Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 127


__ADS_3

Tak terasa hari sudah mulai menjelang malam, kini Widia tengah menonton televisi sambil menunggu kedatangan Angga. Sementara Andi, dia sudah terlelap dalam tidur.


"Nyonya." Panggil simbok.


"Iya mbok ada apa?" Tanya Widia.


"Kenapa nyonya belum tidur? Ini sudah malam dan gak baik buat kesehatan nyonya." Ucap simbok.


"Hem, aku mau menunggu mas Angga dulu." Jelas Widia.


"Baiklah, kalau ada sesuatu yang di butuhkan bisa panggil saya, saya ada di dapur. Nyonya." Ucap simbok.


"Baik mbok." Jawab Widia. lalu simbok langsung pergi meninggalkan Widia.


Sementara itu...


Terlihat seorang wanita tengah mengendap-endap, karena hari sudah mulai menjelang malam dan di tambah pak satpam yang sedang membeli kopi. Dan ini merupakan kesempatan bagus untuk masuk ke kompleks perumahan tersebut.


"Ibu, kenapa kita kecini lagi?" Tanya putrinya.


"Udah, kamu diem aja yah." Ucap ibunya.


Lalu wanita itu langsung berlari sambil menggandeng tangan putrinya, dengan sebuah kertas kecil di tangannya lalu dia langsung mencari rumah seseorang.


Sekian lama berjalan dan mengitari komplek perumahan tersebut, kini dia sudah berada di depan sebuah rumah megah milik seseorang.


"Ibu lumah ciapa ini?" Tanya putrinya. Tapi wanita itu tak menjawab ucapan putrinya, dia hanya tersenyum sebagai jawaban.


Lalu wanita itu langsung melangkah kakinya menuju rumah tersebut, nampak halamannya sangat luas. Dan untungnya tak ada satpam penjaga di rumah itu jadi tak ada yang menghalangi wanita itu.


Tok, tok, tok...

__ADS_1


Wanita itu langsung mengetuk pintu rumah besar tersebut.


Di lain tempat.


Widia mendengar suara ketukan di pintu masuk.


"Apa mungkin mas Angga? Tapi kenapa dia mengetuk pintu biasanya juga gak pernah." Pikir Widia.


Lalu Widia langsung melangkahkan kakinya menuju pintu. Tanpa basa-basi Widia langsung membuka pintu tersebut.


"Kamu udah pu..." Ucapan widia langsung terhenti saat melihat orang yang ada di depan rumahnya. "Mau cari siapa yah?" Tanya Widia yang melihat seorang wanita sambil membawa anak kecil.


"Saya ingin cari pak Angga." Ucapnya dengan nada rendah.


"Untuk apa kamu mencari suami saya?" Tanya Widia penasaran, lalu dia melihat ke arah gadis kecil yang ada di samping wanita itu.


Sekilas gadis itu hampir mirip dengan Angga, bukan Angga saja tapi juga hampir mirip dengan putranya.


"Hey, apa maksud mu?" Tanya Widia. Lalu Widia melihat ke arah wanita itu. "Jangan-jangan. Gadis kecil itu..." Ucap Widia. Dan wanita itu langsung mengangguk kepalanya.


Nampak Widia hanya bisa diam, dia sangat marah dan kecewa pada suaminya itu. Tak terasa air matanya mengalir. Tapi, Widia berusaha bersikap dewasa dan dia ingin mendengar penjelasan dari wanita itu terlebih dahulu sebelum melampiaskan amarahnya.


"Kalau begitu, mari masuk. Kamu bisa jelaskan di dalam." Ucap Widia.


Lalu wanita itu langsung masuk ke dalam rumah besar milik Widia, nampak putrinya langsung menatap kagum pada rumah tersebut.


Kini mereka bertiga sudah berada di ruang tamu.


"Kau bisa jelaskan sekarang?" Ucap Widia.


"Ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu." Ucap wanita itu.

__ADS_1


Flashback.


Nampak seorang wanita dengan seragam tengah membawa sebuah pesanan pelanggan hotel. Lalu saat dia melewati sebuah kamar VIP, nampak tangan kekar menariknya Langsung memasuki kamar.


"Lepaskan saya." Teriak wanita itu.


"Diamlah, aku tak suka wanita yang tak menurut." Ucap pria itu yang tak lain adalah Angga.


Dalam pengaruh alkohol, Angga langsung melakukan aksi bejadnya itu. Dan dia lupa tak memakai pengaman sehingga terjadilah hal yang sama seperti Widia dulu.


Nampak wanita itu hanya bisa menangis di bawah tubuh milik Angga, dia berusaha melepaskan cengkraman tangan milik Angga tapi tak bisa. Kehormatannya kini sudah hilang oleh pria yang baru dia kenal.


Setelah melakukan aksi panasnya itu, Angga langsung membaringkan tubuhnya di samping wanita itu.


Dengan langkah tertatih-tatih wanita itu langsung memungut kembali pakaiannya yang berserakan dan langsung meninggalkan kamar tersebut. Dan dalam hidup dia akan selalu ingat siapa pria yang telah merenggut kehormatannya itu.


Flashback off.


Widia hanya bisa terdiam sambil mendengarkan ucapan Wanita itu.


"Lalu sekarang kau mau apa kemari? Dan kenapa kau baru datang sekarang?" Tanya Widia.


"Saya kemari bukan bermaksud untuk meminta pertanggung jawaban dari pak Angga. Saya hanya ingin pak Angga untuk mengurus putri saya." Ucapnya sambil menangis.


"Apa maksudmu?" Tanya Widia.


"Umur saya sudah tak lama lagi, saya tak ingin putri saya menjadi gelandangan dan tak ada yang mengurusnya. Hiks, hiks, saya mohon nyonya. Tolong saya untuk mengurus anak saya." Ucap wanita itu sambil menangis dan memohon pada Widia.


•••••


Hmm.. Apa yang akan Widia lakukan? Apa dia akan menolong wanita itua atau tidak. Hmm 🤔🤔 Penasaran. Sama saya juga 😁😁🤣

__ADS_1


__ADS_2