
Keesokan harinya, nampak Angga dan Widia tengah berada di sebuah toko khusus menjual perlengkapan bayi.
"Semuanya bagus-bagus yah." Ucap Widia sambil melihat-lihat perlengkapan bayi.
"Kau mau yang seperti apa?" Tanya Angga.
"Hem, aku ingin perlengkapan bayinya itu karakter Doraemon. Pasti lucu, dan imut-imut gitu." Ucap Widia.
"Apa tak salah, harusnya yang polos saja dan warnanya itu hitam atau biru tua." Ucap Angga.
"Ini itu perlengkapan bayi dan baju bayi bukan perlengkapan atau pun baju buat orang dewasa." Ucap Widia sambil menatap ke arah Angga.
"Itu masalahnya Widia, jadi anak kita itu tak boleh seperti bayi pada umumnya. Jadi saat dia masih kecil dia harus seperti orang dewasa jangan seperti bayi." Ucap Angga.
"Pendapat macam apa itu, gak masuk akal banget." Ucap Widia kesal.
Nampak Widia langsung mencari perlengkapan bayi dan juga pakaian-pakaian untuk bayinya nanti.
Sementara Angga hanya mengikuti kemana Widia pergi. Terlihat senyum Widia mengembang saat menemukan perlengkapan dan baju bayi yang sangat dia inginkan.
"Warnanya bagus yah, biru muda." Ucap widia pada Angga.
"Iya, bagus. Beli aja." Ucap Angga.
Lalu Widia kembali mencari peralatan dan pakaian bayi yang berwarna biru muda, karena Widia sangat menyukai warna tersebut. Dan Angga hanya bisa tersenyum bahagia melihat istri kecilnya itu bahagia.
Setelah di rasa cukup lalu Widia dan Angga pun langsung melakukan pembayaran, nampak Widia hanya tersenyum sambil melihat Angga yang tengah melakukan pembayaran.
__ADS_1
Setelah melakukan pembayaran, Angga menyuruh para pelayan untuk memasukkan belanjaan mereka ke dalam bagasi mobil.
Setelah itu, Angga langsung menyetir mobil miliknya.
"Sekarang kita ke dokter untuk melakukan USG." Ucap Angga.
"Iya." Jawab Widia.
Nampak wajah Widia sangat ceria hari ini, dan Angga pun ikut bahagia melihat istrinya bahagia.
"Apa kau punya nomor agen penyalur baby sitter?" Tanya Angga.
"Untuk apa?" Tanya Widia.
"Tentu saja, untuk mengurus anak kita nanti." Jawab Angga.
"Aku gak butuh dan gak mau orang lain buat ngurus anak aku, aku ingin anak aku dari kecil sampai dewasa aku yang ngurus. Dan tak boleh ada campur tangan orang lain." Jelas Widia.
"Aku tak akan lelah, lagi pula aku tak kerja. Dan mengurus anak itu merupakan kesenangan terbesar seorang ibu." Jawab Widia.
Dan Angga langsung tersenyum pada Widia, dia sangat bersyukur karena Tuhan menganugerahkan seorang wanita yang cantik dan memiliki sifat keibuan seperti Widia.
"Kau adalah wanita yang paling sempurna dimanaku." Ucap Angga. Dan Widia tersenyum sebagai balasan untuk Angga.
Kini mobil Angga sudah berhenti di depan rumah sakit.
"Ayo sayang." Ajak Angga, lalu Angga pun membantu Widia untuk turun dari dalam mobil.
__ADS_1
"Hati-hati." Ucap Angga, dia takut jika Widia jatuh ataupun terluka.
"Tenang aja, aku bisa kok." Jawab Widia.
Lalu Angga pun mengajak Widia untuk pergi ke ruang dokter kandungan, tapi sebelum itu Angga harus mendaftarkan dirinya.
Setelah mendaftar nampak Angga dan Widia langsung duduk di ruang tunggu, karena masih ada orang yang tengah di periksa.
"Kenapa kita harus menunggu, aku bisa membuatmu langsung di periksa sekarang." Ucap Angga.
"Kau itu, tak apa menunggu juga. Lagi pula kasihan mereka menunggu dari tadi, jangan karena kau kaya dan banyak uang jadi kau bisa bertindak seenaknya." Ucap Widia memberikan nasehat pada Angga.
"Baiklah sayang." Jawab Angga.
Cukup lama mereka menunggu kini giliran Widia dan Angga, nampak Angga membantu Widia berjalan.
"Selamat siang." Sapa dokter tersebut.
"Siang." Jawab Widia.
Lalu setelah memberikan penjelasan, Dokter tersebut pun langsung memeriksa keadaan tubuh Widia.
"Kondisi tubuh pasien baik, dan sekarang kita akan melakukan USG." Ucap dokter tersebut.
Lalu Dokter tersebut pun langsung melakukan USG, nampak Angga sangat gugup. Dia sudah tak sabar untuk mengetahui apa jenis kelamin anaknya itu.
****
__ADS_1
-apa yah jenis kelamin anaknya Angga dan Widia? 🤔
Silahkan ini jawaban kalian di kolom komentar 😁