Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 65


__ADS_3

"Widia, widia. Bangun wi." Ucap angga sambil menepuk-nepuk pipi widia.


"Hmmm.."


"Ayo wi bangun udah sore."


Lalu widia mengumpulkan kesadarannya.


"Emang sekarang jam berapa?"


"Udah hampir jam 6 sore wi."


Lalu dengan berat hati widia harus terpaksa bangun dari tidurnya.


"Punya istri tidur kaya kebo." Oceh angga sambil mengambil jasnya yang ada di kursi kerjanya.


"Siapa kaya kebo?"


"Anu, tadi di youtube ada video cewek kaya kebo."


"Oh."


Kemudian angga dan widia langsung keluar dari ruangan angga dan berjalan menuju parkiran tempat mobil angga berada.


Skip.


Kini angga tengah mengemudikan mobil, terlihat wajahnya sangat fokus pada jalanan.


"Angga?"


"Apa wi."


"Tadi pas aku lagi tidur, aku dengar kamu nyebut-nyebut nama yasmin."


"Oh, itu. Tadi dia datang ke perusahaan tapi aku suruh orang buat ngusir dia."


"Massa."


"Ya udah kalau gak percaya."


Tak ada obrolan lagi antara angga dan widia, mereka lebih memilih diam satu sama lain.


Skip.

__ADS_1


Kini mobil angga sudah sampai di kediamannya dan widia langsung keluar dari dalam mobil tanpa menoleh ka arah angga.


Nampak angga keheranan dengan sikap widia yang seperti itu karena perasaan tadi siang dia baik-baik saja. Kemudian angga mengikuti widia ke dalam kamar dan di dalam kamar terlihat widia tengah duduk di atas ranjang sambil memainkan handphonenya.


Karena saking lelahnya angga tak terlalu memperdulikam sikap widia yang di pikirkannnya saat ini adalah mandi dan tidur. Lalu angga mengambil handuk dan langsung berjalan ke arah kamar mandi.


Widia yang melihat angga biasa-biasa saja tanpa bertanya kenapa sikapnya berubah nampak sangat kesal.


"Dasar cowok gak peka." Oceh widia.


Tak memakan waktu lama angga sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana bokser yang tadi dia bawa ke kamar mandi, angga yang hanya menggunakan celana saja dan terlihat tubuh atletis angga nampak sangat indah di tambah rambutnya yang basah membuat widia diam seketika.


"Aku gak nyangka jika angga semenggoda ini." Pikir widia.


Angga yang menyadari jika widia tengah menatapnya langsung melemparkan handuk pada widia.


"Aww, apaan sih kok maen lempar ke muka orang." Ucap widia memaki angga.


"Cepat mandi sanah." Ucap angga sambil menarik tangan widia.


"Iyah, iyah. Gak perlu pake tarik-tarik segala kali."


"Iyah udah cepetan."


Di dalam kamar mandi..


Terlihat widia tengah membuka seluruh pakaiannya dan kini dia sudah tak memakai pakain sedikit pun, lalu dia menyalakan shower dan langsung memulai acara mandinya.


Skip.


Di rasa sudah bersih widia langsung mengakhiri acara mandinya dan dia langsung mengambil handuk miliknya yang yaitu handuk minions karena widia sangat suka dengan makluk satu itu. Dan widia mengambil handuk angga untuk mengeringkan rambutnya lalu widia langsung keluar dari dalam kamar mandi.


Angga yang melihat widia sudah keluar dari kamar mandi langsung mengambil hair dyrer. Dan widia langsung duduk di depan angga, dan angga langsung mengeringkan rambut widia.


"Rambut kamu harum wi."


"Iya dong."


Lalu setelah selesai mengeringkan rambut widia, angga langsung memeluk tubuh widia.


"Angga lepasin, aku mau pake baju dulu."


"Gak usah pake baju, aku lebih suka kok kalau kamu gak pake baju."

__ADS_1


"Kalau aku gak pake nanti aku kedinginan."


"Gak akan, kan aku peluk biar hangat."


"Ih, kebiasaan. Lepasin aku mau pake baju dulu."


"Tapi aku yang pilihin bajunya."


"Ya udah."


Bukannya berjalan ke lemari angga malah berjalan ke dekat ke sisi ranjang yang satu lagi lalu dia mengambil sebuah paper bag dan menyerahkannya pada widia. Widia nampak kanget saat melihat isi paper bag tersebut.


"Cepat pakai, aku gak sabar lihat kamu pake baju tidur yang aku beliin."


Dengan terpaksa widia menuruti perintah angga lalu dia berjalan ke kamar mandi dan memakai baju tidur yang angga belikan.


Tak beberapa lama widia sudah keluar dari dalam kamar mandi memakai baju tidur tersebut. Angga yang melihat widia memakai baju itu hanya bisa menelan ludah, dia tak salah pilih membelikan baju itu untuk widia karena widia sangat terlihat menggoda memakai baju itu.


Widia merasa malu karena angga terus menatapnya tanpa berkedip, dan widia juga merasa risih dengan baju yang dia pakai karena baju itu termasuk baju tidur orang dewasa yang terbilang sangat seksi dan menggoda karena bahannya yang tipis sehingga memperlihatkan lekuk tubuh di tambah dengan bagian dada yang sangat terbuka dan bagian bawah yang pedek hanya menutupi paha bagian atas saja.


"Aku tak salah pilih bukan."


"Aku mau ganti lagi."


"Gak boleh, aku suka kau memakai baju itu."


Lalu angga menyuruh widia mendekat ke arahnya dan widia menuruti perintah angga. Kini mereka duduk di atas ranjang dengan posisi widia yang bersandar ke dada bidang milik angga.


"Widia."


"Apa angga."


"Aku gak nyangka bisa bertemu denganmu."


"Dan aku lebih tak menyangka bisa menikah denganmu."


"Hahaha... Kalau di pikir-pikir pertemuan kita gak ada romantis-romantisnya yah?"


"Jangankan romantis, kamu malah perkosa aku."


"Hahahaha.. Jika aku dulu gak perkosa kamu terus gak nitipin benih aku di rahim kamu, mungkin kita gak akan bisa kaya gini sekarang." Bisik angga di telinga widia.


Dan widia tak membalas ucapan angga karena yang di katakan oleh angga ada benarnya juga. Lalu angga langsung membalikkan tubuh widia dan perlahan tubuh widia di baringkan di atas ranjanga dan kini mereka langsung memulai kegiatan suami istri.

__ADS_1


__ADS_2