
Sudah satu Minggu Angga dan Widia menginap di rumah orang tua Widia, dan kini mereka tengah bersiap untuk pulang ke Jakarta.
Tak lupa Angga juga memberikan uang senilai 50 juta untuk ibu mertuanya itu, dan Angga sempat mengajak mertuanya itu untuk ikut ke Jakarta tapi dia menolak dengan alasan dia lebih suka hidup di pedesaan.
Setelah berpamitan dengan kang sobur dan ibu rahayau. Angga berserta keluarganya langsung pergi meninggalkan rumah ibu rahayu.
Di tempat lain...
Nampak Yasmin tengah duduk sambil minum jus mangga miliknya, karena hari ini dia sudah selesai dengan pemotretannya.
Dan tak lupa juga jari jemarinya tengah serius mengetik kata-kata di keyboard handphonenya. Terlihat sekilas senyum bahagia Yasmin saat dia membaca chat dari seseorang.
"Woyyy.." Teriak seseorang. Yang membuat Yasmin kaget.
"Aduh, mbak ngagetin aku aja." Ucap Yasmin sambil mengelus dada.
"Hehehe.. Kamu sih, senyam-senyum sendiri kaya orang gila." Ucap mbak cila yang tak lain adalah manager Yasmin.
"Siapa yang senyam-senyum sendiri sih mbak." Ucap Yasmin mengelak.
"Hehehe.. Mbak juga tahu. Kalau kamu itu suka sama pak Irwan." Ucap mbak cila.
"Apaan sih mbak, kalau ngomong suka ngaur." Ucap Yasmin sambil berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Ngaku aja, lagi pula kalian cocok kok." Ucap mbak cila.
"Apaan sih mbak, aku sama mas Irwan itu cuman rekan bisnis doang gak lebih." Ucap Yasmin.
"Massa sih?" Tanyanya sambil menatap Yasmin dengan tatapan menggoda.
"Iya mbak, lagi pula aku sama mas Irwan itu derajat kami berbeda jauh." Ucap Yasmin.
__ADS_1
"Jaman gini masih mikirin derajat kasta." Ucap mbak cila.
"Iyalah, udah ah. Aku mau pergi ke luar dulu." Ucap Yasmin sambil mengambil tasnya.
"Ya udah. Dah." Ucap mbak cila.
"Dah." Jawab Yasmin.
Lalu Yasmin langsung berjalan pergi keluar dari studio foto tempatnya bekerja, di lobi kantor nampak dia melihat Irwan keluar dari dalam lift dengan seorang wanita.
Ada perasaan sakit hati dan cemburu saat melihat Irwan dengan seorang wanita tapi Yasmin langsung menepis semua itu. Dia sadar diri karena dia tak punya hak untuk marah dan juga cemburu lagi pula Yasmin bukan siapa-siapa Irwan.
Tak ingin melihat pemandangan yang membuatnya kesal Yasmin langsung berjalan cepat menuju pintu keluar, tapi rupanya Tuhan berkata lain.
"Yasmin." Panggil seseorang yang tak lain adalah Irwan.
Dan dengan terpaksa Yasmin langsung membalikkan tubuhnya dan memberikan senyum palsu untuk Irwan dan juga wanita yang ada di sebelahnya.
"Ada keperluan apa, pak Irwan memanggil saya." Ucap Yasmin.
"Hem.. Perkenalkan ini Silvia." Ucap Irwan.
Lalu Silvia langsung menyodorkan tangannya, dan Yasmin pun membalas jabat tangan dari Silvia.
"Silvia ini dia seorang desain muda berbakat dan dia akan bekerja sama dengan perusahaan kita dan aku ingin kau menjadi model untuk desain pakaiannya." Jelas Irwan.
"Dan saya harap anda ingin bekerja sama dengan saya." Ucap Silvia dengan tersenyum.
Lalu Yasmin ikut tersenyum membalas senyuman dari Silvia. "Tentu saya sangat bangga bisa menjadi model desain pakaian anda." Ucap Yasmin.
"Kalau begitu mari kita makan siang bersama." Ajak irwan.
__ADS_1
"Maaf saya masih ada keperluan." Ucap Yasmin. "Kalau begitu saya pamit dulu." Lalu Yasmin langsung berjalan meninggalkan Irwan dan Silvia.
Nampak Irwan menatap sendu kepergian Yasmin, lalu tanpa sadar Silvia menarik tangannya dan mengajaknya pergi ke salah satu rumah makan yang ada di dekat kantor.
Yasmin yang melihat hal itu hanya bisa menyembunyikan kesedihannya, "Kenapa kau harus sedih, memangnya kau siapanya Irwan. Kau hanyalah orang yang di bantu oleh Irwan dan Irwan hanyalah menganggap mu hanya sebatas teman dan tak lebih. Mungkin dirimu saja yang terlalu baper." Ucap Yasmin di dalam hatinya.
Sementara itu di kediaman Angga,
Nampak Angga, Widia dan juga Andi tengah duduk di sofa ruang tamu sambil beristirahat sejenak, perjalanan dari Bandung ke Jakarta cukup melelahkan terutama untuk Widia yang sedang mengandung.
Tak lupa Widia juga memberitahukan soal kehamilannya itu pada ibunya, dan ibunya sangat bahagia mendengar hal itu karena dia sebentar lagi akan kembali mempunyai seorang cucu.
"Sayang." Panggil Angga.
"Ada apa?" Tanya Widia.
"Ayo kita ke kamar, kau lebih baik istirahat di kamar." Ajak Angga.
Dan Widia langsung berjalan menuju kamar tidurnya, tak lupa angga menggendong Andi dan membawanya ke kamar Andi untuk di menidurkan nya karena Andi sudah sangat lelah di tambah dengan keadaan Andi yang mabuk kendaraan.
Setelah selesai menidurkan andi, Angga langsung berjalan ke kamarnya dan terlihat Widia tengah berbaring di atas ranjang empuk miliknya.
"Kau tak apa?" Tanya Angga.
"Tak apa kok." Jawab Widia.
"Baguslah, lebih baik kau istirahat dulu." Ucap Angga.
"Tapi aku ingin makan buah mangga dulu." Ucap Widia.
"Iya nanti, sekarang kamu istirahat dulu, setelah kau bangun baru kau makan buah mangga." Ucap Angga.
__ADS_1
Dan Widia langsung menuruti ucapan dari suaminya itu, lalu Angga pun ikut berbaring di samping Widia.
•Maaf yah, author Up nya lama. Soalnya author kemarin-kemarin lagi sakit jadi gak sempat Up.