
Setelah membayar, irwan langsung membawa widia ke pesta, tanpa widia ketahui jika nanti dia akan bertemu dengan seseorang yang tak ingin dia temui.
Tak terasa mobil irwan telah sampai di sebuah gedung yang sangat mewah, dan terlihat banyak orang dari kalangan atas menghadiri pesta tersebut.
"Wow, besar banget gedungnya." terlihat widia memandang takjub bangunan yang ada di hadapan nya sekarang.
Dan irwan hanya bisa tersenyum ketika melihat kepolosan widia.
"Ayo turun wi." Ajak irwan.
Lalu irwan dan widia turun dari mobil, dan ketika mereka mulai memasuki gedung tersebut banyak pasang mata yang melihat ka arah widia dan irwan, dan widia sedikit risih ketika banyak orang yang melihat ke arahnya.
"Tenang aja wi." Sambil menggandeng tangan widia, terlihat wajah widia memerah ketika irwan menggandeng tangannya.
Dan banyak kaum wanita yang melihat tidak suka ke arah widia, karena mereka iri pada widia, karena irwan di kenal bukan orang yang mudah didekati oleh wanita.
"Seperti ada hawa dingin yang menusuk dari belakang." Pikir widia, dan dia tak berani melihat ke arah belakang karena pasti banyak tatapan wanita yang tak suka melihat nya bersama dengan irwan.
"Kamu kenapa wi."
"Gak papa kok."
"Masa sih, tapi kok muka kamu pucet, kamu sakit?" Sambil menempelkan tangannya pada kening widia.
__ADS_1
"Enggak mas, cuman suasananya gak nyaman aja."
"Gak nyaman kenapa?"
"Fans mu banyak banget, aku jadi takut."
"Hahahaha. widia, widia, fans dari mana wi emang kamu kira aku artis hingga punya fans segala."
"Ya kan secara mas irwan ini udah kaya, mapan, tampan. Jadi wajarlah banyak cewe yang suka sama mas irwan."
"Kamu cemburu?"
Terlihat wajah widia memerah seketika.
"Hmmm... dasar."
Terlihat widia dan irwan tertawa bersama, tanpa mereka sadari angga sedang melihat ke arah mereka dengan tatapan tak suka.
"Beraninya kau widia, bermain di belakangku." Lalu angga meminum anggur yang ada di tangannya sambil terus melihat ke arah widia dan irwab.
***
Kini terlihat widia tengah mencicipi beberapa makanan yang ada di meja, dan tak jauh dari sana ada 2 orang wanita yang tengah memperhatikannya.
__ADS_1
"Kamu lihat dia." Sambil menujuk ke arah widia.
"Memangnya kenapa?"
"Dia itu udah ngerebut irwan, putri."
"Apa!" Terlihat raut wajah nya kesal sambil terus melihat widia "Berani-beraninya dia mencoba merebut calon suamiku, ayo kita beri dia pelajaran agnes."
Lalu ke dua wanita itu berjalan ke arah widia sambil membawa segelas anggur, dan kemudian putri pura-pura menyenggol widia dan menumpahkan anggurnya pada pakaian widia.
"Ups, sorry. Aku gak sengaja."
"Hmm. iyah gak papa."
Terlihat tatapan mengejek putri pada widia, dan ketika widia hendak pergi, widia di senggol oleh agnes sehingga minuman yang widia pegang mengenai baju putri.
"Ya tuhan, apa yang kamu lakukan? beraninya kamu mengotori gaunku."
"Maaf aku gak sengaja."
"Gak sengaja kamu bilang, kamu tahu gak gaun ini harganya berapa!"
Terlihat wajah widia sudah memerah seperti orang yang ingin menangis, di tambah dia sangat malu karena banyak orang yang melihat ke arah nya dengan tatapan menghina, dan tak sedikit orang juga yang mencemooh dirinya.
__ADS_1
Dan sialnya lagi irwan kini hilang entah kemana, tadi dia bilang akan pergi menemui temannya sebentar, tapi sampai sekarang dia belum kembali. Dan widia sangat bingung jika harus berhadapan dengan orang-orang kaya karena orang kaya selalu menindas orang miskin sepertu dia menggunakan uang dan kekuasaan.