
Plak...
satu tamparan mendarat tepat di pipi yasmin, dengan tatapan dingin widia menatap yasmin.
"Kau boleh menghinaku tapi jangan kau hina anakku." Ucap widia seraya menatap yasmin dengan tatapan yang penuh amarah.
"Tapi itu kenyataan anak mu itu anak..."
Plak.
Sebelum yasmin menyelesaikan ucapannya widia sudah kembali menampar pipi yasmin.
"Beraninya kau menamparku." Maki yasmin.
"Wajahmu itu memang pantas untuk di tambar karena menempel dengan mulut kotormu itu." Balas widia.
"Akan ku buat kau menyesal dengan apa yang telah kau lakukan widia." Maki yasmin.
Lalu terjadi baku hantam antara yasmin dan widia, tak sedikit orang yang ingin memisahkan tapi yasmin malah memaki mereka.
Riko yang melihat perkelahian antara istri tuannya dengan yasmin langsung melaporkan hal ini pada angga.
Drett.. Drett.. Drett..
Angga yang merasa handphonenya bergetar langsung mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.
"Ada apa riko?"
"Tuan, datanglah ke lobi kantor."
"Ada apa?"
"Nyonya widia dan nona yasmin tengah berkelahi."
Mendengar hal itu angga langsung menutup telpon tersebut dan berlari ke lobi kantornya.
Di Lobi...
Yasmin yang terus menjambak rambat widia membuat beberapa rambutnya terlepas dan widia tak mau kalah dia menggigit tangan yasmin hingga berdarah dan yasmin menjerit kesakitan saat widia mengigit tangannya.
__ADS_1
"Dasar Anjing gila! Beraninya kau mengigitku." Maki yasmin sambil memegangi tangannya yang di gigit oleh widia.
Lalu tak beberapa lama angga datang menghampiri kedua wanita tersebut, yasmin yang melihat angga langsung memperlihatkan aktingnya.
"Angga.. Hiks, hiks. Lihatlah wanita itu telah menggigitku." Ucap yasmin sambil memeluk angga dan memperlihatkan bekas lukanya.
Tapi angga langsung melepaskan pelukan yasmin dan berjalan ke arah widia.
"Kau tak apa wi." Sambil memegangi kedua pipi widia.
"Aku tak apa." Jawab widia. Lalu mata angga melihat rambut indah widia menjadi rusak seketika dia langsung menatap yasmin.
"Apa yang kau lakukan pada istriku." Teriak angga, seketika semua orang yang di sana langsung terdiam begitu juga dengan yasmin.
"Ka..u membentakku." Ucap yasmin dengan mata berkaca-kaca.
"Apa yang kau lakukan pada istriku." Tanya angga sekali lagi sambil melihat yasmin dengan sorot mata yang tajam.
"Aku tak melakukan apa-apa. Dia yang pertama kali menamparku." Bela yasmin.
"Wajar aku menamparku karena kau telah menghina anakku." Teriak widia.
"Apa yang dia katakan tentang andi?" Tanya angga.
"Kau bisa tanya sendiri pada andi." Jawab widia. Lalu angga berjalan menuju andi yang terlihat ketakutan.
"Andi." Panggil angga. Tapi andi tak menjawab panggilan angga. "Andi lihat ayah nak." Lalu mata andi menatap mata angga. "Apa yang wanita itu katakan tentangmu?"
Terlihat andi sedikit terdiam. "Jangan takut nak." Ucap angga menenangkan.
"Dia bilang bahwa andi anak haram." Ucap andi dengan wajah menunduk.
Dengan wajah tatapan dingin angga menatap yasmin.
Plak...
Tangan angga menanpar yasmin hingga tersungkur ke lantai.
"Kenapa kau menamparku angga, hiks, hiks, yang harusnya kau tampar itu wanita murahan itu." Ucap yasmin sambil menangis.
__ADS_1
Lalu angga menyuruh riko untuk memulangkan karyawan dalam waktu satu menit. Dengan langkah cepat para karyawan langsung mengambil tas mereka dan meninggalkan perusahaan angga.
Dan di sini hanya ada angga, widia, riko, andi dan yasmin.
"Riko bawa andi keruanganku." Perintah angga.
Lalu riko langsung membawa andi ke ruangan bosnya.
Dan kini angga menatap yasmin dengan tatapan yang belum pernah yasmin lihat.
"Apa yang kau katakan tentang putraku." Tanya angga sambil menyamakan tingginya dengan yasmin.
"Putra? Apa kau yakin dia putramu angga. Kau harusnya tahu wanita itu wanita tidak benar. Dia bekerja di tempat karaoke kau tak bisa bayangkan berapa pria yang sudah menjajah tubuhnya." Balas yasmin.
"Lantas apa masalahmu jika dia pernah bekerja di tempat karaoke?" Tanya angga.
"Aku hanya tak ingin jika kau bersama dengan wanita tidak benar angga, kau tak pantas dengan wanita p*lacur seperti dia."
"Lalu aku harus dengan siapa jika tidak dengan widia."
"Kau harus bersamaku angga karena aku yang terbaik untukmu."
"Kau yang terbaik? Alasan apa yang menjadikanmu pantas untukku?" Tanya angga sambil menganggatkan halisnya sebelah. Sementara widia hanya menjadi penonton drama yang tengah angga jalankan.
"Setidaknya aku wanita berpendidikan tak seperti dia, nama baikku juga tak tercemar seperti dia dan aku kerja di tempat yang bersih tidak kotor seperti dia."
"Jadi intinya istriku ini jauh dari kata orang baik."
Dan yasmin menganggukkan kepala. Lalu angga tengah mencermati semua ucapan dari yasmin.
"Dan juga angga belum tentu anak itu anakmu."
"Apa maksudmu?" Tanya angga tak mengerti.
"Kau tahu wanita itu di bekerja di tempat yang kotor dan setelah di melakukan denganmu bisa saja dia melakukan dengan orang lain lalu hamil dan mengaku bahwa anak itu anakmu karena kau kaya."
Lalu angga kembali mencerna semua perkataan yasmin.
"Yang kau katakan ada benarnya juga." Lalu tubuh angga berbalik ke arah widia dengan tatapan sedih dan tatapan bercampur rasa marah yang tak bisa di artikan oleh widia.
__ADS_1
"Maafkan aku widia."