
Lalu widia mengambil minuman itu dan langsung di tenguk nya minuman yang di bawakan oleh sovi. Terlihat sebuah senyuman di wajah sovi ketika widia meminum minuman tersebut.
Terlihat widia langsung menenguk habis minuman yang di berikan oleh sovi, terukir senyumam di wajah sovi dan om hendra.
"kamu haus ya wi, langsung di habisin gitu minumannya." Ucap sovi sambil tersenyum
"Iyah, haus banget." Jawab widia.
"Oh, wi aku tinggal dulu yah." Ucap sovi.
"Mau kemana?" Tanya widia.
"Biasa joged-joged dulu."
"Ya udah, jangan lama yah."
"Gak akan, bentar yah."
Lalu sovi meninggalkan widia dengan om hendra, nampak bandot tua itu sesekali mencuri pandang pada widia.
"Khem, boleh om duduk di sini."
"hmmm..."
Entah kenapa kepala widia terasa pusing dan badan nya terasa panas.
"Kamu, kenapa widia." Sambil memegang kedua pundak widia.
"Gak papa." Sambil menepis tangan om hendra.
__ADS_1
Hendra yang melihat gelagat widia langsung tersenyum.
"Saya mau pulang dulu."
"Sini biar om anterin."
"Gak usah, saya bisa pulang sendiri kok." Langkah widia terasa berat, tangannya memegang kepalanya yang terasa pusing.
Hendra yang melihat widia sudah sempoyongan langsung membawa widia ke dalam mobilnya.
Widia yang sadar dan tak sadar berusaha memberontak tapi apa daya kepala dan tubuhnya sangat lemas.
"Hehehehehe, malam ini kamu harus layanin om. Sayang."
Telihat senyum cerah dari wajah om hendra karena malam ini dia bisa mencicipi tubuh molek milik widia.
Hendra terus mengendarai mobilnya menuju salah satu hotel di jakarta lalu tak beberapa lama mobilnya sudah berhenti di depan sebuah hotel dan dia membopong tubuh widia memasuki sebuah kamar hotel.
"Sebaiknya aku mandi dulu."
Lalu om hendra pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Di tempat lain....
Terlihat angga tengah menunggu seorang wanita yang di pesannya untuk malam ini.
Tok, tok, tok.
Terdengar suara ketukan di pintu kamar hotel angga dan saat di buka, ternyata riko.
__ADS_1
"Maaf mengganggu mu bos." Ucap riko.
"Ada apa?" Jawab angga acuh.
"Aku hanya ingin bilang, jika wanita yang kau pesan tak bisa datang."
"kenapa?"
"Katanya dia punya pelanggan lain."
"Cihh.. wanita murahan seperti itu juga so jual mahal." Lalu angga berjalan menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya.
"Oh, iya bos tadi aku melihat wanita yang dulu menamparmu."
"Dimana?" Entah kenapa saat mendengar tentang widia angga seperti bersemangat.
"Tadi aku melihat dia di parkiran hotel ini, dia sepertinya di bius bos karena saat itu tubuhnya di bopong oleh seorang bapak-bapak."
"Di kamar berapa widia berada, cepat cari tahu!"
"Baik bos."
Lalu riko langsung pergi mencari informasi dimana widia berada. Entah kenapa hati nya marah ketika mendengar widia bersama pria lain.
Tak beberapa lama riko kembali dengan informasi yang angga minta. Saat mendengar widia berada di kamar 505, angga langsung pergi ke kamar tersebut dengan wajah yang merah menahan amarah.
D**i dalam kamar 505 ...
Terlihat om hendra keluar dari kamar mandi dengan memakai sehelai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Di liriknya widia tengah tertidur pulas mungkin karena obat bius yang sovi berikan pada widia.
__ADS_1
Lalu tanpa basa basi hendra membuka satu persatu pakaian widia, matanya langsung menatap lapar tubuh mulus widia.
"Malam ini kau milik ku sayang."