Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 36


__ADS_3

Sementara bu rahayu yang melihat widia hanya tersenyum karena sekarang widia bisa menerima keberadaan anak yang ada di perutnya.


8 tahun kemudian...


Terlihat widia menatap hamparan sawah yang luas, dan tak jauh dari sana terlihat bocah berusia sekitar 7 tahunan tengah bermain.


"Udah mainnya nak, sekarang kamu mandi dulu." Teriak widia pada bocah tersebut.


"Iyah bu." Jawab bocah itu sambil berlari menuju widia.


"Kamu itu yah, main terus sampe lupa waktu." Ucap widia.


"Namanya juga anak kecil bu." Jawab bocah tersebut.


Terlihat widia hanya bisa memutar bola matanya, sikap dan cara bicara anaknya sama dengan pria brengsek itu, wajar saja karena dia anaknya.


"Bu nenek dimana?"


"Nenek lagi di kamarnya nak, kamu jangan ganggu nenek. Nenek lagi sakit kasihan."


"Iya bu."


"Ya udah kamu mandi sana, ibu mau masak dulu."


Lalu widia berjalan ke dapur dan terlihat dia kini tengah memotong beberapa sayuran.


"Wi!"


"Ah, iya bu."


"Andi dimana?"


"Dia lagi mandi bu."


Dan ternyata nama anak widia adalah andi, tepatnya andi wahyudi.

__ADS_1


"Nenek." Teriak andi sambil berlari menuju neneknya.


"Cucu nenek baru beres mandi, uh kamu harum banget."


"Hehehe, iyah dong."


"Ya udah sanah cepat pake baju." Ucap bu rahayu pada cucunya.


Kini widia sedang memasak sayur soup dan ayam goreng, terlihat dia sangat telaten dalam hal memasak.


"Wi." Panggil bu rahayu.


"Iyah bu." Jawab widia sambil terus pokus pada masakannya.


"Kapan kamu mau nikah wi, kamu tahukan umur ibu udah gak muda lagi."


"Udah bu jangan bahas itu soal itu lagi."


Terlihat bu rahayu hanya memandang sendu kepada widia, dia tahu jika widia masih belum melupakan rasa cintanya pada irwan.


Terdengar handphone widia berbunyi dan widia langsung melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya.


"Hello widia."


"Iyah mbak ada apa?"


"Aku punya job buat kamu loh."


"Oh, yah?"


"Tapi kita harus pergi ke jakarta wi."


"Ke jakarta?"


Terlihat widia sedikit terdiam saat mendengar bahwa dia harus pergi ke jakarta.

__ADS_1


"Iyah wi."


"Kenapa harus pergi ke jakarta?"


"Ada yang menawarkan kamu jadi model iklan, dan bayarannya lumayan loh."


"Aku pikir-pikir dulu aja yah mbak."


"Ya udah."


Lalu widia mematikan panggilan tersebut.


"Ada apa wi?"


"Aku dapet job, tapi aku harus pergi ke jakarta bu."


"Menurut ibu lebih baik kamu kejar cita-cita kamu nak, kamu jangan terjebak dalam masa lalu."


Terlihat widia tak menjawab ucapan dari ibunya dia bingung harus melakukan apa, jika ada yang bertanya apa pekerjaan widia, widia adalah seorang penyanyi di tempatnya tinggal, dia suka menyanyi di pesta-pesta pernikahan.


Dan kini dia sedang merintis karisnya, dan yang tadi menelponnya adalah menejernya mbak lala, dia menawarkan pekerjaan di jakarta sebegai model iklan. Widia ingin menerima job itu tapi dia bingung karena dia tak berani untuk kembali ke jakarta.


"Bu, bu."


"Ah, iyah nak?"


"Makanannya udah mateng belum, andi udah laper banget bu."


"Ini bentar lagi juga mateng nak."


Lalu widia kembali melanjutkan masaknya, terlihat widia tengah memikirkan ucapan dari menejernya. Apakah dia harus pergi ke jakarta tapi bagaimana jika dirinya bertemu dengan angga atau irwan.


Lamunan widia buyar, saat ayam goreng yang dia pasak hampir gosong.


Dan tak beberapa lama makanan yang widia masak sudah matang, terlihat andi memakan makanan tersebut dengan sedikit lahap dan widia berserta bu rahayu hanya melihat andi dengan senyum terukir di wajah mereka.

__ADS_1


__ADS_2