Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 99


__ADS_3

Keesokan harinya, terlihat angga tengah duduk. Di depannya terlihat ada seorang pria paruh baya yang tak lain adalah pak Nugraha ayahnya rudi.


"Apa ku tahu alasanku memanggilmu kemari?" Tanya angga dengan sorot mata yang membuat pak nugraha bergidik ngeri.


"Saya tak tahu." Jawabnya.


"Hem... Apa kau ingin aku melanjutkan kontrak kerja sama kita lagi?" Tanya angga.


"Tentu, saya sangat ingin jika anda mempertimbangkan lagi kontrak kerja sama dengan perusahaan saya." Ucap pak nugraha seraya memohon.


"Beri aku alasan bagus agar aku mau bekerja sama lagi denganmu?" Tanya angga.


Nampak ka nugraha terdiam, dia bingung harus mengatakan apa.


"Kenapa kau diam? Kau tak bisa memberiku alasan yang bagus?" Tanya angga.


Dan pak nugraha hanya kembali terdiam.


"Baiklah jika kau tak bisa menjawab. Aku ingin bercerita padamu apa boleh?" Tanya angga.


"Tentu, suatu kehormatan bagi saya mendengar cerita dari anda." Ucapnya.

__ADS_1


"Aku memiliki seorang adik perempuan, dia wanita yang cantik dan sangat baik." Ucap angga.


Lalu pak nugraha terdiam memikirkan maksud perkataan dari angga. Apa angga tahu jika dirinya memiliki anak laki-laki dan ingin menjodohkan adiknya dengan anaknya, pikir pak nugraha.


"Anda sangat beruntung memiliki adik yang cantik dan baik seperti itu." Puji pak nugraha.


"Iya, tentu aku sangat beruntung memiliki adik seperti dia, tapi sangat di sayangkan..." Ucap angga dengan nada sendu.


"Sangat di sayangkan apa?" Tanya pak nugraha.


"Adikku di sakiti hatinya oleh pri yang tak tahu malu, bahkan dia menampar adikku di depan umum dan memaki-maki adikku, sebagai seorang kakak aku sangat marah." Ucap angga.


"Pria itu pasti tak memiliki otak, dia tega menyakiti hati adik anda." Ucap pak nugraha geram.


"Aku akan memukulnya dan menyiksanya agar jera, dan menyerednya ke hadapan anda dan adik anda. Agar pria itu bisa lebih menghargai seorang wanita." Ucapnya layaknya seorang pahlawan.


Prok, prok, prok..


Angga langsung bertepuk tangan mendengar ucapan dari pak nugraha.


"Aku salut mendengar ucapan pak nugraha yang sangat membela adik tersayangku. Dan aku ingin kau mencari pria yang melukai adikku, dan jangan lupa pukuli dia lalu setelah kau pukuli dia sered kedepan ku dan adikku." Ucap angga.

__ADS_1


"Baik saya akan melaksanakan perintah anda." Ucap pak nugraha.


"Dan tenang saja, sebagai imbalan aku akan bersedia bekerja sama dengan perusahaanmu." Ucap angga.


Lalu dengan mata berbinar-binar, pak nugraha dengan cepat langsung mengangguk dan bersedia dengan sepenuh hati.


"Baiklah jika kau bersedia, ini foto dan biodata pria itu. Cari keberadaannya dan besok aku ingin melihat pria itu sudah babak belur." Ucap angga sambil menyerahkan sebuah dokumen.


Lalu pak nugraha langsung melihat isi dokumen tersebut, betapa terkejutnya dia saat melihat pria yang di maksud oleh angga. Dengan tangan mengepal dan wajah menahan marah pak nugraha langsung pergi meninggalkan angga yang tengah tersenyum ke arahnya.


"Apa anda yakin, jika dia akan bersedia melukai putranya?" Tanya riko.


"Aku tahu pria itu seperti apa, dia pria serakah dan haus akan harta." Ucap angga.


Di tempat lain...


Terlihat pak nugraha tengah menahan marah, nampak dia kini tengah berada di dalam mobil.


"Kita pulang ke rumah sekarang." Ucapnya pada supir pribadinya.


"Baik tuan." Jawab supir tersebut.

__ADS_1


Sambil terus melihat dokumen tersebut pak nugraha semakin geram dengan pria tersebut. "Dasar anak kurang bodoh, dia malah menyakiti adikknya angga. pantas saja angga membatalkan kerja samanya denganku jadi karena anak tak berguna itu." Ucap pak nugraha di dalam hatinya.


Kini pak nugraha tengah pulang menuju kediamannya, sekarang dia ingin memukul putranya yang bodoh itu. Karena kebodohan putranya itu perusahaan miliknya hampir bangkrut.


__ADS_2