
Kini acara pernikahan widia dan angga tengah di laksanakan, pernikahan mereka di laksanakan dengan sangat sederhana tak ada dekorasi, dan tak mengundang banyak tamu karena ini semua keinginan dari widia.
Di dalam kamar terlihat widia tengah di rias, meski acara di laksanakan dengan sederhana tapi widia harus tetap di rias agar dia lebih terlihat cantik.
"Ibu sangat cantik." Ucap andi pada widia.
"Makasih nak." Jawab widia sambil tersenyum.
"Iya kak, kamu sangat cantik banget. Pasti kak angga bakalan kelepek-kelepek saat lihat kamu." Ucap sonia.
"Kamu bisa aja." Jawab widia.
Terlihat kini widia menatap pantulan dirinya di cermin, terukir senyuman di wajah manis widia. Meski pernikahannya dengan angga tergolong terpaksa tapi entah kenapa hati kecilnya merasa bahagia.
Dan tak beberapa lama seorang pelayan datang dan mengatakan jika acara sudah di mulai, dan dia menyuruh widia segera datang ke tempat ijab kobul.
Dengan langkah gemetar widia berjalan ke ruang tamu tempat di selenggarakannnya acara ijab kobul antara angga dan widia.
Kini widia sudah sampai di tempat di selenggarakan acara ijab kobul antara dirinya dan angga, terlihat angga menatap widia tanpa berkedip bagi angga widia terlihat sangat cantik dengan kebaya putih khas seorang prempuan saat menikah.
Deg, deg, deg.
Terlihat angga memegangi dadanya, entah kenapa jantungnya berdetak kencang seperti akan meledak.
Lalu widia kini langsung duduk di samping angga, karena ayah widia sudah meninggal maka di ganti dengan wali hakim.
Terlihat widia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, dia mencari keberadaan ibunya. Karena ibunya sedang berada di rumah saudaranya yang lumayan jauh jadi dia tak bisa menghadiri acara pernikahan widia dan angga.
"Saudara angga apa sudah siap?" Tanya pak penghulu.
Dan angga mengangguk sebagai jawaban.
"Baiklah mari kita mulai. Bismilahirohmanirohim."
Setelah mengucapkan basmalah penghulu tersebut langsung menjabat tangan angga dan memulai ijab kobul.
__ADS_1
"Saudara Angga aji gumilar bin Fahrudin gumilar pratama. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Widia dengan maskawin berupa emas 50 gram di bayar Tunai."
Lalu angga menarik nafas panjang dan,
"Saya terima nikahnya dan kawinnya ...
Widia binti Riziq saepuloh dengan maskawin tersebut, tunai."
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah.." Jawab semua orang yang menjadi saksi pernikahan widia dan angga.
Lalu widia mencium tangan angga. Terukir sebuah senyuman manis yang di berikan oleh widia pada angga. Angga yang melihat widia tersenyum manis ke arahnya langsung salah tingkah.
Skip.
Siang sudah berganti menjadi malam, terlihat kini widia tengah membersihkan make up di kamar angga yang menjadi kamarnya juga.
Dan tak beberapa lama widia sudah selesai dengan acara membersihkan make up nya, setelah make up widia bersih widia berjalan menuju ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Krekk..
Terdengar suara pintu kamar terbuka, terlihat angga masuk ke dalam kamar dan matanya langsung tertuju pada widia.
"Dasar istri gak ada akhlak, beraninya dia tidur duluan." Oceh angga.
Lalu angga berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena dia merasa tubuhnya sangat lengket.
Skip.
Kini angga sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan celana bokser yang tadi dia bawa ke dalam kamar mandi.
Kini dia berjalan ke ranjang, dan dia langsung naik ke atas ranjang. Dia sesekali melirik widia yang tengah tidur pulas dengan wajah polos tanpa make up.
Lalu terselip kejahilan di benak angga, dengan sedikit senyum jahil angga menarik hidup widia. Dan otomatis widia tak bisa bernafas, seketika widia terbangun.
__ADS_1
"Uhh, apaan sih. Ganggu." Oceh widia sambil melepaskan tangan angga.
"Itu hukuman untuk istri yang tidur duluan."
Tapi widia tak menghiraukan ucapan angga di memilih kembali tidur. Dan tak ingin menganggu kembali widia, angga langsung memeluk widia dari belakang dan ikut tidur bersamanya.
Widia yang menyadari jika angga memeluknya, terlihat tersenyum entah kenapa hatinya sangat bahagia saat angga memeluk dirinya lalu tangan widia mengenggam tangan angga yang memeluk tubuhnya.
"Selamat malam sayang." Bisik angga.
Widia yang mengetahui angga belum tidur langsung membalikkan tubuhnya ke arah angga, terlihat angga menatapnya sambil tersenyum.
"Kau belum tidur?" Tanya widia.
"Seperti yang kau lihat." Jawab angga.
Mendengar jawab angga, widia langsung membalikkan tubuhnya membelakangi angga tapi angga langsung menahan widia agar tak membelakanginya.
"Ada apa?" Tanya widia.
Tak menjawab ucapan widia, angga lebih memilih mendekatkan wajahnya pada leher widia.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya widia.
"Tak ada." Jawab angga.
Hembusan nafas angga sangat terasa di leher widia, terlihat widia mulai salah tingkah. Ingin rasanya dia menyingkirkan wajah angga pada lehernya tapi entah kenapa tangannya tak sanggup menyingkirkan wajah angga.
"Ada apa denganmu widia?"
"Tak apa."
"Terus kenaps kau seperti sedang menahan sesuatu?"
"Apaan sih, gak jelas banget."
__ADS_1
Lalu angga membelai wajah widia dan nampak widia menatap angga, lalu angga mendekatkan wajahnya pada wajah widia dan angga langsung memulai malam pertamanya bersama widia.