." Ucap Angga.


Dan Widia langsung memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2