Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 50


__ADS_3

Saat Ibunda angga dan adiknya masuk ke kamar tempat widia berada, mata mereka membulat saat melihat seorang anak yang tengah duduk sambil menunggu seorang wanita yang tengah koma di atas ranjang.


"Andi." Panggil bunda lili.


Dan andi langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.


"Oma Lili." Ucap andi.


"Itu mamah kamu andi." Tanya bunda lili pada andi.


Dan andi hanya mengangguk sebagai jawaban.


Lalu bunda Lili menghampiri widia yang tengah tertidur, dan terlihat bunda lili bingung ketika melihat ada luka di kepala widia.


"Ada apa dengan mamahmu andi, kenapa dia bisa seperti ini."


Tapi andi tak menjawab pertanyaan dari bunda lili, dan tak beberapa lama datang angga. Terlihat andi langsung bersembunyi ketika melihat angga.


"Ada apa ini angga, kenapa wanita ini bisa terluka. Dan kenapa andi bisa takut padamu?" Tanya bunda Lili pada angga.


"Yang jelas bukan salahku itu salah dia sendiri yang membenturkan kepalanya pada lantai." Jelas angga.


"Gak mungkin dia ngebenturin kepalanya ke lantai tanpa alasan. Jelaskan tuan angga aji gumilar." Ucap bunda lili tegas.


"Baiklah aku jelaskan, aku beri dia obat perangsang, dan dia dari pada ngelayanin aku dia lebih memilih ngebenturin kepalanya ke lantai. Jadi bukan salah aku tapi salah dia jika dia mau ngelayanin aku gak mungkin dia jadi kaya gini." Ucap angga menjaskan.


PLAK...


1 tamparan mendarat di pipi kanan angga.


"Kenapa kau tak pernah berubah angga, apa bagimu setiap wanita tak punya harga diri. Kau tak bisa menyamakan wanita ini dengan wanita-wanita yang suka kau sewa." Ucap bunda lili marah.


Nampak angga memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh ibundanya, tak ingin berdebat dengan sang bunda angga lebih memilih pergi ke kamarnya.


Di dalam kamar...

__ADS_1


Nampak angga sedang duduk, sambil melihat ke luar jendela, tamparan dari ibundanya masih terasa sakit di pipinya, baru pertama kalinya dirinya di tampar oleh ibundanya.


Sebenarnya angga merasa bersalah atas apa yang dia lakukan pada widia tapi egonya membuat dia tak mau mengakui kesalahannya itu.


Krekk...


Pintu kamar angga terbuka dan terlihat Ibunda angga datang.


"Angga." Panggilnya.


"Iya bun, ada apa."


"Maafkan bunda, karena bunda telah menamparmu nak."


"Tak apa bun."


"Jadi dia adalah wanita yang telah mengandung anakmu?"


"Iyah."


"Dan anakmu andi."


"Iyah."


Angga tak menjawab ucapan ibundanya, dia hanya tersenyum sebagai jawaban.


"Apa kau tahu alasan kenapa bunda menamparmu nak?"


"Apa?"


"Karena bunda juga seorang wanita nak, jadi bunda tahu bagaimana rasanya ketika harga diri kita sebagai wanita di injak-injak oleh kaum pria."


Angga tak menjawab ucapan ibundanya, dia lebih memilih diam.


"Bunda tahu kau adalah pria yang baik, mungkin kau bersikap seperti ini karena wanita itu. Menurut bunda kau jangan memikirkan wanita itu lagi, dan kau jangan menganggap widia sama dengannya, dia berbeda nak. Widia prempuan yang baik bahkan dia mendidik andi sangat baik. Dan menurut bunda kau lebih baik meminta maaf pada widia."

__ADS_1


"Akan ku pikirkan nasehat dari bunda."


"Baiklah, bunda pergi dulu."


Lalu bunda Lili langsung keluar dari kamar angga, terlihat angga kini membuka laci. Nampak bingkai foto seorang wanita yang tersenyum bersamanya.


"Kenapa kau tega mengkhianati." Ucap angga pada wanita yang ada di foto tersebut.


Di tempat lain...


Terlihat irwan pulang dalam keadaan mabuk dan beberapa luka yang ada di wajahnya.


Tasya yang melihat suaminya dalam keadaan itu langsung khawatir.


"Mas kamu kenapa?" Tanya tasya sambil berusaha memapah irwan.


Tapi irwan langsung mendorong tasya sehingga dirinya terjatuh ke lantai.


"Lepaskan tangan kotormu itu, dasar wanita hina. Yang pantas menyentuhku hanyalah widia." Maki irwan.


"Apa maksudmu mas, aku ini istrimu."


"Aku tak sudi punya istri seperti mu, yang pantas menjadi istriku hanyalah widia seorang. Jadi kau jangan mimpi." Maki irwan dalam keadaan mabuk.


Makian irwan terdengar oleh sang kakek, dan dia langsung menghampiri irwan. melihat keadaan cucunya seperti itu kakeknya langsung menyuruh pelayan untuk membawa irwan ke kamarnya.


Dan tasya mengikuti irwan ke kamar, kini irwan tengah terbaring di atas ranjang. Terlihat tasya memandang sendu suaminya itu, karena rasa penasaran tasya mencoba melihat isi handphone irwan.


Tapi tak ada yang aneh di whatsapp irwan, dan saat dia melihat walpaper whattsap irwan bukan foto dirinya melainkan foto seorang wanita.


Terlihat mata tasya berkaca-kaca dan kemudian dia melihat galery, dan di sana ada album bertulis "Widia". Karena rasa penasaran tasya langsung melihat isi album tersebut.


Betapa terkejutnya dia saat melihat foto-foto irwan dengan seorang wanita, dan di lihat dari tanggalnya ini bukan foto sekarang tapi foto ini sudah lama.


Seketika tasya seperti mengenali wajah wanita yang berfoto dengan irwan, dia seperti model yang ada di majalah yang di lihat oleh tasya tadi pagi.

__ADS_1


Pantas saja irwan langsung merebut majalah itu, ternyata karena wanita yang dia cintai berfoto dengan pria lain.


"Sebegitukah kau mencintainya mas, lalu kau anggap apa keberadaanku ini selama 8 tahun." Ucap tas sambil menahan tangis.


__ADS_2