
Hari-hari Widia berjalan seperti biasanya, kini dia tengah berada di belakang rumah. Sambil meminum teh dan menatap bunga-bunga yang ada di taman. Widia sangat menikmati kehidupannya yang sekarang, rumah tangga nya dengan Angga pun kini sudah sangat harmonis tak lagi ada pertengkaran di antara mereka.
Lalu tangan Widia mengelus lembut perutnya yang mulai membesar, dia sudah tak sabar dengan kehadiran buah hati keduanya bersama Angga.
"Ibu udah gak sabar, pengen cepet-cepet kamu datang kedunia ini." Ucap widia sambil memandang lembut perutnya.
Lalu Widia memandang langit biru, dia masih ingat lika-liku hubungannya dengan Angga. Tapi karena ikatan cinta mereka sehingga mereka mampu menghadapi semua masalah yang menimpanya.
Di lain tempat...
Nampak seorang wanita tengah berjalan sambil menggandeng seorang anak gadis yang berusia sekitar 5 tahunan.
"Ibu kita mau kemana?" Tanya gadis kecil itu.
Nampak wajah pucat pasih wanita itu memandang lembut ke arah gadis kecil tersebut.
"Kamu nurut aja yah." Ucap wanita itu pada putrinya.
"Baik ibu." Jawab gadis kecil itu.
Lalu wanita itu kembali berjalan menyusuri trotoar jalan, menuju ke suatu tempat. Nampak pakaiannya terlihat lusuh dan begitu juga dengan putrinya. Dan wajahnya nampak sangat pucat, dia terlihat tengah menahan rasa sakit yang sangat luar biasa sakit.
Tapi saat dia melihat ke arah putrinya semua rasa sakitnya langsung hilang, terlihat sebuah senyuman kebahagiaan saat melihat putri semata wayangnya itu.
Setelah sekian lama berjalan menyusuri trotoar jalan, kini wanita itu sudah sampai di komplek perumahan elit.
"Ibu, kenapa kita kecini?" Tanya gadis kecil itu. Tapi wanita itu tak menjawab ucapan dari putrinya.
Lalu dia langsung memasuki kawasan perumahan elit tersebut, tapi langkahnya langsung di hentikan oleh seorang satpam.
"Berhenti jangan masuk." Ucap satpam tersebut.
__ADS_1
"Tapi pak saya ingin menemui seseorang." Ucap wanita itu.
"Alah, jangan banyak alasan. Saya sudah banyak nemuain orang-orang kaya kamu, yang masuk ke sini dan cuman buat rusuh aja. Dan di komplek perumahan ini, pengemis di larang masuk." Ucap satpam tersebut dengan nada tinggi.
"Tapi saya bukan mau mengemis pak, saya ingin menemui seseorang." Ucap wanita itu.
"Gak bisa, sanah pergi-pergi." Lalu satpam tersebut langsung mengusir wanita itu dan putrinya.
Nampak wanita itu langsung tersungkur, dan putrinya langsung menangis.
"Pak catpam jahat. Belaninya dolong ibu." Ucap gadis kecil itu.
"Udah sana kalian pergi." Usir pak satpam tersebut.
Lalu wanita itu langsung berusaha bangkit dan menarik tangan putrinya untuk meninggalkan kompleks perumahan tersebut.
Di lain tempat...
Kandungan yang sudah menginjak usia 5 bulan, tinggal menunggu 4 bulan lagi dan Widia akan memiliki seorang anak lagi.
Drett.. Drett.. Drett..
Nampak handphone milik Widia bergetar lalu dia langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Hallo sayang."
"Hem, iya hallo juga. Ada apa?"
"Memangnya aku tak boleh menelpon istriku sendiri?"
"Tentu saja boleh."
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu."
"Baru tadi pagi kita bertemu dan kau sekarang sudah rindu?"
"Itu karena aku sangat mencintaimu."
"Hem, iya aku tahu."
"Apa kau sudah makan?"
"Sudah kok."
"Ingat jaga pola makan kamu, aku gak mau nanti bayi yang ada di kandungan mu mengalami hal-hal yang tidak di inginkan."
"Iya sayang aku tahu."
"Baguslah, kalau begitu aku tutup dulu. I Love U."
"I Love U To."
Kemudian penggilan pun langsung terputus, nampak Widia hanya bisa senyam-senyum sendiri, karena perhatian Angga yang sangat membuatnya nyaman.
•••
Siapakah wanita yang membawa anak gadis, dan apa tujuannya?🤔 Penasaran ? 🤔 Sama aku juga. Hahahaha... 🤣🤣
*Jangan lupa kasih saran dan masukannya yah. Biar Novel ini semakin bagus dan buat kalian semakin suka 😊
Dan jangan lupa mempir juga di Novel author.
•Terpaksan menikahi pria tuli.
__ADS_1
Di jamin seru 😊😁*