
Dari bandung ke jakarta cukup memakan waktu hampir 4 jam lebih, terlihat kini widia tengah mengendong andi yang sedang tertidur.
"Taruh aja andi di kamar tamu wi." Ucap mbak lala.
"Iyah mbak."
Lalu widia membawa andi ke kamar tamu dan menidurkan tubuh mungil putranya di atas ranjang, sambil membelai rambut andi.
"Mimpi indah pangeran kecilku." Ucap widia sambil mencium kening putranya.
Lalu widia keluar dari kamar tamu dan menghampiri mbak lala yang sedang duduk di atas sofa.
"Mbak." Tanya widia.
"Iyah wi, ada apa."
"Kapan aku harus menandatangani kontrak."
"Aduh, untung kamu ngingetin aku hampir lupa."
"Emangnya kapan mbak."
"Sekarang wi, kamu sekarang siap-siap dulu yah. Nanti kita akan pergi ke perusahaan yang ngontrak kamu."
"Ya udah mbak aku siap-siap dulu."
Dan kini widia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, sebenarnya dia malas untuk pergi tapi mau bagaimana lagi ini merupakan kewajibannya.
Skip.
Kini widia sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang hanya menutupi bagian tertentu.
Lalu widia berjalan menuju koper miliknya dan mengeluarkan pakaian yang akan dia gunakan.
Dan tak beberapa lama widia keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang terbilang cukup seksi.
"Udah siap wi."
__ADS_1
"Iyah mbak udah siap kok."
Lalu widia dan mbak lala langsung pergi menuju perusahaan tempat widia bekerja nanti.
"Mbak gimana tampilan aku."
"Cantik wi and seksi."
"Hehehe... Mbak lala bisa aja."
Hampir memakan waktu 30 menit mbak lala dan widia pergi ke perusahaan tersebut, kini mobil mbak lala berhenti di parkiran kemudian mbak lala dam widia segera turun dari dalam mobil dan berjalan ke dalam perusahaan.
Entah kenapa widia seperti tak asing dengan perusahaan yang dia datangi sekarang.
"Permisi mbak, saya mau bertemu dengan pak riko."
"Apa anda sudah membuat janji."
"Sudah."
Lalu resepsionis itu menelpon riko dan memberi tahu jika ada yang ingin bertemu dengannya.
"Baik pak."
Setelah mendapat perintah dari riko resepsionis itu menyuruh mbak lala dan widia pergi ke lantai 16.
Lalu mbak lala dan widia segera menaiki lift menuju lantai 16.
"Kamu kenapa wi."
"Gak papa mbak, cuman gerogi aja."
"Gak usah gerogi santai aja wi."
"Iyah mbak.
Ting...
__ADS_1
Pintu lift pun terbuka kini mbak lala dan widia berjalan menuju ruangan riko karena mereka sudah di beritahu letak ruangannya oleh resepsionis tersebut.
Tok, tok, tok...
"Masuk." Ucap seorang pria yang ada di dalam ruangan tersebut.
Lalu mbak lala dan widia langsung memasuki ruangan riko.
"Hallo." Sapa mbak lala.
"Hallo." Jawab riko.
"Kenalkan nama saya Lala dan ini widia model yang akan anda kontrak." Ucap mbak lala.
"Riko." Ucap riko sambil menyodorkan tangannya.
"Widia." Jawab widia sambil membalas jabatan tangan dari riko.
"Jadi bagaimana apa widia pantas menjadi model produk perusahaan anda." Tanya mbak lala.
"Itu tergantung bagaimana kemampuannya." Jawab riko.
"Kemampuan widia sangat bagus." Ucap mbak lala.
"Baiklah, sebelum menandatangani kontrak kita harus tes dulu." Ucap riko.
"Tes apa?" Tanya widia.
"Ya kita akan melakukan pemotretan, jika kau bisa maka kontrak itu milikmu." Jawab riko.
"Baiklah, kapan kita bisa melakukan tes itu." Tanya widia tak sabar.
"Jika boleh kita bisa melakukannya sekarang." Jawab riko.
"Baiklah."
Lalu riko membawa widia ke studio pemotretan, entah kenapa wajah widia terasa tak asing, dia seperti pernah melihat wajah itu tapi dimana riko tak ingat.
__ADS_1