Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 55


__ADS_3

Tak terasa jam makan siang pun tiba, kini widia tengah berjalan menuju ruangan angga karena tadi pagi angga menyuruhnya datang ke ruangannya saat jam makan siang.


Skip.


Kini widia sudah berada di depan ruangan angga, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu widia langsung masuk ke ruangan angga.


Terlihat angga tengah duduk di kursi kebesarannya sambil melihat-lihat dokumen.


"Kebiasaanmu tak pernah mengetuk pintu." Ucap angga sambil tersenyum ke arah widia.


"Terserah aku."


"Ya udah."


Lalu angga menyuruh widia duduk di sofa yang ada di ruangannya, dan angga mendekati widia.


"Ada apa kau menyuruhku kemari?" Tanya widia.


"Aku ada sesuatu untukmu."


"Apa itu?"


"Tutup matamu."


"Oke."


Lalu widia menutup matanya, nampak angga tersenyum dan kemudian dia mengambil sebuah kotak dari laci meja kerjanya.


"Buka matamu."


Kemudian widia membuka matanya, di lihatnya di hadapannya ada sebuah kotak berwarna hitam


"Apa ini?" Tanya widia.


"Buka saja."


Lalu widia membuka kotak tersebut, betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah kalung berbentuk bulat dengan berlian yang cukup besar sebagai liontin kalung tersebut.


"Apa maksudnya ini?"


"Untukmu."


"Apa aku tak salah dengar?"


"Kau tak salah dengar widia."


"Kenapa kau memberikan kalung ini padaku?"


"Hmm, ini kalung warisan keluargaku di turunkan pada anak pertama di setiap generasi karena aku anak pertama maka ibuku memberikannya padaku."


"Lalu."


"Karena aku pria dan tak mungkin aku memakai kalung jadi aku memberikannya padamu."


"Kenapa padaku."


"Eh, sudahlah jangan banyak tanya."

__ADS_1


Terlihat widia nampak tersenyum sambil melihat kalung pemberian dari angga.


"Sini biar aku pasangkan pada lehermu."


Lalu angga memasangkan kalung tersebut pada leher widia.


"Sudah." Ucap angga.


Nampak widia memandang kalung tersebut.


"Terimakasih." Ucap widia.


"Sama-sama." Jawab angga.


Seiring berjalannya waktu hati widia ikut luluh akan perhatian angga, apa mungkin widia jatuh cinta pada angga.


"Widia." Panggil angga sambil menyelipkan rambut widia pada telinganya.


"Iyah." Jawab widia gugup.


Perlahan tapi pasti bibir angga mulai mendekati bibir widia. Dan widia juga nampak mendekatkan bibirnya pada bibir milik angga. Dan...


Tok, tok, tok..


Terdengar suara ketukan pintu yang membuat widia dan angga langsung menjauh satu sama lain.


"Sial." Ucap angga di dalam hati.


Sementara widia nampak melamun saat memikirkan kejadian barusan, hampir saja dia dan angga berciuman.


Lalu angga membuka pintu ruangannya, dan di lihatnya orang yang mengantar makanan yang tadi angga pesan.


"Apa itu?"


"Makan siang."


"Wihhh, pasti enak tuh."


Lalu widia mengambil makanan tersebut, nampak mata widia berbinar-binar saat melihat makanan tersebut. Dan angga hanya tersenyum senang saat melihat widia.


"Makanlah, aku sengaja pesan untukmu."


"Tentu akan ku makan."


Lalu widia memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya, sementara angga hanya diam sambil melihat widia makan.


"Kau tak makan?" Tanya widia pada angga.


"Tidak, aku tak lapar." Jawab angga.


Widia tahu jika angga berbohong.


"Buka mulutmu." Ucap widia.


"Aku tak lapar widia."


Widia nampak melihat angga dengan tatapan marah tapi bagi angga widia terlihat sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah aku makan tapi kamu harus suapi aku." Ucap angga.


"Baiklah. Sekarang bayi besarku buka mulutmu." Ucap widia sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan.


Dan angga langsung membuka mulutnya, entah kenapa dia sangat bahagia bisa menghabiskan waktu dengan widia.


Dan makan siang kali ini di lewati dengan penuh canda tawa antara angga dan widia.


Skip.


Kini jam sudah menunjukan jam 5 sore, terlihat angga tengah menunggu widia di parkiran. Dan tak beberapa lama widia datang menghampiri angga.


"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucap widia.


"Tak apa." Jawab angga.


Lalu angga langsung menjalankan mobilnya, terlihat angga sesekali melirik widia.


"Seingatku tadi kau tak memakai pakaian itu." Ucap angga.


"Oh, anu tadi aku ada pemotretan dan karena sudah sore aku tak ganti baju." Jawab widia.


"Baju itu terlalu terbuka." Ucap angga.


"Oh yah? aku rasa tidak."


Angga nampak kesal saat melihat widia memakai pakaian terbuka seperti itu, terlebih lagi karena tubuh widia di lihat oleh banyak pria. Dia tak masalah jika widia memakai baju terbuka atau bahkan tak memakai baju sekali pun jika hadapannya tapi jika di hadapan orang lain angga tak terima.


"Besok-besok lagi kau tak boleh memakai pakaian terbuka seperti itu lagi."


"Tapi ini baju untuk pemotretan jadi wajar kalau aku memakainya."


"Ku bilang tak boleh ya tak boleh. Paham."


"Baiklah, terserah pak angga saja."


Lalu widia langsung membenarkan posisinya, dan dia hendak tidur sejenak karena dia terlalu cape. Angga yang melihat widia hendak tidur langsung menyelimuti tubuh widia dengan jas yang dia kenakan. Angga tak ingin jika widia kedinginan kemudian jatuh sakit.


Sambil terus mandang wajah manis widia, angga tak henti-hentinya tersenyum. Ingin rasanya angga memiliki widia seutuhnya tapi sekarang belum waktunya angga menyatakan perasaannya pada widia.


Di lain tempat...


Di sebuah kamar bernuansa putih, nampak seorang wanita tengah duduk manis di atas ranjangnya, terlihat matanya sedikit bengkak seperti habis menangis.


"Nyonya yasmin." Panggil seorang pelayan.


"Iyah bi." Jawab wanita yang di panggil yasmin.


"Para pelayad akan segera pulang nyonya."


"Kalau begitu bibi wakili saja saya, saya tak sanggup untuk keluar dari kamar." Jawab yasmin.


"Baik nyonya." Lalu pelayan tersebut langsung pergi dan melaksanakan perintah dari majikannya tersebut.


Setelah kepergian pelayan tersebut, yasmin yang awalnya sedih langsung tertawa bahagia.


"Akhirnya kau mati juga mas, dan sekarang aku bisa kembali bertemu dengan kekasih tersayangku. Mas angga." Ucap yasmi sambil melihat foto dirinya bersama angga.

__ADS_1


Karena yasmi telah mendengar jika perusahaan angga adalah perusahaan terbesar di indonesia, maka dia memantapkan diri untuk kembali menemui angga dan dia ingin kembali menjalin hubungan dengan angga. Dengan begitu yasmin akan menjadi nyonya besar di kediaman angga dan juga perusahaan angga akan menjadi miliknya.


"Tunggu aku pulang sayang."


__ADS_2