
Di pagi hari yang cerah, terlihat widia tengah mengumpulkan semua kesadarannya. Di liriknya angga masih tidur pulas tak ingin mengganggu widia memilih beranjak ke kamar mandi tapi dia melihat pakaian angga yang berserakan di lantai.
"Dasar jorok." Ucap widia seraya memungut pakaian angga. Saat widia mengambil pakaian angga matanya langsung tertuju pada bekas lipstik tepatnya bekas bibir seorang wanita.
Tangan widia meremas pakaian tersebut sambil mata berkaca-kaca. "Pantas saja kau menyuruhku pulang lebih awal, ternyata kau ingin menghabiskan malam dengan wanita simpananmu tanpa di ganggu olehku."
Lalu dengan langkah kesal widia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak beberapa lama angga juga ikut terbangun dari tempat tidur, di lihatnya widia sudah tak ada di sampingnya dan dia mendengar suara air mengalir dari kamar mandi, itu berarti widia sedang mandi, pikir angga.
Lalu kepala angga teringat akan pertemuan widia dan irwan, lalu angga menghela nafas panjang.
"Mungkin aku harus memaafkannya." Ucap angga seraya beranjak dari atas ranjang.
Brakkk...
Terdengar suara pintu kamar mandi di banting menimbulkan suara yang cukup keras dan itu membuat angga kaget.
"Kau membuatku kaget widia." Ucap angga. Bukannya menjawab ucapan angga widia malah memasang wajah tanpa ekspresi.
"Ada apa denganmu widia?"
Tetap tak menjawab pertayaan angga, widia malah melempar kemeja yang ada bekas lipstik wanita lain tepat ke wajah angga.
"Apa maksudmu melemparku dengan baju kotor." Sambil melempar kemeja tersebut.
"Apa maksudku? Harusnya aku yang bilang seperti itu. Apa maksudmu?"
"Ada apa dengamu. Pagi-pagi sudah membuat keributan."
"Aku tak membuat keributan, tapi kau yang membuat masalah."
"Masalah apa? Aku tak mengerti apa yang kau katakan."
Lalu widia kembali memungut kemeja milik angga dan menunjukkan bekas lipstik yang ada di kemeja tersebut.
"Lalu apa kau bisa menjelaskan apa ini?" Sambil menunjuk ke bekas lipstik.
Seketika mata angga membulat, seingatnya dia tak pernah dekat dengan wanita lain.
"Terus?"
"Kau bilang terus? Bekas lipstik siapa ini?"
"Aku tak tahu, mungkin itu bekas lipstikmu widia."
"Ini bukan bekas lipstikku."
"Yang jelas aku tak tahu."
"Terus saja mengelak, pantas saja kau menyuruhku pulang duluan karena kau ingin bermesraan dengan selingkuhanmu tanpa ada gangguan dariku."
"Jaga ucapanmu itu widia." Bentak angga.
"Tapi itu kenyataannya." Balas widia.
__ADS_1
"Lalu kau, pas aku sedang membicarakan bisnis dengan para kolega kau malah bertemu dengan irwan."
"Aku tak bertemu dengannya."
"Hahahaha... Apa kau kira aku bodoh, aku tahu kau bertemu dengan irwan di balkon dan dia juga memengang tanganmu."
"Iya aku memang bertemu dengannya tapi itu tak sengaja."
"Itu kau sudah mengakuinya."
"Kau malah mencari kesalahanku. Saat kau ketahuan selingkuh kau malah mencari kesalahanku."
"Aku tak selingkuh widia."
"Tapi itu buktinya." Ucap widia sambil mata berkaca-kaca.
Tak tahan melihat widia menangis, angga berusaha menenangkan widia.
"Dengarkan aku widia,aku tak selingkuh. Menang ada bekas lipstik di bajuku tapi aku tak tahu itu punya siapa. Karena aku tak dekat dengan wanita lain."
"Terus kenapa kau malah menyuruhku pulang duluan."
"Itu karena aku marah saat mengetahui kau bertemu dengan irwan, jadi kita angga hari ini tak ada masalah. Oke."
Dan widia menganggukkan kepala sebagai jawaban, lalu angga memeluk tubuh widia dan mencium keningnya. Tapi di hati kecil widia masih ada rasa curiga dan rasa penasaran.
