Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 98


__ADS_3

Di pagi hari, di kediaman keluarga nugraha yang tak lain adalah keluarga rudi. Nampak tengah dalam keadaan yang kurang bersahabat.


Karena Ayah rudi, tengah pusing memikirkan nasib perusahaannya, perusahaan angga menolak kerja sama dengannya dan itu sangat mendadak, dan entah apa alasannya.


"Pah, aku minta uang." Ucap rudi sambil melihat handphonenya.


"Uang, uang dan uang terus yang ada di otakmu." Maki ayahnya.


"Yah, terus apalagi. Cepetan aku minta uang." Ucap rudi memaksa.


"Enggak ada." Jawabnya.


"Jangan pelit deh pah, cepetan uangnya mana. Aku mau jalan nih sama pacar aku." Ucap rudi sambil wajah yang kesal.


"Papah bilang gak ada yah gak ada. Sekarang harga saham perusahaan papah turun dratis. Dan perusahaan angga membatalkan kerja sama dengan kita. Dan itu membuat kerugian besar untuk kita." Ucap Ayahnya rudi dengan raut wajah marah.


Tak ingin mendengarkan ocehan ayahnya, rudi langsung pergi sambil membawa kunci mobilnya yang ada di atas meja.


Di dalam mobil nampak rudi tengah bingung. "Punya ayah gak guna." Ucap rudi.


Drett... Drettt.. Drett..


"Siapa lagi ini." Ucapnya kesal sambil melihat handphonenya.


"Hallo, sayang."


"Ada apa?"


"Kita jalan yuk, kamu janji loh mau beliin aku baju sama sepatu baru."

__ADS_1


"Besok aja, sekarang aku lagi banyak urusan."


"Tapi janji yah. Besok harus jadi."


"Iya, sayang. Iya."


"Iya, udah aku tutup dulu. yah sayang. Bye."


"Bye."


Lalu rudi langsung mematikan panggilan dari Amel. Terlihat rudi mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Punya pacar cantik, tapi suka ngabisin uang. Sekarang aku harus cari uang kemana buat ngejajanin dia." Ucapnya.


Lalu sekilas pikirannya langsung tertuju pada sonia. Lalu tangannya langsung mencari kontak sonia.


Terlihat sonia tengah mengeringkan rambutnya yang basah.


Drettt... Drettt... Drettt...


Handphone sonia bergetar lalu sonia langsung melihat siapa yang menelponnya.


"Buat apa orang ini nelpon." Ucap sonia.


Lalu dengan nada jutek sonia mengangkat panggilan dari rudi.


"Ada apa kamu nelpon?"


"Sonia sayang, jangan galak gitu dong."

__ADS_1


"Jangan panggil aku sayang dengan mulut busukmu itu, jijik aku dengernya."


"Hahahaha... Baiklah kalau begitu, kita to the point aja. Oke."


"Iya, cepet ngomong aja."


"Aku mau kamu balikin uang aku yang ke pake saat kita pacaran dulu."


"Uang apa? Kapan kamu ngasih uang. Yang ada juga aku yang keluar uang buat kamu."


"Pokoknya aku pengen kamu balikin semua uang aku."


"Gila kamu yah rud, minta uang ke aku. Emang kamu kira aku orang tuamu apa. Dan lagi yah, kamu tuh gak pernah ngasih uang, yang selalu keluar uang itu aku bukan kamu."


"Pokoknya aku gak mau tahu, kamu harus ngasih aku uang 20 juta. Buat ganti semua uang aku."


"Gila kamu yah rud. Aku gak sudi ngasih uang ke kamu."


"Pokoknya kamu harus kasih uang itu. Kalau tidak aku laporin kamu ke polisi karena melakukan pemerasaan ke aku saat kita pacaran dulu."


"Pemerasan apa coba? Ada juga kamu yang melakukan pemerasan."


"Pokoknya besok aku mau kamu transfer ke rekening aku."


Lalu Rudi langsung menutup panggilan tersebut. Nampak sonia langsung marah-marah setelah rudi memutus panggilan tersebut.


"Dasar pria gila, apaan coba. Nyuruh aku ganti uangnya. Ada juga dia yang harusnya ganti uangku dulu." Oceh sonia.


Lalu sonia langsung menelpon kakaknya, untuk membantu dia menyelesaikan masalah yang di buat oleh rudi.

__ADS_1


__ADS_2