
Tak ada pembicaraan antara angga dan widia selama di perjalanan pulang, terlihat angga tengah menahan amarahnya.
Skip.
Kini mereka sudah sampai di rumah dan widia langsung keluar dari dalam mobil angga dan langsung meninggalkan angga begitu saja. Lalu angga langsung menyusul widia masuk ke dalam rumah.
"Widia." Teriak angga.
"Apa lagi?" Jawab widia malas.
"Siapa pria yang tadi bersamamu di caffe?" Tanya angga geram.
"Bukan urusanmu angga." Jawab widia sambil berjalan meninggalkan angga tapi angga langsung mencengkram tangan widia.
"Siapa yang mengizinkamu pergi."
"Apa lagi sih?"
"Siapa pria yang tadi?"
"Dia bos di perusahaan tempatku bekerja."
"Aku tak suka jika kau berdekatan dengan pria itu."
"Bukan urusanmu aku mau berdekatan dengan pria mana pun."
"Aku suamimu widia." Bentak angga.
Nampak widia menatap angga.
"Suami?"
"Iyah aku suamimu jadi kau harus menuruti ucapanku."
"Aku istrimu angga." Terlihat kini widia menatap angga dengan serius.
"Iyah kau memang istriku."
"Terus kenapa kau malah bersama wanita lain, atau kau pernah memikirkan perasaanku. Saat aku bersama pria lain bagaimana perasaanmu angga?"
Terlihat angga diam memantung saat mendengar pertanyaan dari widia.
"Jawab angga jawab." Ucap widia.
"Perasaanku marah, aku marah saat aku melihat dirimu dengan pria lain." Ucap angga.
__ADS_1
"Begitu juga denganku angga, aku juga marah saat melihat dirimu dengan yasmin." Ucap widia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maafkan aku widia, aku tak bermaksud menyakitimu."
"Jika kau ingin bersama yasmin silahkan, tapi kau harus ceraikan aku."
"Gak aku gak akan menceraikan kamu widia."
"Terus buat apa rumah tangga ini di pertahankan lagi jika kamu menyukai wanita lain."
"Pokoknya aku tak mau menceraikan kamu widia."
"Tapi aku paling tak suka jika harus berbagi pasangan dengan wanita lain. Meski ini hanya pernikahan di atas kertas tapi kau harus hargai pernikahan ini angga. Jangan sampai kau menyesal."
"Aku bingung harus apa." Ucap angga frustasi.
"Kau seorang pria angga kau harus memiliki keputusan." Lalu widia langsung pergi meninggalkan angga yang kini tengah mematung.
Lalu tanpa basa basi lagi angga langsung pergi ke rumah ibundanya, karena cuman dia yang bisa memberikan solusi yang tepat untuknya saat ini.
Skip.
Kini angga sudah berada di rumah ibundanya, entah kenapa langkah kaki angga terasa berat dia takut jika ibundanya akan marah besar saat mendengar masalahnya dengan widia.
Lalu angga memasuki rumah ibundanya, terlihat sang ibunda tengah bermain dengan putra kesayangannya yaitu andi.
"Andi." Jawab angga sambil memangku putranya itu.
"Ibu mana yah?" Tanya andi.
"Ibu.. Ibumu sedang ada urusan mungkin lain waktu dia akan mengunjungimu." Jawab angga.
Lalu angga menatap sang ibunda yang tengah tersenyum padanya.
"Andi kamu bisa ke kamar dulu, ada hal penting yang harus ayah bicarakan dengan Ommamu." Ucap angga.
"Baik yah." Lalu andi pergi ke kamarnya menuruti ucapan angga.
Kemudian angga duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Ada apa angga?" Tanya ibundanya.
"Anu.. Aku ingin mencari solusi dari permasalahanku bun."
"Permasalahan apa angga?"
__ADS_1
"Tapi bunda janji jangan marah."
"Baiklah bunda gak akan marah, cepat katakan."
Lalu angga menghela nafas terlebih dahulu sebelum menceritakan permasalahannya pada ibundanya.
"Begini, apa bunda masih ingat tentang yasmin?"
"Iyah bunda masih ingat."
"Anu, dia datang lagi."
"Maksudmu?"
"Iyah dia yasmi datang lagi di kehidupanku bun."
"Terus?"
"Dan dia kembali mendekatiku dan katanya dia ingin memperbaiki hubungan kita yang dulu kandas."
"Lalu?"
"Dan sekarang aku sudah mulai dekat lagi dengannya."
"Lalu bagaimana dengan widia?"
"Tadi aku bertengkar dengannya karena aku melihat dia di caffe dengan bosnya, lalu setelah kita cekcok widia bilang bahwa dia ingin cerai."
"Lalu kau kau jawab apa?"
"Aku bingung harus apa bun, di satu sisi aku sayang pada widia dan sisi lain aku juga menyayangi yasmin."
"Dengarkan bunda angga, apa kau ingat perkataan yasmin saat dia meninggalkanmu?"
Lalu angga teringat dengan ucapan yasmin saat pergi meninggalkannya.
"Apa kau ingat angga, saat kau sedang jatuh miskin yasmi malah pergi meninggalkanmu dan memilih orang tua yang lebih kaya darimu."
"Iya bun aku ingat."
"Bisa saja sekarang dia kembali bersamamu hanya ingin hartamu saja angga bukan dirimu. Dan lagi kau sudah menikah angga, berselingkuh itu merupakan dosa besar angga dan dosa terbesar seorang suami adalah membuat istrinya menangis."
Terlihat angga hanya diam mematung, setelah mendengar ucapan dari ibundanya pikiran angga mulai jernih.
"Lalu aku harus apa bun."
__ADS_1
"Kalau untuk bunda kau harus jauhi yasmin dan perbaiki rumah tanggamu dengan widia, widia wanita yang baik nak sangat jauh berbeda dengan yasmin. Untuk satu kali ini dengarkan ucapan bunda nak."
Setelah mendengarkan ceramah dari ibundanya, angga langsung pergi dari rumah ibundanya. Dan sekarang dia akan kembali ke rumahnya untuk meminta maaf pada widia tapi sebelum itu angga langsung memblokir semua kontak yasmin. Mulai sekarang angga akan memperbaiki hubungannya dengan widia.