
Hari sudah menjelang siang, kini widia dan angga tengah bersiap mereka hari ini akan pergi berbelanja karena selama ini angga merasa belum pernah mengajak widia untuk berbelanja. Tadinya widia ingin mengajak andi untuk ikut tapi angga melarang katanya dia ingin pergi berdua saja.
Skip.
Kini angga tengah mengendarai mobilnya ke salah satu mall terbesar di jakarta yaitu mal taman anggrek yang berada di Jl. Letjen S. Parman No.Kav.21, RT.12/RW.1, Tj. Duren Sel., Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota. Sesekali angga melirik widia yang tengah melihat pamandangan jalanan kota jakarta.
"Wi?"
"Iyah?!"
"Kamu mau beli baju apa?"
"Hmm, gak tahu. Kita lihat aja nanti."
Lalu angga kembali memfokuskan matanya ke jalanan, tak beberapa lama mobilnya sudah berada di mall taman anggrek lalu dia langsung memparkirkan mobil miliknya.
Terlihat widia langsung turun dari dalam mobil dan angga langsung menggenggam tangan widia dan mengajaknya masuk ke dalam.
Bukan hanya dari luar, dari dalam juga mall tersebut nampak sangat mewah. Kini widia dan angga tengah berkeliling sambil melihat-lihat toko-toko yang menjual pakaian. Tapi entah kenapa tak ada rasa suka saat widia melihat pakaian-pakain tersebut.
Lalu widia dan angga sampai di sebuah toko pakian remaja, entah kenapa widia mengajak angga ke toko tersebut. Kemudian widia melihat-lihat pakaian yang ada di toko tersebut. Lalu matanya tertuju pada baju couple yang sangat lucu.
"Angga aku ingin yang itu?" Sambil menunjuk baju couple tersebut.
"Baiklah." Lalu angga mengambil baju tersebut.
"Kok cuman satu kan ada dua." Tanya widia.
"Yang satu lagi buat cowok wi."
"Iyah, satu lagi buat kamu."
Seketika mata angga menatap pakaian tersebut.
"Tapi warnanya pink, aku gak mau pake baju pink." Ucap angga menolak.
Lalu widia menatap angga. "Oh, jadi kamu gak mau samaan baju sama aku?!"
__ADS_1
Tak ingin bertengkar dengan widia, lalu dengan terpaksa angga mengalah. Dengan wajah senang widia langsung membawa baju tersebut ke kasir.
"Gak mau di coba dulu?" Tanya angga.
"Enggak, ini udah cocok kok." Jawab widia.
"Lalu mau beli apa lagi?"
"Gak tahu."
Di tempat lain...
Di sebuah kamar yang gelap terlihat seorang pria tengah duduk sambil menatap ke luar jendela kamarnya.
Sambil menghisap sebatang rokok yang ada di tangannya, pria itu kemudian melihat handphonenya. Tak ada notip satu pun.
Lalu dia langsung pergi bangkit dari tempat duduknya dan mengambil gitar kesayangannya, lalu dia memainkan gitar tersebut.
"Membosankan!" Ucapnya sambil menyimpan kembali gitar miliknya, lalu dia kembali membuka handphonenya di lihatnya akun istagram miliknya.
Lalu ta sengaj sebuah berita yang tengah menjadi trending topik hari ini.
Lalu jarinya mengklik berita tersebut, nampak sebuah tawa kecil terdengar dari mulutnya saat membaca berita tersebut.
"Dasar wanita-wanita bodoh! Sebegitu rendah dan gila hartanya mereka sampai-sampai memperebutkan pria jelek seperti itu." Ejeknya sambil menghisap rokok miliknya.
Lalu sebuah panggilan masuk ke handphone pria tersebut. Dengan terpaksa dia mengangkat panggilan tersebut.
"Ada apa?" Tanya pria itu pada orang yang menelponnya.
"Dimana kamu faizal?" Jawab si penelpon.
"Di rumah."
"Cepetan ke caffe, semua pengunjung udah mau dengerin suara kamu."
"Oke, oke. Aku ke sana sekarang."
__ADS_1
Pria yang di ketahui namanya faizal tersebut langsung membawa gitar miliknya dan meninggalkan apartemen mewahnya.
Faizal merupakan seorang penyanyi sekaligus model pria yang cukup di gandrungi di kalangan wanita. Umurnya yang baru menginjak 21 tahun membuatnya terlihat sangat dewasa dan tampan. Dan tak lupa dia juga di sebut dengan pria yang suka membuat wanita baper terus setelah wanita itu baper faizal langsung meninggalkannya.
.
.
Di mall taman anggrek...
Widia dan angga sudah berkeliling menjelajahi hampir semua toko-toko yang ada di mall tersebut. Tak lupa juga dengan tangan aditia yang penuh dengan belanjaan milik widia.
"Wi, kita makan dulu yah!" Ajak angga.
"Aku gak laper."
"Tapi aku cape wi, pengen istirahat dulu."
"Kok bisa cape, aku juga gak cape."
"Iyah kamu gak bawa barang, kalau aku. Lihat nih semua belanjaan kamu, aku yang bawa."
"Ya itukan tugas kamu sebagai pria, masa harus aku yang bawa terus apa kata orang nanti. Nanti mereka bilang kalau kamu cowok lemah terus gak punya hati ngebiarin istrinya bawa banyak barang."
"Oke, oke. Aku ngalah."
Dan widia hanya tersenyum mendengar ucapan angga. Lalu dia dan angga langsung pergi ke sebuah caffe yang ada di mall tersebut. Angga yang nempak cape tapi dia tetap berusaha tampil gagah dan menawan meski sebenarnya dia sangat lelah.
"Kamu mau pesen apa wi?"
"Apa aja deh, terserah kamu."
Lalu angga langsung memanggil pelayan caffe dan memesan beberapa makanan ringan dan minuman dingin. Terlihat widia merapatkan tubuhnya dan memengang tangan angga.
"Maaf yah, aku udah buat kamu cape."
"Gak papa wi."
__ADS_1
Terlihat widia tersenyum tulus pada angga, dan angga membalas senyuman itu. Bagi widia ini hari yang cukup bahagia karena setidaknya mereka berdua bisa menghabiskan waktu bersama di tambah dengan belanja sepuasnya.