
Kini makanan yang sudah di hidangkan sudah habis, karena ini adalah makan malam yang berujung bisnis maka widia terpaksa kembali ke aula pesta dengan orang-orang yang tak widia kenali. Karena yang di undang makan malam hanya orang-orang tertentu dan yang lainnya mereka berada di aula.
Tak nyaman dengan keramaian widia memilih berjalan ke sebuah balkon tak jauh dari aula tersebut.
Widia sangat suka jika melihat pemandangan kota jakarta saat malam hari karena sangat terlihat indah dengan lampu-lampu yang menerangi kota jakarta tapi jika siang hari kebalikan dari itu semua.
Saat widia tengah berdiam diri di balkon, terdengar suar langkah kaki mendekat ke arahnya.
"Siapa di sana?" Tanya widia pada seseorang yang tengah bersembunyi. Lalu orang tersebut perlahan menampakkan wajahnya. "Mas irwan."Ucap widia dengan nada pelan.
"Wi." Panggil irwan dengan tatapan rindu.
"Ada apa kau kemari mas?" Tanya widia berusaha acuh pada irwan.
"Aku hanya kebetulan lewat saja." Jawab irwan. Dan widia tak membalas ucapan irwan, dia lebih memilih mengacuhkan keberadaan irwan. "Bagaimana kabarmu wi." Tanya irwan.
"Seperti yang kau lihat aku baik." Jawab widia.
Yah, widia memang terlihat sangat baik dan semakin cantik itu berarti angga membahagiakan widia, terlintas kesedihan di wajah irwan karena harusnya dia yang bersama widia bukan angga.
"Kenapa kau tak bersama dengan orang-orang yang ada di acara makan tadi, bukankah kau juga berada di sana?" Tanya widia.
"Kakekku yang berada di sana, aku hanya ikut menemaninya saja seperti dirimu menemani Angga." Jawab irwan sambil menekan kata angga.
"Lalu dimana istrimu?" Tanya widia penasaran.
"Aku sudah bercerai." Jawab irwan.
"Sangat di sayangkan sekali." Ucap widia. "Kalau begitu saya permisi dulu." Ujar widia seraya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan balkon tersebut.
Tapi sebelum widia pergi irwan langsung menahan tangan widia. "Jangan pergi widia."
Mata widia bertatapan langsung dengan pria yang pernah menjalin asmara dengannya, seketika widia ingat akan kenangannya dulu dengan irwan tapi widia langsung menepis itu semua karena sekarang dia sudah menikah. "Maaf mas irwan, tak baik bukan jika wanita yang sudah menikah bersama dengan pria lain selain suaminya, aku takut akan ada fitnah di antara kita." Ucap widia seraya melepaskan tangannya dari genggaman irwan dan berjalan pergi meninggalkan irwan.
Seketika hati kecil irwan terasa di hujani ribuan belati, hatinya sakit saat mendengar ucapan widia.
*
Kini widia sedang berada di aula pesta, dia sesekali mencari keberadaan angga tapi dia tak menemukannya mungkin angga masih berada di dalam. Karena merasa letih widia memilih duduk di salah satu kursi di aula tersebut.
Matanya sesekali menatap beberapa kue yang terlihat sangat enak, tapi perutnya sudah sangat kenyang untuk bisa menampung kue-kue tersebut.
Lalu seorang wanita datang menghampiri widia.
"Hallo." Sapa wanita itu.
Widia yang melihat wanita itu menyapa langsung melihat ke kanan ke kiri.
"Saya?" Tanya widia.
"Iyah tentu kamu siapa lagi?" Ucap wanita itu. "Boleh saya duduk?"
"Tentu." Jawab widia, lalu wanita itu duduk di samping widia.
__ADS_1
"Angelina." Ujarnya sambil menyodorkan tangannya.
Lalu widia membalas jabatan tangan wanita itu. "Widia."
"Hmmm, nama yang bagus."
"Terimakasih."
"Aku tadi melihatmu dengan angga aji gumilar, apa kau kerabatnya? karena aku belum pernah melihat dia bersama dengan seorang wanita ke pesta semewah ini."
"Aku bukan kerabatnya."
"Oh,"
"Aku istrinya."
Seketika mata Angelina langsung membulat tak percaya tapi dia berusaha menutupi keterkejutannya itu. "Istri? Sejak kapan? Aku belum mendengar kabar angga menikah."