Setelah pertengkaran tadi angga langsung pergi ke kantor sementara widia memilih jalan-jalan ke taman kota untuk menjernihkan pikirannya.
Saat widia tengah melamun, terdengar suara seseorang yang memanggil namanya.
Widia yang merasa di panggil langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.
"Angelina." Ucap widia.
"Tak ku sangka kau masih mengingatku?" Ucap angelina. "Bolehkah aku duduk."
"Tentu." Jawab widia.
Lalu angelina langsung memainkan drama miliknya.
"Widia ada apa dengan matamu? Kau seperti habis menangis."
"Tak ada apa-apa."
"Ceritalah, kita kan teman."
"Teman?"
"Iya kita teman sekarang, apa kau tak mau berteman dengaku?"
"Tentu aku sangat senang bisa berteman denganmu angelina."
"Karena kita teman jadi kau boleh cerita tentang masalahmu padaku."
Lalu widia menghela nafas panjang, dan dia langsung menceritakan semua masalahnya dengan angga. Selama mendengarkan masalah antara widia dan angga, angelina memasang wajah sedih.
__ADS_1
"Jadi begitu angelina."
"Aku turut sedih tentang masalah yang menimpa rumah tanggamu tapi.." Sambil mengenggam tangan widia dan widia merasa tersentuh dengan sikap angelina yang sangat baik padanya. ".. kau harus percaya pada suamimu widia, mungkin itu hanya kesalah pahaman saja."
"Makasih angelina, kau sudah mau menjadi pendengar akan masalahku." Ucap widia sambil memeluk tubuh angelina.
Dan angelina membalas pelukan dari widia, tanpa widia sadari jika angelina tersenyum puas. Lalu widia melepaskan pelukannya pada angelina.
"Bagaimana jika kita ke caffe." Ajak widia.
"Ke caffe? Baiklah." Jawab angelina.
Dengan hati senang widia mengajak angelina ke sebuah caffe favoritnya.
Kini angelina dan widia sudah berada di sebuah caffe bernuansa barat.
"Kau suka ke sini?" Tanya angelina.
"Iya, aku suka ke sini tapi tak terlalu sering."
Lalu mereka berdua memesan menu makanan dan minuman, saat widia dan angelina tengah mengobrol datang seorang pria menghampiri mereka berdua.
"Hey ledis." Sapa pria tersebut.
Nampak widia memasang wajah tak mengerti.
"Maaf kamu siapa?" Tanya angelina.
"Parkenalkan aku faizal." Ucapnya sambil memperkenalkan diri.
"Ah, aku ingat kau penyanyi caffe waktu itu." Ucap widia.
"Waw, sungguh mengesankan ternyata nona yang cantik ini mengenalku."
Dan widia hanya tersenyum sebagai jawaban.
"Bolehkan aku ikut bergabung." Tanya faizal.
"Tentu." Jawab angelina.
Lalu faizal mendudukkan bokong seksinya di kursi yang berada di hadapan widia dan angelina.
"Ada apa kau menghampiri kami?" Tanya widia.
"Apakah salah? Kita warga indonesia jadi kita harus menjaga tali silaturahmi bukan?" Jawab faizal.
Dan widia hanya mengangguk sambil tersenyum canggung.
Terlihat angelina melirik widia dan faizal "Laki-laki itu seperti ada hubungan dengan widia mungkin ini bisa aku manfaatkan." Pikir Angelina.
"Ah,widia aku ke toilet sebentar yah." Ucap angelina.
"Ya udah. Jangan lama yah." Ucap widia.
Lalu Angelina langsung pergi ke kamar mandi bukannya ke kamar mandi angelina malah mengeluarkan handphone miliknya dan langsung memotret widia dan faizal yang tengah berduaan. Lalu Angelina langsung menekan WhatsApp miliknya dan Angelina langsung mengirim foto-foto pada angga karena dia memilki nomor angga dari ayahnya dan angelina menggunakan akun WhattsApp palsu untuk mengirim Foto-foto itu pada angga.
__ADS_1
"Selamat menikmati hadiah dariku widia." Ucap Angelina sambil tersenyum puas.