Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 82


__ADS_3

"Yasmin." Nama itu yang keluar dari mulut widia.


Terlihat yasmin menatap widia dengan senyum canggung. "Bolehkah aku duduk?" Tanyanya. Dan widia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Tak ada obrolan antara widia dan yasmin.


"Ada apa kau menemuiku?" Tanya widia memulai pembicaraan.


"Hem, sebenarnya aku ke sini ingin membicarakan sesuatu kepadamu."


"Apa itu?"


"Hem, aku ingin minta maaf atas apa yang telah ku lakukan padamu dan pada keluargamu dan atas apa yang ku ucapkan pada putramu. Dan sekarang aku menyesal karena telah melakukan hal buruk kepadamu." Ucap yasmin sambil menundukkan kepalanya karena malu.


Terlihat widia nampak tersenyum. "Hem, tak apa. Lagi pula aku sudah memaafkanmu."


"Kau telah memaafkanku?"


"Tentu, lagi pula aku juga seorang wanita. Dan aku juga pernah berada di posisimu jadi aku mengerti apa yang kau lakukan. Lagi pula tak ada manusia yang sempurna bukan? semua manusia pasti melakukan kesalahan." Ucap widia sambil memberikan sebuah senyuman tulus pada yasmin.


Mata yasmin nampak berkaca-kaca. "Aku tak menyangka jika hatimu sangat baik, angga sangat beruntung bisa mendapatkamu." Ucapnya sambil menghapus air matanya. Lalu widia memberikan tisu pada yasmin. "Terimakasih." Ucapnya.


"Sama-sama, ngomong-ngomong kenapa kau bisa menyesali perbuatanmu itu?" Tanya widia penasaran.


"Hem, aku di sadarkan oleh seorang pria baik hati. Saat itu aku ingin mengakhiri hidupku karena aku terlalu prustasi memikirkan masa depanku nanti yang pasti suram tanpa uang. Lalu dia menolongku dan memberikan nasehat yang masuk akal. Kau tahu cara apa yang dia lakukan agar membuatku sadar?"


"Cara apa?"


"Dia menamparku. Tamparannya memang sakit tapi tamparannya itu membuatku sadar."


Terlihat widia mengeritkan kedua halisnya. "Memang siapa pria itu?"


"Aku lupa menanyakan namanya."

__ADS_1


"Hem, kalau begitu semoga kamu mendapatkan jodoh yang terbaik buatmu."


Dan yasmin nampak tersenyum mendengarkan ucapan widia.


"Jujur saja, sebenarnya aku malu untuk menemuimu aku takut jika kau tak mau memaafkanku. Karena kesalahan yang aku buat sangat fatal. Saat itu aku selalu memikirkan tentang duniawi tentang hidup mewah, dulu bagiku yang terpenting aku banyak uang aku pasti bahagia tapi lama-kemalaan aku sadar jika pemikiranku itu salah. Uang tak selamanya bisa membuat kita bahagia."


"Sudah, yang lalu biarlah berlalu." Jawab widia. "Kau mau pesan minum?"


"Tidak." Jawabnya.


"Hem, lalu sekarang kau kerja?"


"Tidak, aku tidak bekerja karena aku tak punya pengalaman kerja."


Dan widia hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Widia, maaf aku harus segera pergi. Karena tadi aku sudah janjian dengan seseorang."


"Yah sudah, hati-hati di jalan."


"Dah.."


Terlihat yasmin langsung meninggalkan widia, nampak widia menatap terus kepergian yasmin sampai dia tak terlihat lagi.


"Mimpi apa aku semalam yah? Tak ku sangka hariku akan baik seperti ini." Ucapnya pada dirinya sendiri.


Di lain tempat...


Terlihat yasmin tengah berjalan menyusuri trotoar.


Tit, tit, tit..


Nampak yasmin di buat kaget dengan suara klakson mobil, lalu yasmib langsung melihat orang yang membuatnya terkejut.

__ADS_1


"Kau..." Tunjuknya pada pria yang ada di dalam mobil.


"Butuh tumpangan?" Ucap pria tersebut.


"Tak usah, aku bisa jalan sendiri." Jawab yasmin.


"Tak baik jika seorang wanita jalan sendirian." Ucap pria tersebut.


Tanpa pikir panjang lagi yasmin kemudian naik ke dalam mobil pria tersebut.


"Kau ingin ku antar kemana?" Tanyanya.


"Aku ingin pulang saja."


"Pulang? Bagaimana jika menemaniku makan saja." Ajaknya.


Terlihat yasmin memikirkan tawaran pria tersebut, lumayan untuk menghemat uang tabungannya karena sekarang dia tak memiliki pekerjaan di tambah uang tabungannya yang semakin sedikit.


"Baiklah." Jawab yasmin.


Lalu pria tersebut langsung mengendari mobilnya ke sebuah restauran.


"Bagaimana apakah kau sudah meminta maaf kepada wanita yang telah kau sakiti?" Tanyanya sambil terus pokus menyetir.


"Iyah, baru saja. Dan wanita itu langsung memaafkanku. Aku kira dia akan memaki-maki diriku terlebih dahulu tapi ternyata tidak."


"Bagus, berarti hati wanita itu sangat baik."


Dan yasmin hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Anu.."


"Anu apa?" Tanya pria itu.


"Aku belum tahu siapa namamu, karena saat kita pertama kali bertemu kau tak menyebutkan siapa namamu."

__ADS_1


"Ah, aku sampai lupa memperkenalkan diriku. Kenalkan namaku Irwan setiawan. Kau bisa memanggilku irwan." Ucapnya sambil menjabat tangan yasmin


Lalu yasmin membalas jabatan tangan tersebut dan tersenyum. "Yasmin."


__ADS_2