
Pagi hari yang cerah, nampak Widia tengah duduk sambil menonton TV bersama Andi. Karena hari ini hari libur.
"Nyonya." Panggil simbok.
"Ada apa mbok?" Tanya Widia.
"Ini tadi ada orang yang mengantarkan undangan untuk nyonya dan juga tuan." Ucap simbo sambil memberikan sebuat undangan pada Widia.
"Makasih mbok." Ucap Widia. Lalu Widia pun langsung melihat undangan tersebut, nampak matanya langsung menatap tak percaya.
"Yasmin sama Irwan, mau nikah?" Ucap Widia.
Karena Widia tak tahu jika Yasmin dan Irwan memiliki hubungan spesial, lalu Widia langsung memanggil Angga.
"Apa apa kau memanggilku?" Tanya Angga.
"Lihat ini." Ucap Widia sambil menyerahkan sebuah undangan. Dan Angga pun langsung melihat undangan tersebut.
"Yasmin dan Irwan, maksudmu ini Yasmin mantan pacarku dan Irwan mantan pacarmu?" Tanya Angga.
"Tentu, kau pikir berapa banyak Yasmin dan Irwan yang kita kenal?" Ucap Angga.
"Tapi bagaimana bisa? Dan sejak kapan?" Tanya Angga.
"Mana ku tahu, da pernikahan mereka tinggal 2 Minggu lagi. Hem, aku harus memilih gaun yang bagus." Ucap Widia.
Dan Angga hanya masih memikirkan sejak kapan dan bagaimana bisa Yasmin dan Irwan menikah.
"Ada apa denganmu?" Tanya Widia.
__ADS_1
"Enggak papah kok." Jawab Angga.
"Kau seperti sedang memikirkan sesuatu, apa kau cemburu karena melihat mantanmu menikah dengan pria lain." Ucap Widia.
"Apaan sih sayang." Ucap Angga.
"Tapi benerkan?" Tanya Widia.
"Enggak dong, buat apa aku cemburu. Kan aku udah punya kamu." Ucap Angga sambil memeluk Widia.
"Gombal." Jawab Widia.
"Bukan gombal tapi ini kenyataan sayang." Jawab Widia.
"Kok Andi gak di peluk?" Tanya Andi.
Sementara itu...
Nampak Yasmin tengah mencoba beberapa gaun pengantin untuk pernikahannya nanti.
"Apakah yang ini bagus?" Tanya Yasmin.
"Kalau menurutku semuanya bagus." Jawab Irwan.
Hari ini Yasmin tengah mencoba beberapa gaun untuk acara pernikahannya nanti, dan tadi dia sudah mencoba kebaya dan juga gaun untuk resepsi pernikahan.
Karena dekorasi dan juga yang lainnya sudah siap, dan undangan pun juga sudah di sebarkan ke semua orang.
"Apa kau tak mencoba jasnya?" Tanya Yasmin.
__ADS_1
"Hem, tak perlu di coba. Walau pake jas mana pun aku tetap tampan." Jawab Irwan.
"Jadi orang kok PD banget sih." Jawab Yasmin.
Nampak Irwan langsung berjalan mendekati Yasmin dan langsung memeluk tubuhnya dari belakang. Yasmin lalu melihat pantulan dirinya dan juga Irwan si cermin besar yang ada di toko tersebut.
"Bukannya aku PD tapi buktinya kau menyukai ku." Bisik Irwan, sambil melihat Yasmin dari pantulan cermin.
Nampak wajah Yasmin memerah saat Irwan membisikkan kata-kata tersebut. "Wajahmu memerah seperti buah tomat." Ucap Irwan.
"Apaan sih, wajah aku gak memerah." Jawab Yasmin malu, lalu Yasmin melepaskan pelukan Irwan pada tubuhnya.
"Kok di lepas?" Tanya Irwan.
"Aku mau ganti baju dulu, gerah tahu gak." Ucap Yasmin.
Lalu Yasmin pun langsung pergi ke ruang ganti untuk menganti gaun yang dia pakai dengan pakaian miliknya.
Nampak Irwan hanya tersenyum melihat Yasmin yang salah tingkah seperti itu, dan Irwan tak sabar menantikan hari dimana dia akan menjadi seorang suami.
Tak beberapa lama Yasmin pun keluar dengan pakaian santai miliknya.
"Bagaimana apa kau sudah menemukan gaun yang cocok?" Tanya Irwan.
"Sudah." Jawab Yasmin.
"Kalau begitu langsung di bungkus saja." Jawab Irwan.
Irwan dan Yasmin pun langsung berjalan ke kasir untuk membayar semua belanjaan mereka berdua, nampak Yasmin tersenyum karena setidaknya sekarang dia bisa merasakan pernikahan dengan cinta bukannya harta.
__ADS_1