
Hari sudah mulai menjelang sore, widia nampak sangat bosan karena dia tak boleh keluar dari rumah oleh angga.
Tak beberapa lama angga sudah pulang ke rumah, lalu dia langsung memeluk widia.
"Selamat sore istriku." Sapa angga.
"Aku bosan." Bukannya menjawab ucapan angga widia malah bicara kalau dia bosan.
"Kau harus terbiasa, Oke." Ucap angga.
Tak ingin berdebat dengan angga, widia lalu membantu angga membuka dasi dan juga kemeja yang melekat pada tubuh suaminya itu.
"Aku sudah lama tak bertemu dengan andi."
"Kalau begitu, nanti kita akan menemuinya."
"Aku heran pada anak itu, bukannya tinggal dengan ayah dan ibunya. Dia malah ingin tinggal dengan neneknya." Oceh widia.
"Itu berarti andi adalah anak yang pengertian karena dia tak ingin menganggu keromantisan ayah dan ibunya." Ucap angga sambil memeluk widia dari belakang.
"Kebiasaan, cepat mandi sanah. Kau sangat bau. Terlebih lagi ketiakmu itu."
"Tapi kau sangat suka tidur di ketiakku yang bau ini widia." Ucap angga sambil tersenyum.
Wajah widia langsung memerah, "Cepat pergi sanah." Usir widia. Lalu angga langsung berjalan ke dalam kamar mandi untuk segera menyegarkan tubuhnya yang sangat lengket.
__ADS_1
Widia hanya tersenyum melihat kelakukan angga yang kadang sangat manja jika sedang bersama widia.
Tring, tring..
Terdengar suara pesan masuk pada WhattsAp widia lalu widia langsung melihat siapa yang mengirim pesan padanya dan ternyata Angelina.
"Widia."
Lalu widia langsung membalas chat tersebut.
"Iyah, angelina ada apa?"
"Aku hari ini tak melihatmu? "
"Maaf suamiku tak mengizinkanku untuk keluar rumah."
"Hubunganku sudah lebih membaik lagi, terlebih lagi sekarang aku sedang hamil anaknya jadi dia melarangku untuk keluar rumah. Maklum kadang angga terlalu posesif padaku."
Lama tak ada balasan dari Angelina, kemudian tak beberapa lama ada pesan masuk dari Angelina.
"Kau hamil? Aku ucapkan selamat atas kehamilanmu itu. Widia."
"Terimakasih angelina."
Tak ada lagi balasan dari Angelina, karena merasa bahwa angelina tak akan membalasnya maka widia langsung menaruh kembali handphonenya.
__ADS_1
Tak beberapa lama angga keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Widia nampak terus melihat tubuh angga yang atletis.
"Aku tahu, aku sangat menggoda." Ucap angga sambil menutup mata widia dengan tangannya yang basah, lalu widia melepaskan tangan angga dari matanya.
"Hemmm, kamu terlalu kegeeran angga." Oceh widia.
"Kau jangan malu untuk mengakuinya widia." Ucap angga sambil berjalan ke arah lemari pakaian miliknya.
"Iyah, iyah. Suamiku ini sangat tampan sekali bagaikan arjuna." Ucap widia sambil menekan kata arjuna lalu widia langsung pergi meninggalkan angga, terlihat angga hanya tersenyum sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
Kini terlihat widia tengah berada di dapur sambil menyiapkan makanan untuk angga. Angga yang melihat istrinya sedang menyiapkan makanan langsung menghentikan hal itu.
"Widia, kau tak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat." Maki angga.
"Ini bukan pekerjaan yang berat angga, malahan saat aku sedang mengandung andi, aku melakukan pekerjaan yang lebih berat dari pada ini."
"Itu beda lagi, saat itu aku tak ada di sisimu. Dan sekarang karena ada aku jadi kau tak boleh melakukan pekerjaan yang membuatmu cape."
"Yaudah, yaudah. Dari pada kau terus mengoceh padaku lebih baik kita langsung makan saja. Oke."
Lalu angga langsung duduk di meja makan, terlihat widia mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk angga.
Di tempat lain...
Terlihat Angelina tengah mengepalkan tangannya, dia meremas handphone yang sedang dia pegang. Emosinya semakin memuncak saat mendengar jika widia sedang mengandung anak angga. Rencananya merusak hubungan angga dan widia tak berhasil kah? Bukannya dia sudah mengirim foto widia dengan pria lain pada angga tapi kenapa angga tak marah?
__ADS_1
Kini dia harus kembali memikirkan rencana baru untuk menghancurkan rumah tangga widia dan angga, agar angga bisa bersama dengan dirinya. Bukan Angelina namanya jika dia tak bisa mendapatkan apa yang dia mau.