Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 51


__ADS_3

"Yasmin ku mohon jangan pergi."


"Menyingkirlah kau pria miskin." Ucap wanita itu sambil mendorong pria yang tengah memohon padanya.


"Aku berjanji yasmin, perusahaanku pasti akan bangkit tapi kau harus bersabar dulu."


"Apa kau kira aku wanita bodoh, yang mau menemai pria miskin sepertimu. Lebih baik aku bersama dengan Om sandi dia pria kaya yang punya banyak harta tak seperti dirimu."


Lalu wanita itu pergi meninggalkan pria tersebut.


"YASMIN...." Teriak angga.


Terlihat keringat basah membanjiri badannya.


"Ternyata hanya mimpi." Ucap angga sambil mengelap keringat yang ada di wajahnya.


Lalu angga beranjak dari ranjangnya, dan melihat jam di handphonenya.


"Ternyata sudah jam 06:00 pagi."


Kemudian angga langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Skip.


Kini angga telah keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya. kemudian dia berjalan ke arah lemari dan mengambi pakaian santainya.


Karena sekarang adalah hari minggu, maka angga akan memilih untuk tinggal di rumah, setelah selesai memakai pakaiannya angga langsung turun ke bawah dan di sana sudah ada ibunda beserta adiknya tengah menyiapkan sarapan.


"Eh, angga kamu udah bangun nak,"


"Udah bun."


"Ya udah, kamu duduk dulu. Bunda lagi nyiapin sarapan,"


Lalu angga duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan tersebut.


"Sonia kamu panggil andi sanah," Ucap bunda Lili.


"Siap bun." Lalu sonia pergi ke kamar andi.


Lalu tak beberapa lama andi datang bersama sonia, andi nampak menunduk saat melihat angga.


"Andi, ayo makan." Ajak bunda Lili.

__ADS_1


Lalu andi duduk di samping angga, nampak dia terus menunduk. Andi tak berani untuk melihat angga karena dia takut pada angga.


Kini mereka sarapan tanpa bicara, terlihat angga memakan sarapan dengan lahap. Dia sesekali melihat andi dengan ujung matanya, nampak andi tidak terlalu bernafsu.


"Andi makan yang banyak nak." Ucap bunda Lili.


"Baik oma." Jawab andi.


Kini mereka selesai sarapan, terlihat andi pergi ke kamar ibunya dan angga mengikutinya dari belakang.


Terlihat andi duduk di samping widia sambil menggenggam tangannya.


"Ibu, kapan ibu bangun." Ucap andi.


Terlihat angga sedikit kasihan melihat andi, lalu angga menghampiri andi.


"Andi."


Terlihat andi nampak kaget saat angga menyapanya, angga yang melihat andi ketakutan langsung menyamakan tingginya dengan andi.


"Maafkan aku, karena telah membuat ibumu menjadi seperti ini."


Terlihat andi menatap angga.


Dan andi mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan angga.


"Baiklah kita mulai hubungan ini dari awal, dan kau bisa memanggiku ayah." Ucap angga.


"Ayah,"


"Iyah benar kau bisa memanggilku seperti itu."


"Ayah," Ucap andi sambil memeluk angga.


Terlihat angga di buat kaget dengan andi yang memeluknya, lalu angga membalas pelukan andi.


Andi sangat bahagia saat dia punya seorang ayah karena selama ini dia selalu di ejek oleh teman-teman sebayanya jika dia adalah anak yang tak punya seorang ayah.


Terlihat tangan widia bergerak, andi yang melihat tangan ibunya bergerak langsung melepaskan pelukannya pada angga dan menghampiri ibunya.


"Ibu sudah sadar." Ucap andi.


Perlahan mata widia membuka, terlihat dia melihat sekeliling dan samar-samar dia melihat wajah putranya.

__ADS_1


Senyum senang terukir jelas di wajah andi atas sadarnya widia, lalu angga menelpon dokter agar segera datang ke rumahnya untuk memeriksa kondisi widia.


Di lain tempat...


Terlihat irwan tengah membuka mata, dia melihat sekeliling dan rupanya dia sudah berada di kamarnya.


"Kau sudah bangun mas,"


Irwan langsung menoleh ke sumber suara dan di dapatinya tasya tengah melihat ke arahnya sambil menyilangkan tangan di dada. Irwan tak membalas ucapan tasya dia lebih memilih langsung beranjak pergi ke kamar mandi.


Skip.


Kini irwan sudah keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian lengkap, dia lebih memilih memakai pakaian di kamar mandi dari pada di kamar.


"Mas!"


"Ada apa tasya,"


"Siapa itu widia?"


Terlihat netral irwan membulat saat tasya menanyakan soal widia.


"Jika kau sudah tahu kenapa harus bertanya padaku."


Terlihat mata tasya berkaca-kaca.


"Terus kau menganggapku apa selama ini mas." Ucap tasya sambil menahan tangis.


"Aku sedang tak ingin berdebat dengamu tasya."


"Tapi aku butuh penjelasan mas,"


Terlihat irwan menatap malas pada tasya.


"Kau ingin penjelasan dariku maka dengarkanlah aku tak pernah mencintaimu."


Terlihat tasya tak kuasa menahan air matanya saat mendengar kenyataan jika suaminya tak pernah mencintainya.


"Terus semua perhatianmu itu palsu."


"Aku hanya menghargaimu sebagai istriku tak lebih." Lalu irwan langsung melenggang pergi meninggalkan tasya.


Setelah kepergian irwan, tasya langsung tumbang dia sudah tak kuasa lagi menahan air matanya, kemudian dia langsung menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


__ADS_2