Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 54


__ADS_3

Sudah hampir 2 minggu setelah kejadian tersebut, kini sudah tak terdengar lagi kabar tentang irwan.


Dan selama itu pula hubungan angga dan widia semakin dekat, angga selalu ada di saat widia membutuhkannya. Dan angga juga sudah menjadi ayah yang sangat baik pada andi. Dia memperlakukan andi sangat baik dan perlakuan itu membuat andi menerima angga sebagai ayahnya.


*


Di pagi hari yang cerah terlihat widia tengah menyiapkan sarapan untuk andi dan juga angga. Meski widia tinggal di rumah angga tapi widia tetap menjaga jarak dengan angga karena dia tak ingin timbul hal-hal yang tak di inginkan dan juga dia selalu tidur dengan andi.


"Ibu!"


"Eh, kamu udah bangun nak. Cuci muka dulu sanah. Lalu kita sarapan."


Lalu andi pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Dan dari kejauhan datang angga dan langsung memeluk tubuh widia dari belakang.


"Pagi widia." Sapa angga.


"Lepaskan."


"Tak mau,"


"Kau ini, cepat lepaskan. Dan cuci muka sanah." Perintah widia.


"Baiklah-baiklah." Lalu angga pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.


Skip.


Kini angga, widia dan andi tengah menikmati sarapan.


"Hmm, masakan ibu memang paling enak." Ucap andi sambil memasukkan makanan pada mulutnya.


"Jangan banyak bicara lagi. Makan yang banyak." Ucap widia sambil memandang putranya.


"Baik bu." Jawab andi.


"Oh, iyah widia." Tanya angga.


"Iyah ada apa," Jawab widia.


"Nanti berangkat ke kantor, kau pergi bersamaku." Ucap angga.


"Apa aku tak salah dengar?" Tanya widia sambil tersenyum.


"Tidak." Jawab angga.


"Baiklah." Jawab widia.


Terlihat angga kembali melanjutkan sarapannya, dan juga terlihat dia nampak tersenyum sambil sesekali melihat widia.


Skip.


Setelah mengantarkan andi ke sekolahnya, widia dan angga langsung pergi ke kantor tempat mereka bekerja. Di tengah perjalanan nampak widia tak berbicara entah kenapa suasana terasa canggung.


"Widia." Ucap angga memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya widia.


"Nanti saat makan siang kau ke ruanganku."


"Ada apa?"


"Jangan banyak tanya, turuti saja perintahku."


"Baiklah tuan angga yang suka memerintah seenaknya." Ejek widia.


Bukannya marah angga nampak tertawa mendengar ejekan widia.


Skip.


Setelah sampai di perusahaannya, kini terlihat angga turun terlebih dahulu dan dia langsung membukakan pintu agar widia bisa turun dari mobil.


"Terimakasih pak angga." Ucap widia dengan senyum manis miliknya.


"Sama-sama nona widia."


Banyak karyawan yang melihat angga dan widia masuk bersama ke kantor, dan tak lupa juga para karyawan wanita nampak tak suka saat melihat angga bersama widia.


"Baiklah nona widia, kita berpisah di sini."


"Iyah pak angga."


"Dan ingat saat jam makan siang."


"Baiklah."


Skip.


Kini widia sudah berada di studio foto dan nampak beberapa model wanita menatapnya tak suka. Mungkin mereka sudah mendengar kabar kedekatannya dengan angga. Tapi widia tak peduli dengan tatapan tak suka para rekan kerjanya sesama model.


Terlihat indah perias make up widia.


"Wi," Panggil indah.


"Ada apa."


"Apa berita itu bener?"


"Berita apa?" Tanya widia sambil mengerutkan kedua halisnya.


"Berita tentang kamu dan pak angga katanya kalian berpacaran."


"Hoaks."


"Masa sih, tadi kata beberapa pegawai kamu turun dari mobilnya."


"Udah deh jangan bahas itu lagi, bentar lagi aku ada pemotretan."


Setelah mendengar ucapan widia, indah langsung merias wajah widia.


Skip.

__ADS_1


Terlihat kini widia tengah melakukan pemotretan dengan natalia model keturunan jepang, dan juga dia di kabarkan menyukai angga. Nampak sesekali natalia melirik tajam widia yang menjadi pasangan pemotretannya hari ini.


Setelah selesai pemotretan nampak widia langsung duduk sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan sebuah kertas.


Dan dari kejauhan terlihat asisten pribadinya datang sambil membawa minuman, dan tanpa sengaja asistennya itu tersandung dan menumpahkan minuman yang dia bawa pada baju natalia.


Natalia yang melihat pakaiannya kotor langsung marah dan memaki orang yang sudah menumpahkan minuman pada pakaiannya.


"Apa kau tak punya mata." Bentak natalia.


"Ma..afkan sa..ya.." Ucap asisten widia gugup.


"Maaf katamu, apa kau tahu baju ini harganya berapa? 3 Tahun gajihmu pun tak akan sanggup membayar harga bajuku ini." Teriak natalia.


Dan asisten widia nampak diam sambil menundukkan kepalanya.


Terlihat widia tengah menunggu kedatangan asistennya yang sangat lama.


"Kemana tuh bocah, lama banget beli minumam juga." Ucap widia.


Dan terdengar samar-samar suara seseorang yang tengah marah-marah karena rasa penasaran widia langsung berjalan menuju sumber suara tersebut. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat asistennya tengah di maki-maki oleh natalia.


"Apa yang kau lakukan sehingga memarahi asistenku." Tanya widia pada natalia.


"Oh, jadi ini asistenmu. Apa kau tahu apa yang dia lakukan?" Tanya natalia pada widia.


"Memangnya apa?"


"Dia telah mengotori pakaian mahalku." Ucap natalia.


"Cih, hanya sebuah pakaiannya kenapa harus memarahinya sampai seperti itu."


"Hanya sebuah pakaian katamu, apa kau tahu berapa harganya." Ucap natalia.


"Mau seberapa mahal pun harga sebuah pakaian tetap saja di pakainnya di badan, dan di cucinya juga pake sabun colek." Ucap widia.


"Kau..." Ucap natalia sambil menunjuk widia dengan jarinya.


"Apa, dan lagi pula dia juga tak sengaja kenapa harus di perpanjang lagi dan juga dia sudah minta maaf."


"Cih, tak ku sangka jika kau lidahmu itu sangat hebat dalam berbicara." Ejek natalia.


"Terimakasih atas pujianmu." Jawab widia tak lupa dengan senyuman manisnya.


"Apa yang di lihat oleh pak angga dari wanita yang tak memiliki etika sepertimu." Ejek natalia pada widia.


"Setidaknya dia melirikku wanita yang tak memiliki etika." Jawab widia dengan senyumam mengejek.


"Kau..."


"Sudahlah aku tak ingin memperpanjang masalah ini lagi." Ucap widia sambil menarik asistennya pergi.


"Tunggu pembalasanku widia." Teriak natalia.


Tapi widia nampak tak mendengarkan teriakan natalia, entah kenapa widia suka memanas-manasi orang yang sirik kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2