Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 41


__ADS_3

Lalu riko mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok, tok, tok..


"Masuk." Ucap seorang pria yang ada di dalam.


Setelah mendengar instruksi tersebut riko mengajak widia dan mbak lala untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


Terlihat seorang pria tengah duduk di atas kursi, tapi widia tak bisa melihat wajah pria itu karena dia memunggungi mereka bertiga.


"Tuan, ini model yang saya katakan tadi." Ucap riko.


"Hello." Sapa widia.


Lalu pria itu memutar kursinya dan menampilkan wajah yang sangat widia tak ingin lihat.


"Angga." Ucap widia dalam hati, lalu widia langsung menunduk karena tak ingin jika angga melihat dirinya.


Angga yang melihat model tersebut malah menunduk membuat dia sedikit penasaran.


"Angkat kepalamu nona, sangat tidak sopan jika berbicara dengan seseorang tapi menyembunyikan wajahnya." Ucap angga memerintah.


Dengan terpaksa widia mengangkat kepalanya, dan seketika angga langsung di buat terkejut dengan wanita di hadapannya. Dengan senyum jahil angga ingin sekali mengerjai wanita yang ada di hadapannya itu.


"Jadi siapa namamu?" Tanya angga.


"Saya widia." Jawab widia.


"Baiklah widia, karena kau sudah menjadi bagian dari perusahaan kami maka kau harus bekerja dengan sungguh-sungguh." Ucap angga.

__ADS_1


"Baik pak." Ucap widia, widia sangat senang karena angga sepertinya tak mengenali dirinya.


"Dan ini siapa?" Tanya angga.


"Saya lala pak, menejer dari widia." Jawab mbak lala.


"Baiklah lala dan riko kalian boleh pergi dulu, karena ada beberapa prosedur yang harus saya bahas dengan nona widia." Ucap angga.


Lalu mbak lala dan riko segera meninggalkan ruangan angga, dan di dalam ruangan hanya ada angga dan widia.


"Silahkan duduk." Ucap angga pada widia.


Lalu widia mendudukkan bokongnya di atas kursi di depan meja angga.


"Baiklah ada beberapa pertanyaan yang ingin ku ajukan pada nona widia." Ucap angga sopan.


"Silahkan pak." Jawab widia dengan senyum ramah.


"Baru sekarang pak." Jawab widia.


"Lalu kau tinggal dimana." Tanya angga.


"Sekarang saya tinggal di tempat menejer saya tapi asal saya dari bandung." Jawab widia.


"Baiklah pertanyaan terakhir, kemana saja kau sejak 8 tahun terakhir." Tanya angga sambil menyeringai.


Deg.


Seketika jantung widia langsung berdetak saat mendengar pertanyaan dari angga.

__ADS_1


"Maksud bapak apa yah? saya tak mengerti." Tanya widia.


Angga hanya tersenyum, dan kemudian dia berjalan menuju widia.


"Apa kau kira aku tak akan mengenalimu j*lang kecil ku." Bisik angga tepat di telinga widia.


Seketika netral widia langsung membulat.


"Kau.." Ucap widia sambil menunjuk angga dengan jarinya.


"Baiklah tak perlu basa-basi lagi, karena kau adalah model di perusahaan ini maka kau harus menuruti semua perintahku." Ucap angga.


"Tak akan, aku tak sudi menuruti semua perintahmu itu." Jawab widia.


"Kontrak widia kontrak, kau pasti ingat bukan dengan isi kontrak tersebut." Ucap angga sambil menyeringai.


Widia terdiam sejenak, dan saat dia mengingat kembali isi kontraknya seketika dia langsung menatap marah pada angga.


"Sudah, jangan memasang wajah garang di hadapaku, karena wajahmu itu bukan membuatku takut tapi malah membuatku bernafsu." Ucap angga.


Lalu widia langsung membuang muka, jika bukan karena kontrak kerja tersebut widia tak ingin menuruti semua ucapan angga.


"Baiklah, aku tahu kau pasti lelah maka hari ini aku akan melepaskanmu dulu sayang, tapi tak tahu jika lain kali." Ucap angga.


"Baguslah jika pak angga mengerti akan kondisi saya, maka saya akan pamit undur diri." Ucap widia.


"Oh, iyah. Sesuai kontrak kau mendapatkan apartemen dan riko akan mengantarmu melihat apartemen barumu." Ucap angga.


"Terimakasih atas kemurah hatian pak angga, kalau begitu saya permisi." Ucap widia sambil melenggang pergi.

__ADS_1


Dan angga terus melihat punggung widia yang hilang di balik pintu tersebut, tadinya angga ingin memberitahukan tentang pernikahan irwan pada widia tapi biarlah dia tahu sendiri.


__ADS_2