
Keesokan harinya, nampak angga tengah sarapan di temani dengan andi. Karena widia yang masih berada di dalam kamar.
Lalu terdengar langkah kaki seseorang yang tak lain adalah widia.
"Sayang." Panggil widia.
"Ada apa sih, pagi-pagi sudah teriak-teriak." Ucap angga.
"Ini lihat." Ucap widia sambil menunjukkan handphonenya pada angga. Lalu angga langsung melihat apa yang widia maksud.
Seketika mata angga langsung membulat melihat video seorang wanita tengah di maki-maki dan di tampar oleh seorang pria, dan yang membuat angga geram adalah wanita yang di maki dan di tampar itu adalah adiknya sendiri.
"Siapa pria itu, berani-beraninya dia menyakiti adikku." Ucap angga marah.
"Aku tak tahu, mungkin kekasihnya." Ucap widia.
Lalu angga langsung mengambil handphonenya yang ada di saku celananya. Kemudian angga langsung menelpon sonia.
Tut.. Tut.. Tut...
"Hallo kak, ada apa?"
"Siapa pria yang telah menamparmu?"
"Maksud kakak apa? Sonia gak ngerti."
"Jangan coba-coba menutupinya dariku sonia. Cepat katakan siapa?"
__ADS_1
"Bagaimana kakak tahu?"
"Kau tak perlu tahu, cepat katakan siapa?"
"Hem, dia mantan kekasihku kak. Namanya rudi."
"Kenapa dia menamparmu dan memakimu di depan umum?"
"Itu urusan pribadi kak, aku tak mungkin memberitahu kakak."
"Cepat katakan sonia."
"Baiklah-baiklah. Dia ketahuan selingkuh olehku, lalu dia memaki-maki aku dan melindungi selingkuhannya itu."
Setelah mendengar ucapan sonia, angga langsung menutup telpon secara sepihak. Dan sonia nampak jengkel jika kakanya itu sudah mulai memutuskan telpon secara sepihak.
"Bagaimana?" Tanya widia.
"Iya, bagaimana sonia bisa di tampar dan di maki-maki." Tanya widia.
"Itu urusan pribadi, kau tak perlu ikut campur." Ucap angga.
"Ih.. Dasar." Teriak widia.
Lalu angga langsung berangkat ke kantor, tak lupa dia juga berpamitan kepada widia dan juga andi.
Di sepanjang jalan menuju kantor, nampak angga diam sambil menahan emosi. Karena baru pertama kali ada orang yang berani mempermalukan anggota keluarganya.
__ADS_1
Dan angga tak akan membiarkan orang itu untuk hidup tenang, dia akan membalas berkali-kali lipat.
Di kantor...
Terlihat angga berjalan dengan penuh wibawa dan aura yang membuat orang di sekitarnya ketakutan. Hari ini mood angga tengah dalam keadaan tak baik sehingga merefek pada orang-orang yang ada di kantornya.
Di ruangan angga.
Nampak angga tengah duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan pulpen yang ada di jemarinya.
"Tuan, anda memanggil saya." Ucap riko.
"Bagaimana apa kau sudah menemukan keberadaan ibu widia?" Tanya angga.
"Sudah tuan, ibu rahayu tinggal di bandung." Ucap riko.
"Baiklah, detailnya kau bisa sampaikan nanti. Sekarang aku punya tugas yang lebih penting untukmu." Ucap angga.
"Tugas? Tugas apa tuan." Tanya riko.
"Aku ingin kau menyelidiki tentang mantan kekasih sonia dan selingkuhannya itu. Dimana rumahnya, orang tuannya siapa, pekerjaan mereka apa. Pokoknya semua informasi tentang mereka berdua." Ucap angga.
"Baik tuan." Jawab riko.
"Selesaikan dalam 2 hari." Ucap angga sambil menopang dagu.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap riko.
__ADS_1
Dan angga hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Lalu riko langsung pergi meninggalkan ruangan angga.
"Baru saja nyelesein tugas, udah di kasih lagi tugas tambaha. Punya boss gak ada akhlak. Gak bisa lihat bawahannya santai sekali aja." Gerutu riko dalam hati.