Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 69


__ADS_3

Yasmin yang mendengar kata-kata angga langsung tersenyum puas sementara widia hanya menatap angga tak percaya.


"Apa maksudmu angga." Tanya widia tapi bukannya angga yang menjawab tapi malah yasmin.


"Apa kau tak mengerti hah! Dia sudah tak mau bersama mu lagi." Teriak yasmin.


Lalu angga berjalan mendekati widia dengan tatapan sedih bercampur marah.


"Maafkan aku widia..." Mendengar ucapan itu widia langsung menangis.


"Maafkan aku widia karena kau harus bersamaku selamanya." Ucap angga sambil merentangkan kedua tangannya. Widia yang mendengar hal itu langsung memeluk angga.


"Beraninya kau mempermainkanku." Ucap widia.


"Maafkan aku." Balas angga.


Yasmin yang melihat hal itu langsung mendorong tubuh widia.


"Menjauh dari kekasihku." Teriak yasmin. Dan angga langsung membantu widia untuk berdiri dan berbalik menatap yasmin dengan tatapan yang sangat tajam.


"Apaan-apaan ini angga bukannya kau tahu jika wanita murahan ini telah membohongimu." Tanya yasmin.


"Membohongiku kapan?" Tanya angga tak mengerti.


"Ah.." Yasmin tak bisa menjawab lalu dia mengalihkan pembicaraan. "Tapi bukannya kau sudah tak menyukai widia."


"Kapan aku bilang sudah tak menyukai widia? Dan apa alasanku harus tidak menyukai widia." Tanya angga.


"Karena di sudah mengandung anak haram dan mengaku jika anaknya itu anakmu."


"Ingat ucapanku yasmin. Andi itu bukan anak haram seorang anak di lahirkan dalam keadaan suci dan tak berdosa yang berdosa itu aku dan widia karena telah melakukan hubungan intim sebelum menikah. Jika kau ingin menghina hal itu maka hina aku bukan anakku. Meski jika andi bukan anakku sekalipun aku tak peduli karena bagiku dia tetap anakku." Jelas angga kepada yasmin.


Yasmin menatap angga tak percaya sejak kapan angga bisa mencintai seorang wanita melebihi dia mencintainya dulu.


"Apa yang kau lihat darinya. Angga! Aku jelas lebih baik darinya. Dia hanyalah wanita murahan yang tak tahu malu." Teriak yasmin.


"Kau bilang kau wanita lebih baik dari widia. Lantas sebutan apa yang pantas untuk wanita yang meninggalkan ku saat aku sedang terjatuh dan lebih memilih pria kaya dan saat pria itu mati, wanita itu datang lagi hanya ingin mendapatkan hartaku." Balas angga.

__ADS_1


Terlihat yasmin membulatkan matanya, dia tak menyangka jika angga tahu akan rencananya.


"Kenapa kau diam? Kau kaget aku tahu semua rencanamu." Tanya angga. Lalu angga merangkul tubuh widi. "Untuk terakhir kalinya jangan pernah mucul lagi di depanku. Jika kau berani muncul lagi aku tak asa-asa menyingkirkanmu dari dunia ini." Ucap angga seraya meninggalkan yasmin yang diam tak berkutip.


Kini angga dan widia berjalan ke ruangan angga. Tak ada obrolan antara angga dan widia di sepenjang jalan.


Skip.


Kini angga dan yasmin sudah berada di ruangannya, dan di sana sudah terdapat riko dan andi. Terlihat andi tengah menunduk.


Lalu widia langsung berlari memeluk andi. Tapi andi tak membalas pelukan dari ibunya. "Kamu kenapa nak, kok gak bales pelukan ibu." Tapi andi tetap tak menjawab.


"Andi." Panggil angga. Dan andi langsung melihat ke arah ayahnya. "Apa kamu masih memikirkan hal yang di ucapkan wanita itu?" Tapi andi tetap tak menjawab. "Dengarkan ayah. Kamu anak ayah, kamu bukan seperti yang dia ucapkan." Ujar angga sambil memegangi kedua pundak andi.


Dan andi langsung memeluk tubuh angga. Dan angga membalas pelukan dari andi. Sementara widia hanya bisa melihatnya sambil tersenyum.


Skip.


Karena andi ingin pulang ke rumah neneknya yaitu ibunda angga maka angga menyuruh riko untuk mengantarnya pulanh sementara dia dan widia kini tengah berada di dalam mobil.


Angga kini mengendarai mobilnya ke sebuah taman di jakarta, setidaknya sekarang dia ingin membuat widia bahagia.


Skip.


"Sepi." Ucap widia sambil melihat ke sekeliling.


"Tapi bagus sepi, setidaknya tak ada yang mengganggu."


Dan widia hanya tersenyum lalu dia menyandarkan kepalanya di pundak angga.


"Hari ini terang bulan Yah?" Ucap widia.


"Iyah, dan bulannya sangat indah." Balas angga sambil melihat ke atas. "Maafkan aku."


"Kenapa minta maaf?" Tanya widia tak mengerti.


"Karena aku belum bisa membahagiakanmu."

__ADS_1


"Aku sudah bahagia."


Dan angga tersenyum mendengar ucapan widia.


"Oh, iyah. Selama kita menikah kita belum bulan madu."


"Iyah. Terus?"


"Kamu mau bulan madu kemana wi?"


"Entahlah, belum ada pemikiran ke sana."


"Bagaimana kalau ke bali?"


"Gak ah, males."


"Lalu."


"Nanti aja aku pikirin."


Lalu angga memeluk tubuh widia dan menempelkan kepala widia di dada bidang miliknya.


"I Love U." Ucap angga.


"Alay." Balas widia.


"Wanita lain paling suka di gombalin dengan kata-kata seperti itu."


"Itu wanita lain bukan aku."


"Istriku memang wanita paling langka di dunia."


"Kau kira aku hewan."


"Kau bukan hewan tapi..."


"Tapi apa?"

__ADS_1


"Tapi bidadari kecilku."


Lalu angga langsung kembali memeluk widia, dia rasanya tak ingin melepaskan pelukannya karena baginya memeluk widia adalah kenyamanan terbesar dalam hidupnya.


__ADS_2