
Los Angeles, California. Amerika serikat.
"Bagaimana apakah wanita itu sudah mati?" Tanya seorang pria sambil duduk di kursi kebesarannya.
"Sudah tuan." Ucap seseorang yang merupakan asistennya.
"Sangat di sayangkan sekali, kenapa dia bisa meninggal secepat itu?" Tanya pria itu lagi.
"Dia terkena penyakit leukiamia." Ucap asistennya.
"Hem, dan anaknya?" Tanya pria itu lagi.
"Menurut informasi yang saya dapat, jika anaknya ada di sebuah sekolah di Bandung." Jawabnya.
"Hem.. Siapa nama anak itu?" Tanyanya lagi.
"Namanya Akila Tunnisa tapi orang selalu memanggilnya Kila." Jawab asistennya.
"Hem.." Hanya gumaman yang terdengar dari pria itu, nampak dia tengah menghirup Sebatang rokok. "Apakah kau sudah mempersiapkan kepulangan ku ke Indonesia?" Tanyanya pada asistennya itu.
"Sudah Tuan Anggi." Ucap asistennya.
Dan ternyata nama pria itu adalah Anggi, seorang pembisnis hebat yang tinggal di Amerika.
"Baguslah, aku tak sabar melihat ekspresi seseorang atas kepulangan ku." Ucapnya dengan tersenyum licik sambil menghisap rokok miliknya.
Sementara itu...
__ADS_1
Nampak Angga tengah duduk di kursi kebesarannya itu, dia tengah memeriksa tentang beberapa laporan perusahaannya.
"Panggilkan Riko." Ucap Angga lewat telpon pada seseorang. Lalu tak beberapa lama Riko pun datang.
"Pak Angga memanggil saya?" Tanya Riko.
"Apakah kau punya berita tentangnya?" Tanya Angga.
"Maksud anda?" Tanya Riko, lalu Angga memasang ekspresi wajah yang menunjukkan 'Kau pasti sudah tahu'.
"Ya, menurut informasi yang saya dapat dia akan pulang ke Indonesia." Ucap Riko.
"Oh, kita harus waspada. Dia orang yang sangat berbahaya dan paling ku benci." Ucap Angga.
"Baik Pak." Jawab Riko.
"Kalau begitu kau boleh pergi." Ucap Angga. Lalu Angga langsung bangkit dan segera keluar dari ruangannya kini dia akan pergi menuju rumah ibundanya.
Tak beberapa lama mobil Angga sudah berhenti di depan rumah ibundanya.
"Bunda mana?" Tanya Angga pada Sonia.
"Kakak tumben kemari?" Bukannya menjawab pertanyaan Angga, Sonia malah bertanya balik.
"Bunda mana?" Tanya Angga.
"Hem, bunda ada di kamarnya." Ucap Sonia. Lalu Angga langsung berjalan ke kamar ibundanya.
__ADS_1
"Bunda." Panggil Angga sambil membuka pintu kamar. Dan terlihat ibundanya tengah melihat ke luar jendela.
"Ah, Angga. ada apa nak, tumben kamu nyamperin bunda." Ucap Ibunda Lili.
"Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan." Ucap Angga dengan tatapan serius.
"Tentang apa?" Tanya ibunda Lili.
"Dia akan pulang." Ucap Angga, dan ibundanya sudah mengerti apa yang Angga maksud.
"Darimana kau tahu jika dia akan datang?" Tanya ibundanya.
"Dari mata-mata yang ku kirim untuk mengintai semua kegiatannya." Ucap Angga.
Dan ibundanya hanya bisa menghela nafas. "Bunda dengar kau punya anak lagi di luar sana?" Tanya Ibunda Lili pada Angga.
"Tidak bunda, wajahnya memang mirip denganku tapi saat di tes DNA di bukan anakku." Ucap Angga.
"Bagaimana bisa?" Tanya ibunda Lili.
"Ibunda pasti tahu." Ucap Angga.
"Apakah Widia sudah tahu?" Tanya ibunda Angga.
"Tidak, lebih baik ini hanya rahasia kita berdua saja." Ucap Angga pada ibundanya. Dan ibundanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Lalu tangannya langsung membelai rambut Angga. Dan nampak senyum kebahagiaan terpancar dari raut wajah ibundanya.
__ADS_1
"Ibunda bangga punya anak seperti mu, dan ibunda sungguh sangat bahagia bisa melahirkan anak yang berbakti pada ibunda." Ucapnya.
"Ini karena Angga sangat menyayangi ibunda." Ucap Angga. Lalu Angga langsung memeluk ibundanya.