"Aku menikah dengan angga belum terlalu lama, soal pernikahan kami yang tak di publikasikan itu kemauan ku." Jelas widia seraya tersenyum.
Dan Angelina juga ikut tersenyum tapi dalam hatinya dia kesal saat mengetahui keberanarannya.
"Tapi tadi aku melihatmu dengan Pak irwan?"
"Mas irwan maksudmu? Dia temanku." Jawab widia.
"Tak ku sangka kau bisa berteman dengan irwan setiawan dan menjadi istri seorang angga aji gumilar. Kau adalah wanita yang sangat beruntung."
"Maaf aku tak bisa menemanimu terlalu lama, karena aku masih ada urusan."
"Baiklah, senang bisa berkenalan denganmu."
"Aku juga." Lalu Angelina langsung pergi meninggalkan widia dengan tangan yang di kepal.
Kini widia kembali sendiri, dan tak beberapa lama datang angga menghampiri widia.
"Wi!"
"Kau sudah kembali?"
"Iyah."
"Baguslah setidaknya aku tak sendiri lagi."
Dan angga hanya tersenyum mendengar ucapan widia, sebenarnya angga tengah menahan marah karena tadi riko menyampaikan informasi jika irwan menemui widia.
"Ada apa denganmu? Kau tak seperti biasanya." Ucap widia sambil memegang kedua pipi angga tapi angga langsung menepis tangan widia.
"Aku tak apa, lebih baik kau pulang duluan wi."
"Kenapa?"
"Ini sudah larut."
__ADS_1
"Dan kau?"
"Aku masih ada urusan."
"Baiklah."
"Kau temui riko di depan, dia sudah ada menunggumu."
"Kau tak akan mengantarku?"
"Aku masih ada urusan widia."
Widia merasa angga sedikit berbeda, tak ingin berdebat dengannya. Widia memilih untuk menuruti ucapan angga.
Kini widia berjalan sendirian ke luar dari gedung tersebut, entah kenapa hatinya sakit saat angga menyuruhnya pulang duluan. Widia takut jika angga malah bermain dengan beberapa wanita yang ada di pesta tersebut.
***
Kini angga tengah menahan kesal atas ulah widia yang bertemu dengan irwan diam-diam, lalu tak beberapa lama datang seorang wanita menghampiri angga.
"Hallo Pak angga." Sapa wanita itu.
"Siapa kau?"
"Aku anak pak kurniawan, Angelina." Sambil menyodorkan tangannya tapi angga tak membalas jabatan tangan Angelina. Terlihat senyum canggung terukir jelas di wajah Angelina.
Tak ada obrolan antara angga ataupun Angelina, lalu angelina bangkit dari duduknya dan pura-pura jatuh di pangkuan angga dan dia mengambil kesempatan untuk mencium kemeja angga sehingga meninggalkan bekas bibir berwarna merah.
"Maafkan saya, saya tak sengaja." Ucap angelina berusaha bangkit.
"Kau lebih baik pergi." Usir angga.
Terlihat Angelina langsung pergi meninggalkan angga, terukir senyum kemenangan di wajah Angelina. "Kita lihat apakah rumah tanggamu masih akan bertahan lama." Ucap Angelina.
***
Kini angga melihat arlojinya.
"Ternyata sudah malam." Lalu angga bangkit dari tempat duduknya tak lupa dia juga sudah menghubungi riko untuk segera menjemputnya.
Tak beberapa lama riko datang.
"Apakah sudah mengantar widia dengan selamat?" Tanya angga.
"Sudah tuan."
"Kalau begitu. Ayo jalan."
Lalu riko langsung mengemudikan mobilnya ke jalan menuju rumah angga, terlihat angga masih memikirkan tentang pertemuan irwan dan widia.
Cukup memakan waktu 30 menit dari tempat pesta menuju ke rumahanya, kini angga tengah terjalan memasuki rumahnya dan langsung berjalan ke arah kamar miliknya.
Di lihatnya widia sudah tertidur lelap tak ingin mengganggu angga langsung melepas kemaja yang menempel pada tubuhnya dan melemparkannya ke sembarang tempat, dan mengambil kaos dari dalam lemari kemudian angga langsung ikut berbaring di samping widia.
__ADS_1