Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 95


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, nampak angga masih berada di kantornya. Dan tak beberapa lama datang riko sambil membawa beberapa berkas.


"Tuan, ini informasi yang anda minta." Ucapnya sambil menyodorkan berkas-berkas tersebut.


Lalu angga langsung melihat informasi yang riko berikan. Nampak matanya sangat fokus pada informasi tentang rudi dan selingkuhannya itu.


"Orang rendahan seperti mereka berani-beraninya, melakukan trik licik kepada adikku." Gumam angga dengan sebuah seringaian. "Riko, tolak kerja sama dengan perusahaan Nugraha dan perusahaan sanjaya."


"Baik tuan." Ucap riko.


Terlihat senyum misterius terukir di wajah angga, dia tak akan membiarkan orang yang menyakiti keluarganya bisa hidup dengan tenang.


Karena di rasa hari sudah menjelang sore, angga kemudian langsung pulang menuju rumahnya.


Skip.


Kini angga sudah berada di kediamannya, rumah nampak sepi.


"Kemana semua orang." Pikir angga. Lalu angga langsung pergi ke kamarnya, nampak terdengar suara gaduh di dalam kamarnya.


"Ada apa ini?" Tanya angga, karena ada banyak orang di kamarnya.


"Ayah, ibu." Ucap andi.


"Ada apa dengan ibumu?" Tanya angga.


"Maaf tuan, dari tadi siang nyonya terus marah-marah. Entah apa penyebabnya, saat di tanya nyonya tak menjawab." Ucap simbok.


"Kalau begitu, kalian bisa keluar dulu. Kau juga andi." Ucap angga.

__ADS_1


Lalu semua orang langsung keluar dari kamar angga, nampak angga mendekati widia yang tengah memeluk guling miliknya.


"Ada apa dengamu?" Tanya angga. Tapi tak ada jawaban dari widia. "Jawab wi, aku paling tak suka jika di abaikan."


Lalu widia langsung membalikkan wajahnya pada angga.


"Ada apa denganmu?" Tanya angga.


"Aku marah, aku kesel." Ucap widia.


"Iya, kenapa?" Tanya angga.


"Kau tahukan, tetangga kita itu." Ucap widia


"Maksudmu? Pak Bayu." Tanya angga.


"Iya." Jawab widia.


"Bukan." Jawab widia.


"Lalu apa?" Tanya angga.


"Kan pak bayu itu punya pohon pete, terus aku ingin pete. Tapi dia bilang, gak baik wanita cantik kaya aku makan pete. Nanti mulut aku bau." Ucap widia menjelaskan.


Seketika angga langsung tertawa mendengar ucapan widia. "Hahahaha..."


"Kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu?" Tanya widia.


"Yah, jelas lucu. Widia-widia. Yang di katakan pak bayu itu memang benar, untuk apa kau makan pete. Nanti mulutmu bau." Ucap angga.

__ADS_1


"Ih, kau ini. Tapi aku ingin angga." Teriak widia.


"Gak boleh, nanti kau bau mulut." Jelas angga.


"Tapi aku ingin." Pinta widia sambil melempar bantal, guling dan selimut ke lantai.


"Ada apa denganmu? Biasanya kau tak pernah makan-makanan seperti itu?" Tanya angga heran.


"Pokoknya aku mau pete." Ucap widia.


"Baiklah-baiklah, nanti aku suruh simbok untuk beli pete." Jawab angga malas.


"Aku gak mau beli, aku mau pete yang ada di rumah pak bayu." Jelas widia.


"Apa bedanya widia, beli dan yang ada di rumah pak bayu itu sama, sama-sama pete." Jelas angga.


"Enggak, pokoknya beda. Aku mau pete yang ada di rumah pak bayu." Ucap widia.


"Baiklah-baiklah, nanti aku akan nyuruh simbok untuk minta ke pak bayu." Ucap angga sambil berjalan pergi menuju kamar mandi.


"Aku gak mau simbok yang minta, aku mau kamu yang minta." Ucap widia.


"Apa bedanya widia, yang penting ada pete." Ucap angga sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


"Pokoknya beda, aku ingin kamu yang minta." Jelas widia sambil berteriak.


"Baiklah-baiklah. Sayang." Ucap angga sambil memberikan senyum palsu.


"Makasih, suamiku." Ucap widia.

__ADS_1


Lalu angga hanya memutar bola matanya, kemudian dia langsung berjalan ke kamar mandi. Untuk membersihkan diri dan juga mendinginkan otaknya yang panas akibat ulah konyol widia.


__ADS_2