Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 120


__ADS_3

Keesokan harinya.


Nampak Yasmin tengah duduk sambil beristirahat, dia baru saja menyelesaikan sesi pemotretan.


Lalu tak beberapa lama datang seorang kru memberitahukan jika Yasmin di panggil ke ruangan pak Irwan.


"Yasmin." Ucapnya.


"Ah, iya ada apa?" Tanya Yasmin.


"Kamu di panggil ke ruangan pak Irwan." Jelasnya.


"Ada apa memangnya?" Tanya Yasmin.


"Saya tak tahu." Jawabnya.


Lalu Yasmin langsung berdiri dari tempat duduknya, dan dia langsung berjalan menuju ruangan pak Irwan. Di sepanjang jalan Yasmin terus memikirkan kenapa Irwan memanggil nya karena tak biasanya Irwan memanggil dirinya keruangan kerja Irwan.


Tak beberap lama, kini Yasmin sudah berdiri di depan pintu ruangan Irwan.


Tok, tok, tok...


"Masuk."


Mendengar Jawaban dari Irwan, Yasmin langsung masuk ke dalam ruangan Irwan.


"Permisi pak, maaf ada apa bapak memanggil saya." Tanya Yasmin sopan.


"Duduklah." Ucap Irwan. Lalu yasmin mendudukkan bokongnya di kursi, yang berada tepat di hadapan Irwan.

__ADS_1


Setelah itu tak ada obrolan antara mereka berdua, nampak Irwan hanya diam dan memandang Yasmin. Sementara Yasmin cukup gugup karena irwna terus memandangi dirinya.


"Apa tak ada keperluan lagi?" Tanya Yasmin.


"Untuk apa aku memanggil mu ke sini jika aku tak punya keperluan denganmu." Jawab Irwan.


"Terus pak Irwan kenapa memanggil saya ke sini?" Tanya Yasmin.


"Saya memiliki beberapa pertanyaan untukmu?" Ucap Irwan.


"Pertanyaan apa?" Tanya Yasmin.


"Kenapa kau memanggilku dengan sebutan 'Pak'?" Tanya Irwan.


"Iya, karena anda atasan saya jadi saya harus memanggil anda dengan sopan." Ucap Yasmin.


"Aku tak suka kau memanggilku dengan sebutan pak. Aku suka kau memanggilku dengan sebutan mas." Jelas Irwan.


"Tapi ini perintah dan aku tak suka di bantah." Ucap Irwan.


"Baiklah." Jawab Yasmin.


Nampak Irwan tersenyum puas, "Apa kau lapar?" Tanya Irwan.


"Lumayan." Jawab Yasmin.


Lalu Irwan menyuruh Yasmin untuk mendekati nya. Kini Yasmin sudah berdiri di hadapan Irwan, lalu irwan menarik tangan Yasmin dan tanpa aba-aba Yasmin langsung duduk di pangkuan Irwan.


Nampak Irwan membelai wajah Yasmin, lalu Irwan mendekat kan wajahnya pada wajah Yasmin.

__ADS_1


Di lain tempat...


Terlihat Sonia tengah bersama Faizal, nampak Faizal sedang memainkan handphonenya.


"Kau orang yang sangat aneh, tadi kau mengajakku bertemu. Setelah kita bertemu kau malah asik sendiri. Dasar Autis." Ucap Sonia.


Nampak Faizal hanya terkekeh saat mendengar ucapan Sonia.


"Apa kau sedang PMS?" Tanya Faizal.


"Enggak." Jawab Sonia.


"Tapi kenapa kau hari ini sangat suka marah-marah." Ucap Faizal. Bukannya menjawab Sonia malah langsung bangkit dari tempat duduknya dan hendak pergi.


"Hey, mau kemana kau?" Tanya Faizal.


"Mau pulang, bertemu denganmu hanya buang-buang waktuku saja." Ucap Sonia. Lalu Faizal berusaha mengejar sonia.


"Hey, kau tak boleh pergi. Aku mencintaimu." Ucap Faizal, mendengar hal itu Sonia langsung menghentikan langkahnya dan memandang Faizal.


"Iya, aku mencintaimu sangat mencintai mu Vivi." Ucap Faizal.


"Vivi?" Tanya Sonia.


"Hehehe.. Aku ingin kau membantuku, aku ingin mengatakan perasaanku pada seseorang dan kau harus berpura-pura sebagai dia." Ucap Faizal sambi tersenyum.


Nampak mata Sonia kecewa, tapi dia berusaha menutupi hal itu. Lalu dia tersenyum dan menatap Faizal. "Baiklah aku bantu." Ucap Sonia.


"Hehehe.. Makasih kau memang temanku yang paling baik." Ucap Faizal.

__ADS_1


Dan Sonia hanya tersenyum canggung saat Faizal mengatakan hal itu, saat Sonia mendengar Faizal mengatakan 'Aku mencintai mu' sungguh Sonia sangat bahagia tapi nyatanya ungkapan itu bukan untuknya.


__ADS_2